<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380</id><updated>2011-10-05T19:06:04.496-07:00</updated><category term='jowo'/><category term='HEALTH INFO'/><title type='text'>CINDIRA GROUP</title><subtitle type='html'>penampilan memang bukan hanya diluarnya saja, ada yang berprinsip keindahan itu terpancar dari dalam, tapi memang secara performance orang akan dilihat dari penampilan luar, any way blog ini adalah sarana untuk berbagi informasi apa saja seputar kehidupan dari masa-kemasa, jangan lihat penampilan luar nya saja lihat apa yang ada di dalam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-3728530492077189765</id><published>2009-02-05T02:54:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T02:58:48.264-08:00</updated><title type='text'>manfaat puasa daud</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Sejak akhir November 2008 saya kuatkan niat, tetapkan hati, dan mulai laksanakan dengan penuh perjuangan untuk mencoba belajar berpuasa Daud, yaitu sehari puasa, sehari berbuka. Istilah saya adalah puasa Digital, bergantian ON dan OFF secara kontinyu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya katakan baru BELAJAR, karena memang ada bolong-bolongnya juga, tapi tetap saya niati dan saya hitung dari awal saya puasa dan terus berlanjut hitungan puasanya, jadi saat bulan november 2008 saya mulai pas tanggal genab, maka saat tanggal genab saya puasa terus, meskipun kadang ada bolongnya, tapi saat melanjutkan lagi saya lanjutkan pas tanggal genab juga. Memasuki bulan Januari 2009, puasa Daud saya pas saat tanggal ganjil, begitu seterusnya, karena jumlah hari tidak sama tiap bulannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu manfaat apa yang bisa saya rasakan dari puasa Daud.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama dari segi kesehatan, pencernaan saya menjadi sehat tanpa saya obati. Sebelum saya puasa Daud, pencernaan saya benar-benar tidak sehat, saya yakin karena ini pola makan yang kurang teratur, apalagi pekerjaan saya yang rutin shift malam, menuntut saya harus makan pada malam hari kisaran jam 23 malam keatas, dan yang paling mudah adalah membuat mie instans, dan itu benar-benar bukan makanan yang baik menurut saya. Kualiatas buang air besar saya menjadi jelek, sering mencret, sakit perut, sering buang air besar tidak teratur. Setelah puasa Daud, Alhamdulillah pencernaan menjadi sehat, buang air besar menjadi teratur dan kualitas buang air besarnya membaik, alias tidak mencret, bahkan maaf, kentutpun menjadi lega dan .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, masih dari segi kesehatan lagi, wajah saya memang berminyak, dan semenjak puasa Daud, hal ini berkurang banyak sekali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga, dari segi spiritual, saya benar-benar merasa lebih dekat dengan Allah, merasa aman dan tenteram, pikiran lebih jernih dan kelakuan baik itu fisik maupun rohani lebih terjaga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keempat, pengalaman supranatural, bahwa saya sendiri heran, kemarin kok bisa pas mengira-ira rangking raport anak pertama saya, yaitu rangking 20 dari 40 siswa, jangan salah meskipun rangking 20 tapi nilainya tinggi juga, maklum sekolah di SD unggulan yang rata-rata siswanya di LES kan lagi oleh orang tuanya, sedangkan anak saya saat ini hanya les Sempoa saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hampir lupa, perut saya menjadi langsing, tidak gendut, menjadi proporsional, padahal dulu saya saat rutin olah raga voli saja, perut saya masih kelihatan agak gendut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai saat ini baru inilah HASIL yang saya rasakan dari menjalankan puasa Daud, dan saya masih menantikan hasil lainnya yang saya yakin pasti akan ada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau dihitung-hitung memang saat tidak puasa, kebanyakan dari kita tentu terlalu berlebihan dalam makan, yang sebenarnya hanya menuruti keinginan nikmatnya lidah, bukan kebutuhan tubuh kita, dan jeleknya lagi kalau makanan yang kita makan memang tidak baik dari segi kesehatan. Saat ini saya juga menghindari makan Ayam potong, dan Telur dari ayam petelur. Dengan puasa Daud, minimal organ pencernaan dan organ lainnya yang terkait akan istirahat, atau minimal bekerja lebih ringan, sehingga beban kerjanya tidak berat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya selalu yakin akan sabda Rasulullah “Berpuasalah, maka kamu akan sehat”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda tertarik puasa Daud? Silahkan dicoba saja, mungkin awalnya seperti saya, yaitu bolong-bolong menurut saya tidak mengapa, karena bagaimanapun bahwa lebih baik puasa bolong-bolong dari pada tidak sama sekali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Puasa itu benar-benar pribadi, urusannya hanya kita dan Allah saja yang benar-benar tahu।&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;di copy dari hadiyanta's blog&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-3728530492077189765?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/3728530492077189765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/02/manfaat-puasa-daud.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/3728530492077189765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/3728530492077189765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/02/manfaat-puasa-daud.html' title='manfaat puasa daud'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-8582828153399727162</id><published>2009-02-03T21:54:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T21:55:26.476-08:00</updated><title type='text'>Waspadai lingkar pinggang anda</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.medicastore.com/images/ukur_lingkar_pinggang.jpg" align="right" hspace="5" vspace="5" /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kegemukan yang secara umum ditandai dengan perut buncit ini telah menjadi wabah baru di dunia, tak terkecuali Indonesia. Sebagian orang mungkin masih ada yang mempercayai mitos bahwa kegemukan identik dengan kemakmuran. Padahal perut buncit membuat si pemilik tubuh rentan terhadap penyakit jantung dan diabetes mellitus yang berkaitan dengan risiko kardiometabolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menurut dr Sunarya Soerianata, SpJP (K), seorang ahli jantung dari RS Jantung Harapan Kita, "Penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab kematian paling tinggi dibandingkan kanker, diabetes dan penyakit saluran napas bagian bawah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak perlu pemeriksaan laboratorium yang mahal untuk mengetahui risiko anda akan kardiometabolik. Caranya cukup mudah dan murah yaitu dengan mengukur lingkar pinggang anda. Ukuran lingkar pinggang ternyata bisa digunakan sebagai parameter untuk mengetahui risiko terhadap penyakit akibat gaya hidup tidak sehat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Risiko Kardiometabolik Bukanlah Penyakit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Risiko kardiometabolik sendiri bukanlah penyakit tapi merupakan sekelompok gangguan-gangguan yang secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung dan diabetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Risiko kardiometabolik (cardiometabolic risk/CMR) terdiri dari faktor-faktor risiko yang dapat diubah, yang memudahkan orang rentan terhadap penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Sejumlah faktor-faktor tersebut muncul secara klinis di dalam kelompok-kelompok yang spesifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;dr Sunarya Soerianata, SpJP (K), yang juga bertindak sebagai wakil ketua pelaksana 16th ASEAN Congress of Cardiology yang berlangsung bulan April 2007 di Bali ini menjelaskan, ada faktor risiko yang tergolong sebagai faktor risiko "klasik" dan ada yang tergolong "baru". Contoh faktor risiko "klasik" antara lain tekanan darah tinggi, kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan gula darah yang sudah sering dievaluasi dan ditangani oleh dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Adapun faktor-faktor lainnya dianggap sebagai faktor risiko "baru" misalnya kelebihan lemak perut, kolesterol HDL (kolesterol baik), resistensi insulin (ketidakmampuan tubuh merespons dan menggunakan insulin secara semestinya), serta peradangan (kadar adiponektin yang rendah atau kadar C-&lt;i&gt;reactive&lt;/i&gt; protein yang tinggi). dr Sunarya, SpJP menambahkan bahwa faktor risiko "baru" ini sejak dulu kurang diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam tahun-tahun terakhir ini, pengelompokan faktor-faktor CMR semakin menarik perhatian karena faktor-faktor itu sering timbul secara serentak. Contohnya, hampir 26% dari seluruh orang dewasa di seluruh dunia di bawah umur 60 tahun diketahui memiliki paling sedikit tiga dari lima faktor-faktor CMR yang termasuk di dalam kriteria sindrom metabolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sadari Bahaya Lemak Perut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kelebihan lemak perut (intra abdominal obesity) atau penimbunan jaringan lemak di dalam perut, berhubungan dengan faktor-faktor CMR lain seperti peningkatan trigliserida dan gula darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Riset menunjukkan bahwa jaringan adiposa (jaringan lemak) bukan hanya merupakan tempat penampungan lemak, tapi juga organ endokrin aktif yang melepaskan bahan-bahan kimia dan zat-zat tertentu ke dalam tubuh yang diketahui mempengaruhi metabolisme dan sistem kardiovaskuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Semakin tinggi intra abdominal obesity maka kadar HDL akan turun yang berarti rendahnya proteksi tubuh terhadap aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah oleh lemak),” ungkap dr Sunarya, SpJP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pelepasan bahan kimia dan zat ini dapat berkontribusi terhadap perkembangan faktor-faktor CMR seperti trigliserida tinggi dan peningkatan gula darah, meningkatkan risiko seseorang terhadap diabetes dan penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi, dengan memiliki perut buncit atau dengan kata lain lemak perut tinggi maka dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit diabetes tipe 2, yaitu diabetes yang paling umum terjadi pada masyarakat dengan gaya hidup tidak sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak mengherankan jika diprediksikan penderita diabetes di Indonesia akan naik dari 6,7% populasi pada tahun 2000 menjadi 10,6% populasi pada tahun 2030.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ukuran Lingkar Pinggang sebagai Marker&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Biasanya, kegemukan diukur dengan indeks masa tubuh (BMI), akan tetapi penemuan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa kegemukan perut merupakan tanda yang lebih akurat untuk memprediksi serangan jantung daripada berat badan atau BMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;dr. Sunarya, SpJP membenarkan bahwa mengukur lingkar pinggang merupakan suatu pengukuran yang sederhana dan berhasil mendeteksi orang yang akan mengalami diabetes dan penyakit jantung lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berdasarkan penelitian, ukuran lingkar pinggang yang memiliki risiko besar adalah ≥88 cm untuk wanita dan ≥102 cm untuk pria. Namun, ukuran tersebut berlaku untuk ras Amerika, untuk Indonesia batasnya lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Banyak kemajuan telah dicapai untuk mengurangi prevalensi faktor-faktor CMR tertentu termasuk kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Meskipun demikian, masih ada sekitar 17 juta orang di seluruh dunia yang meninggal karena penyakit jantung setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Strategi penanganan kardiometabolik yang selalu dianggap efektif adalah dengan mengedukasi masyarakat terutama pasien karena risiko kardiometabolik dapat diubah. Namun, pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Untuk yang belum menjadi pasien, dihimbau untuk menjaga kesehatan dan mulai menjalani gaya hidup sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;dr. Sunarya, SpJP juga ingin mengingatkan kepada masyarakat mengenai ukuran lemak perut yang dapat digunakan sebagai marker untuk penyakit jantung dan diabetes. Lingkar pinggang mudah diukur dan bisa dilakukan oleh semua orang, tak terkecuali dengan anda. Silakan mencoba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-8582828153399727162?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/8582828153399727162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/02/waspadai-lingkar-pinggang-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/8582828153399727162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/8582828153399727162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/02/waspadai-lingkar-pinggang-anda.html' title='Waspadai lingkar pinggang anda'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-2160764073691583795</id><published>2009-02-03T21:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T21:53:16.609-08:00</updated><title type='text'>Gejala kesemutan : tak selalu seringan semut</title><content type='html'>Rasanya tak ada seorang pun dari kita yang belum pernah mengalami “kesemutan”. Ingat saja saat anda duduk bersila terlalu lama di suatu kendurian atau ketika anda tidur terlalu pulas sampai tidak merubah posisi tangan. Pastilah kesemutan akan dengan setia menyertai anda.&lt;br /&gt;&lt;p class="v11px"&gt; Kesemutan atau yang biasa disebut &lt;i&gt;geringgingen&lt;/i&gt; oleh orang Jawa atau &lt;i&gt;singsireumen&lt;/i&gt; dalam bahasa sunda sering kali dianggap sepele. Tahukah anda kesemutan ternyata tidaklah sesepele seekor semut kecil? Kesemutan bisa saja merupakan gejala awal dari suatu penyakit yang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mengapa kita kesemutan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam istilah kedokteran, kesemutan disebut sebagai “&lt;i&gt;parestesi&lt;/i&gt;” yang berarti sensasi pada permukaan tubuh tertentu yang tidak dibangkitkan oleh perangsangan khusus dari dunia luar. Makna &lt;i&gt;parestesi&lt;/i&gt; sendiri sebenarnya lebih luas dari kesemutan. Rasa dingin atau panas setempat, rasa dirambati sesuatu juga masuk dalam kategori &lt;i&gt;parestesia. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Parestesi&lt;/i&gt; timbul bila terjadi iritasi pada serabut saraf. Serabut-serabut saraf yang membawa sensasi kesemutan dikenal sebagai serabut saraf sensorik. Tidak hanya kesemutan, saraf sensorik juga menyampaikan sensasi lain seperti panas, dingin, raba, nyeri, tekan, getar dan rasa posisi. Rangsangan di kulit akan diterima oleh reseptor yang terletak dibawah permukaan kulit untuk kemudian diteruskan ke bagian otak yang disebut &lt;i&gt;thalamus&lt;/i&gt; yang berperan penting dalam memproses informasi sensorik ini. Selanjutnya informasi ini akan diteruskan ke pusat sensorik di otak besar di daerah yang disebut ,i&gt;korteks sensorik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesemutan yang perlu diwaspadai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata cukup banyak juga penyakit-penyakit serius yang mempunyai gejala awal kesemutan. Simak saja kisah saudara-saudara kita berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ibu Mira, seorang guru SMA yang berusia sekitar empat puluhan pernah mengeluhkan tangan kanannya terutama di daerah pergelangan kesemutan yang disertai nyeri. Lama kelamaan ia tidak dapat mengancingkan bajunya. Setelah berkonsultasi dengan dokter ternyata saraf di daerah pergelangan tangannya terjepit karena ada pembengkakan di sekitar terowongan saraf tersebut. Dokter menyebut penyakit ini &lt;i&gt;Carpal Tunnel Syndrome.&lt;/i&gt; Biasanya penyakit ini disebabkan karena gerakan yang berlebihan atau karena benturan. Dokter menyarankan Ibu Mira untuk mengistirahatkan tangannya dan memberinya obat pengurang rasa sakit. Setelah beberapa minggu keluhan yang dirasa akhirnya membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lain lagi kisah Pak Tarso. Kakek dua cucu ini berusia 67 tahun dan masih bekerja sebagai pedagang bunga. Sudah 3 bulan ia mengeluh pinggangnya sering nyeri dan disertai dengan kesemutan di kedua tungkainya. Makin lama keluhan itu dirasakan makin memberat. Ternyata saraf-saraf di daerah tulang belakangnya mengalami penekanan. Bantalan tulangnya mulai rusak dan ada bagian yang bergeser sehingga menekan saraf. Bahasa kerennya &lt;i&gt;Hernia Nukleus Pulposus&lt;/i&gt;. “Dokter bilang saya tidak boleh mengangkat beban berat lagi” ujar pak Tarso lemah. Saat ini gejalanya belum sampai menimbulkan kelumpuhan tetapi bila penekanan saraf itu dibiarkan berlanjut bukan tidak mungkin pak Tarso akan menjadi lumpuh. Wah, ternyata mengerikan juga ya penyakit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Opa Beny punya cerita lain lagi dengan kesemutan. “Opa ndak ingat, sudah berapa lama ujung-ujung jari opa sering kesemutan” kata opa sambil mengulurkan kedua tangannya. Opa Beny seorang pengidap &lt;i&gt;Diabetes Melitus&lt;/i&gt; yang kurang telaten memperhatikan gula darahnya. Akibatnya kadar gula darahnya sering kali naik. Ternyata kadar gula darah yang tak terkontrol ini lah biang keladinya. Makanya kalau anda seorang penderita DM, rajin-rajinlah mengontrol gula darah dan tetap setia pada diet yang dianjurkan dokter anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rendy, mahasiswa tehnik mesin semester 3, juga mulai sering kesemutan. Mirip-mirip opa Beny, kesemutannya dirasakan diujung-ujung jari. Menurut Rendy, kesemutan ini mulai ia rasakan sejak ia menjalani terapi TBC parunya di puskesmas. Lho, emang ada hubungannya? “Hubungannya bukan dengan TBCnya, tapi dengan obat TBCnya. Ini efek samping obat, kata dokter sih ga bahaya” jelas Rendy. Dokter juga menambahkan vitamin B6 untuk menggurangi keluhan kesemutan ini. Biasanya keluhan seperti ini muncul pada awal terapi dan lama kelamaan akan menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesemutan juga dialami Pak Dwi. Manager hotel bintang lima ini pernah mengalami kesemutan di sisi tubuh sebelah kanan dan hal ini sudah beberapa kali dialaminya. “Tadinya saya pikir ini cuma kesemutan biasa, mungkin kecapeaan dan kena AC. Tapi setelah konsultasi dengan Dokter Ahli Saraf, wuih, ini bisa jadi semacam serangan stroke!” ujarnya sambil menggelengkan kepala. Yang dialami Pak Dwi dalam bahasa kedokteran dikenal dengan istilah &lt;i&gt;Transient Ischemik Attack.&lt;/i&gt; Terjadi gangguan sepintas aliran darah ke otak. Akibatnya ada bagian otak yang sempat terganggu kerjanya. Manifestasinya bisa berupa kesemutan, bisa juga berupa kelemahan atau gangguan penglihatan sesaat. Kalau rasanya anda pernah mengalami seperti yang dialami Pak Dwi sebaiknya anda segera berkonsultasi dengan ahli saraf karena mungkin anda berisiko untuk terserang stroke. Ahli saraf akan mengidentifikasi faktor risiko stroke yang mungkin anda miliki seperti darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, kebiasan merokok, kelebihan berat badan dan selanjutnya akan diupayakan agar faktor risiko tersebut dapat dikendalikan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Nah, kesemutan ternyata tidak sepele ya. Sebaiknya anda berhati-hati bila sering mengalami kesemutan. Apalagi bila kesemutan muncul ditempat yang sama dan semakin lama semakin sering dengan intensitas yang makin menghebat pula. Segeralah berkonsultasi ke dokter. Satu lagi, kisah saudara-saudara kita di atas cuma beberapa contoh kesemutan yang serius, sebenarnya masih banyak lagi penyakit-penyakit serius yang punya gejala kesemutan. Jadi, tetaplah waspada meskipun hanya kesemutan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-2160764073691583795?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/2160764073691583795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/02/gejala-kesemutan-tak-selalu-seringan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/2160764073691583795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/2160764073691583795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/02/gejala-kesemutan-tak-selalu-seringan.html' title='Gejala kesemutan : tak selalu seringan semut'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-1284180757599893719</id><published>2009-02-03T21:49:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T21:50:48.006-08:00</updated><title type='text'>Diabetes dan penurunan kualitas hidup</title><content type='html'>SEKITAR 14 tahun silam Douglas Cairns (39) terpaksa kehilangan kariernya sebagai instruktur pilot jet latih tempur di Royal Air Force Inggris. Penyebabnya, ia diketahui menderita diabetes tipe 1. Sesuai peraturan di Inggris, penderita diabetes tidak diizinkan berkarya di angkatan udara atau militer. Bulan September 2002, Cairns ingin membuktikan, penderita diabetes pun mampu menerbangkan pesawat.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;DENGAN mengambil cuti besar selama dua tahun dari pekerjaan sebagai Chief Executive Officer (CEO) perusahaan patungan Schroeder yang bergerak di bidang manajemen keuangan industri, Cairns melakukan petualangan terbang keliling dunia dengan pesawat kecil baling-baling bermesin ganda Beech Baron B58. Pertengahan bulan Desember 2002, ia mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama menjalani petualangan terbang keliling dunia itu, Cairns harus disiplin mengontrol kadar gula darah. Pemeriksaan kadar gula darah menjadi semacam "ritual wajib" Cairns, 30 menit sebelum lepas landas, setiap jam selama penerbangan, dan 30 menit setelah mendarat (Kompas, 18/12/2002).&lt;br /&gt;Pengalaman Cairns membuktikan, menderita diabetes bukan berarti kiamat. Penderita diabetes bisa hidup secara wajar dan normal seperti orang- orang yang bukan penderita diabetes. Bedanya, seperti dicontohkan Cairns, penderita diabetes harus disiplin mengontrol kadar gula darah agar tidak meningkat di atas normal untuk jangka waktu panjang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyakit diabetes mellitus (DM)-yang dikenal masyarakat sebagai penyakit gula atau kencing manis-terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak berfungsi baik.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diabetes yang timbul akibat kekurangan insulin disebut DM tipe 1 atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Sedang diabetes karena insulin tidak berfungsi dengan baik disebut DM tipe 2 atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).&lt;br /&gt;Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung, yang berfungsi mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro SpPD KE dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD dr Soetomo Surabaya, tidak keluarnya insulin dari kelenjar pankreas penderita DM tipe 1 bisa disebabkan oleh reaksi autoimun berupa serangan antibodi terhadap sel beta pankreas.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada penderita DM tipe 2, insulin yang ada tidak bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah struktur sehingga hanya sedikit glukosa yang berhasil masuk sel.&lt;br /&gt;Akibatnya, sel mengalami kekurangan glukosa, di sisi lain glukosa menumpuk dalam darah. Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah dan menimbulkan pelbagai komplikasi.&lt;br /&gt;Askandar menyebutkan tiga gejala klasik yang dialami penderita diabetes. Yaitu, banyak minum, banyak kencing, dan berat badan turun.&lt;br /&gt;"Pada awalnya, kadang-kadang berat badan penderita diabetes naik. Penyebabnya, kadar gula tinggi dalam tubuh," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gejala lain, sebagaimana ditulis dr Imam Subekti SpPD KE dari Subbagian Metabolik-Endokrin Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangukusumo (FKUI/RSCM) dalam buku Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu adalah gangguan saraf tepi berupa kesemutan terutama di malam hari, gangguan penglihatan, gatal di daerah kemaluan atau lipatan kulit, bisul atau luka yang lama sembuh, gangguan ereksi pada pria dan keputihan pada perempuan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika tidak tepat ditangani, dalam jangka panjang penyakit diabetes bisa menimbulkan berbagai komplikasi akibat gangguan pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Askandar, gangguan bisa terjadi pada pembuluh darah otak (stroke), pembuluh darah mata (gangguan penglihatan), pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner), pembuluh darah ginjal (gagal ginjal), serta pembuluh darah kaki (luka yang sukar sembuh/gangren). Penderita juga rentan infeksi, mudah terkena infeksi paru, gigi, dan gusi serta saluran kemih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kardiopati diabetik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kardiopati diabetik adalah gangguan jantung akibat diabetes. Glukosa darah yang tinggi dalam jangka waktu panjang akan menaikkan kadar kolesterol dan trigliserida darah. Lama-kelamaan akan terjadi aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Askandar mengatakan, penyempitan pembuluh darah koroner menyebabkan infark jantung dengan gejala antara lain nyeri dada. Karena diabetes juga merusak sistem saraf, rasa nyeri kadang-kadang tidak terasa. Serangan yang tidak terasa ini disebut silent infraction atau silent heart attack.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Prof dr T Santoso PhD SpPD SpJP KKV dari Subbagian Kardiologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSCM, kematian akibat kelainan jantung dan pembuluh darah pada penderita diabetes kira-kira dua hingga tiga kali lipat lebih besar dibanding bukan penderita diabetes.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Santoso, pengendalian kadar gula dalam darah belum cukup untuk mencegah gangguan jantung pada penderita diabetes.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagaimana rekomendasi Asosiasi Diabetes Amerika (ADA) serta perkumpulan sejenis di Eropa atau Indonesia (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia/Perkeni), penderita diabetes diharapkan mengendalikan semua faktor secara bersama-sama untuk mendapatkan hasil yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Tekanan darah harus diturunkan secara agresif di bawah 130/80 mmHg, trigliserida di bawah 150 mg/dl, LDL (kolesterol buruk) kurang dari 100 mg/dl, HDL (kolesterol baik) di atas 40 mg/dl. Hal ini memberi proteksi lebih baik pada jantung," kata Santoso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gangren dan impotensi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.medicastore.com/images/foot%20diabetic.jpg" /&gt;Penderita diabetes yang kadar glukosanya tidak terkontrol respons imunnya menurun. Akibatnya, penderita rentan terhadap infeksi, seperti infeksi saluran kencing, infeksi paru serta infeksi kaki.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak hal yang menyebabkan kaki penderita diabetes mudah kena infeksi. Askandar mencontohkan, terkena knalpot, lecet akibat sepatu sesak, luka kecil saat memotong kuku, kompres kaki yang terlalu panas. Infeksi kaki mudah timbul pada penderita diabetes kronis dan dikenal sebagai penyulit gangren atau ulkus.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika dibiarkan, infeksi akan mengakibatkan pembusukan pada bagian luka karena tidak mendapat aliran darah. Pasalnya, pembuluh darah penderita diabetes banyak tersumbat atau menyempit.&lt;br /&gt;Jika luka membusuk, mau tidak mau bagian yang terinfeksi harus diamputasi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Askandar, penderita diabetes yang terkena gangren perlu dikontrol ketat gula darahnya serta diberi antibiotika. Penanganan gangren perlu kerja sama dengan dokter bedah.&lt;br /&gt;Untuk mencegah gangren, penderita diabetes perlu mendapat informasi mengenai cara aman memotong kuku serta cara memilih sepatu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Impotensi juga menjadi momok bagi penderita diabetes. Menurut Askandar, impotensi disebabkan pembuluh darah mengalami kebocoran sehingga penis tidak bisa ereksi. Impotensi pada penderita diabetes juga bisa disebabkan oleh faktor psikologis atau gabungan organis dan psikologis.&lt;br /&gt;Jika masih awal, kurang dari enam bulan, impotensi masih bisa disembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nefropati diabetik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.medicastore.com/images/neuropathy%20diabetic.jpg" /&gt;Nefropati diabetik adalah gangguan fungsi ginjal akibat kebocoran selaput penyaring darah. Sebagaimana diketahui, ginjal terdiri dari jutaan unit penyaring (glomerulus). Setiap unit penyaring memiliki membran/selaput penyaring. Kadar gula darah tinggi secara perlahan akan merusak selaput penyaring ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Prof dr Wiguno Prodjosudjadi PhD dari Subbagian Nefrologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, gula yang tinggi dalam darah akan bereaksi dengan protein sehingga mengubah struktur dan fungsi sel, termasuk membran basal glomerulus. Akibatnya, penghalang protein rusak dan terjadi kebocoran protein ke urin (albuminuria). Hal ini berpengaruh buruk pada ginjal.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut situs Nephrology Channel, tahap mikroalbuminuria ditandai dengan keluarnya 30 mg albumin dalam urin selama 24 jam. Jika diabaikan, kondisi ini akan berlanjut terus sampai tahap gagal ginjal terminal. Karena itu, penderita diabetes harus diperiksa kadar mikroalbuminurianya setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penderita diabetes tipe 1 secara bertahap akan sampai pada kondisi nefropati diabetik atau gangguan ginjal akibat diabetes. Sekitar lima sampai 15 persen diabetes tipe 2 juga berisiko mengalami kondisi ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gangguan ginjal, lanjut Wiguno, menyebabkan fungsi ekskresi, filtrasi dan hormonal ginjal terganggu. Akibat terganggunya pengeluaran zat-zat racun lewat urin, zat racun tertimbun di tubuh. Tubuh membengkak dan timbul risiko kematian.&lt;br /&gt;Ginjal juga memproduksi hormon eritropoetin yang berfungsi mematangkan sel darah merah. Gangguan pada ginjal menyebabkan penderita mengalami anemia.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengobatan progresif sejak dini bisa menunda bahkan menghentikan progresivitas penyakit. Repotnya penderita umumnya baru berobat saat gangguan ginjal sudah lanjut atau terjadi makroalbuminuria (300 mg albumin dalam urin per 24 jam).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengobatan meliputi kontrol tekanan darah. Tindakan ini dianggap paling penting untuk melindungi fungsi ginjal. Biasanya menggunakan penghambat enzim pengonversi angiotensin (ACE inhibitors) dan atau penghambat reseptor angiotensin (ARBs). Selain itu dilakukan pengendalian kadar gula darah dan pembatasan asupan protein (0,6-0,8 gram per kilogram berat badan per hari).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penderita yang telah sampai tahap gagal ginjal memerlukan hemodialisis atau transplantasi ginjal.&lt;br /&gt;Gejala nefropati diabetes baru terasa saat kerusakan ginjal telah parah berupa bengkak pada kaki dan wajah, mual, muntah, lesu, sakit kepala, gatal, sering cegukan, mengalami penurunan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penderita nefropati harus menghindari zat yang bisa memperparah kerusakan ginjal, misalnya pewarna kontras yang digunakan untuk rontgen, obat anti-inflamasi nonsteroid serta obat-obatan yang belum diketahui efek sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Retinopati diabetik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.medicastore.com/images/DiabeticRetinopathy.jpg" /&gt;Diabetes juga dapat menimbulkan gangguan pada mata. Yang terutama adalah retinopati diabetik. Keadaan ini, menurut dr Istiantoro SpM dari Bagian Ilmu Penyakit Mata FKUI/RSCM, disebabkan rusaknya pembuluh darah yang memberi makan retina.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bentuk kerusakan bisa bocor dan keluar cairan atau darah yang membuat retina bengkak atau timbul endapan lemak yang disebut eksudat. Selain itu terjadi cabang-cabang abnormal pembuluh darah yang rapuh menerjang daerah yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Retina adalah bagian mata tempat cahaya difokuskan setelah melewati lensa mata. Cahaya yang difokuskan akan membentuk bayangan yang akan dibawa ke otak oleh saraf optik.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bila pembuluh darah mata bocor atau terbentuk jaringan parut di retina, bayangan yang dikirim ke otak menjadi kabur. Gangguan penglihatan makin berat jika cairan yang bocor mengumpul di fovea, pusat retina yang menjalankan fungsi penglihatan sentral. Akibatnya, penglihatan kabur saat membaca, melihat obyek yang dekat serta obyek yang lurus di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembuluh darah yang rapuh bisa pecah, sehingga darah mengaburkan vitreus, materi jernih seperti agar-agar yang mengisi bagian tengah mata. Hal ini menyebabkan cahaya yang menembus lensa terhalang dan tidak sampai ke retina atau mengalami distorsi. Jaringan parut yang terbentuk dari pembuluh darah yang pecah di korpus vitreum dapat mengerut dan menarik retina, sehingga retina lepas dari bagian belakang mata. Pembuluh darah bisa muncul di iris (selaput pelangi mata) menyebabkan glaukoma.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Risiko terjadinya retinopati diabetik cukup tinggi. Sekitar 60 persen orang yang menderita diabetes 15 tahun atau lebih mengalami kerusakan pembuluh darah pada mata.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemeriksaan dilakukan dengan oftalmoskop serta angiografi fluoresen yaitu foto rontgen mata menggunakan zat fluoresen untuk mengetahui kebocoran pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Pengobatan dilakukan dengan bedah laser oftalmologi. Yaitu, penggunaan sinar laser untuk menutup pembuluh darah yang bocor, sehingga tidak terbentuk pembuluh darah abnormal yang rapuh. Selain itu bisa dilakukan vitrektomi yaitu tindakan mengeluarkan vitreus yang dipenuhi darah dan menggantinya dengan cairan jernih.&lt;br /&gt;Penderita retinopati hanya boleh berolahraga ringan dan harus menghindari gerakan membungkuk sampai kepala di bawah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-1284180757599893719?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/1284180757599893719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/02/diabetes-dan-penurunan-kualitas-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/1284180757599893719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/1284180757599893719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/02/diabetes-dan-penurunan-kualitas-hidup.html' title='Diabetes dan penurunan kualitas hidup'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-1697940036368094435</id><published>2009-02-03T21:40:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T21:42:20.202-08:00</updated><title type='text'>Pengaturan makan bagi diabetisi</title><content type='html'>Pengaturan makan merupakan pilar utama pengelolaan diabetes mellitus (DM). Namun, Diabetisi (orang dengan diabetes) sering mendapat berbagai informasi tentang makanan dan DM dari berbagai sumber yang tidak selalu benar. Informasi yang kurang tepat sering kali merugikan Diabetisi itu sendiri, antara lain tidak lagi dapat menikmati makanan kesukaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya anjuran makan pada Diabetisi sama dengan anjuran makan sehat umumnya, yaitu makanan menu seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori masing-masing. Sebaliknya anjuran makan bagi Diabetisi juga akan sangat baik untuk orang sehat yang non DM dan juga untuk mencegah penyakit salah gizi yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan makan sesuai kebutuhan kalori adalah agar dapat mencapai dan mempertahankan berat badan yang normal. Pada Diabetisi yang gemuk, kadar gula darah sulit dikendalikan, sehingga berat badan perlu dibuat normal. Berat badan normal berkisar antara kurang dari 10% sampai lebih dari 10% dari berat badan idaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat badan idaman adalah 90% x (tinggi badan dalam cm dikurang 100 kg). Bila tinggi badan 160 cm, maka berat badan idamannya adalah 90% x (160-100) kg = 54 kg. Berolahraga dengan teratur dapat membantu menurunkan berat badan dan mengendalikan kadar gula darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perlu mencapai gula darah dan mempertahankan gula darah mendekati normal, Diabetisi juga perlu mencapai dan mempertahankan lemak darah serta tekanan darah yang normal. Diabetisi tak perlu takut makan dan dianjurkan makan bersama anggota keluarga lainnya, yaitu menu makanan yang seimbang sesuai kebutuhan gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.medicastore.com.206.masterwebnet.com/images/telur.jpg" align="left" hspace="5" vspace="5" /&gt;Kandungan zat gizi dalam makanan serta anjurannya untuk diabetisi sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Karbohidrat&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karbohidrat merupakan sumber tenaga utama untuk kegiatan sehari-hari dan terdiri atas tepung-tepungan dan gula. Diabetisi dianjurkan mengkonsumsi padi-padian, sereal, buah dan sayuran karena mengandung serat tinggi, juga vitamin dan mineral.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Makanan yang perlu dibatasi adalah gula, madu, sirup, kue kukis, dodol dan kue-kue manis lainnya. Karbohidrat sederhana seperti gula hanya mengandung karbohidrat saja tetapi tidak mengandung zat gizi penting lainnya sehingga kurang bermanfaat bagi tubuh.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Protein&lt;br /&gt;&lt;p align="justify&amp;quot;"&gt;Protein adalah zat gizi yang penting utuk pertumbuhan dan pengganti jaringan yanng rusak. Oleh karena itu perlu makan protein setiap hari. Sumber protein banyak terdapat dalam ikan, ayam, daging, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lemak&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lemak juga sumber tenaga. Bagi Diabetisi makanan jangan terlalu banyak digoreng, sebaiknya lebih banyak dimasak menggunakan sedikit minyak sepeti dipanggang, dikukus, dibuat sup, direbus atau dibakar. Batasi konsumsi makanan tinggi kolesterol seperti otak, jerohan, kuning &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vitamin &amp;amp; mineral&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Vitamin dan mineral terdapat pada sayuran dan buah-buahan, berfungsi utuk membantu melancarkan kerja tubuh. Apabila kita makan makanan yang bervariasi setiap harinya maka tidak perlu lagi vitamin tambahan.&lt;br /&gt;Diabetisi perlu mencapai dan mempertahankan tekanan darah yang normal. Oleh karena itu perlu membatasi konsumsi natrium. Hindari makanan tinggi garam dan vetsin. Anjuran makan garam dapur sehari kira-kira 6-7 gram (1 sendok teh).&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menu Seimbang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanlah beraneka ragam makanan yang mengandung sumber zat tenaga, sumber zat pembangun serta sumber zat pengatur.&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Makanan sumber zat tenaga mengandung zat gizi: karbohidrat, lemak, dan proten. Makanan sumber zat tenaga antara lain nasi serta penggantinya seperti roti, mie, kentang, dll.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makanan sumber zat pembangun mengandung zat gizi protein dan mineral. Makanan sumber zat pembangun antara lain kacang-kacangan, tempe, tahu, telur, ikan, ayam, daging, susu, keju dll.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makanan sumber zat pengatur mengandung vitamin dan mineral. Makanan sumber zat pengatur antara lain sayuran dan buah-buahan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Makanlah Teratur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat makan sesuai kebutuhan gizi, anda perlu mengetahui kebutuhan kalori sehari. Selain membantu dalam kebutuhan kalori, ahli gizi/diet juga menyaranakan variasi makanan sesuai dengan daftar bahan makanan penukar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Porsi makanan hendaknya tersebar sepanjang hari, yaitu makan pagi, makan siang, dan makan malam serta kudapan diantara waktu makan. Diabetisi yang menggunakan insulin atau OHO, sebaiknya memperhatikan jadwal makan teratur, jenis serta jumlah makanan. Bila mereka makan tidak teratur, dapat menyebabkan hipoglikemia (penurunan kadar gula darah &lt; 60 mg/dL) yang bisa membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jumlah &amp;amp; Jenis Makanan Sehari-hari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pedoman, anda dianjurkan makan 3 kali sehari yang terdiri dari:&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Satu piring nasi atau penggatinya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Satu potong ikan atau penggantinya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Satu mangkok sayuran.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buah-buahan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Diantara waktu makan tersebut di atas dapat diselingi dengan kudapan/makanan ringan, contohnya buah atau kue.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-1697940036368094435?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/1697940036368094435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/02/pengaturan-makan-bagi-diabetisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/1697940036368094435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/1697940036368094435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/02/pengaturan-makan-bagi-diabetisi.html' title='Pengaturan makan bagi diabetisi'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-6930769771429525483</id><published>2009-02-03T21:31:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T21:33:07.267-08:00</updated><title type='text'>Diabetes, The Sillent Killer</title><content type='html'>&lt;a name="atas" id="atas"&gt;&lt;/a&gt;                   &lt;table align="right" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="57%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=7,0,19,0" title="ascensia entrust" height="250" hspace="5" vspace="2" width="300"&gt;                         &lt;param name="movie" value="images/bnr_detail_diabet.swf"&gt;                         &lt;param name="quality" value="high"&gt;                         &lt;embed src="http://medicastore.com/diabetes/images/bnr_detail_diabet.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" align="right" height="250" width="300"&gt;&lt;/embed&gt;                       &lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Banyak orang yang masih mengganggap penyakit diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang hanya timbul karena faktor keturunan. Padahal, setiap orang dapat mengidap diabetes, baik tua maupun muda, termasuk Anda. Namun, yang perlu anda pahami adalah anda tidak sendiri. &lt;p align="justify"&gt;Menurut data WHO, &lt;strong&gt;Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam  jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia&lt;/strong&gt;. Pada tahun 2000 yang lalu  saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap  diabetes.&lt;/p&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 persen yang sadar mengidapnya dan di antara mereka baru sekitar 30 persen yang datang berobat teratur.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Sangat disayangkan bahwa banyak penderita diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi di masyarakat tentang diabetes terutama gejala-gejalanya. &lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Sebagian besar kasus diabetes adalah diabetes tipe 2 yang disebabkan faktor keturunan. Tetapi faktor keturunan saja tidak cukup untuk menyebabkan seseorang terkena diabetes karena risikonya hanya sebesar 5%. Ternyata diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas alias kegemukan akibat gaya hidup yang dijalaninya.&lt;/p&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;Berikut  ini hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang diabetes untuk  meningkatkan kesadaran akan diabetes :         &lt;/p&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://medicastore.com/diabetes/#satu"&gt;Apa sih Diabetes Mellitus?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://medicastore.com/diabetes/#dua"&gt;Ketahui Penyebab &amp;amp; Tipe Diabetes Mellitus&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://medicastore.com/diabetes/#tiga"&gt;Sulitnya Membaca Gejala Diabetes&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://medicastore.com/diabetes/#empat"&gt;Mendiagnosis Diabetes Mellitus&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://medicastore.com/diabetes/#lima"&gt;Komplikasi Diabetes Bisa Mematikan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://medicastore.com/diabetes/#penanganan_stroke"&gt;Terapi Untuk Diabetes Mellitus&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://medicastore.com/diabetes/#ada_harapan"&gt;Mencegah Bahaya Komplikasi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://medicastore.com/diabetes/#lifestyle"&gt;Hindari Diabetes dengan Ubah Gaya Hidup&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;                                      &lt;p align="justify"&gt;Setelah  mengetahui semua hal yang tentang diabetes, jangan lewatkan:                   &lt;/p&gt;&lt;table border="0" cellpadding="1" cellspacing="1" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td align="center" valign="top" width="6%"&gt;z&lt;/td&gt;                                             &lt;td width="94%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://medicastore.com/diabetes/#expert_review"&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Expert Review&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; oleh ahli penyakit dalam spesialis endokrin metabolik diabetes yaitu &lt;strong&gt;Prof. DR. Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, FACE&lt;/strong&gt; yang juga Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (&lt;a href="http://www.persadia.org/"&gt;&lt;strong&gt;PERSADIA&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;).&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td align="center"&gt;z&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;a href="http://medicastore.com/diabetes/#sembilan"&gt;Pentingnya Pemantauan Pengujian gula darah bagi diabetesi&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td align="center" valign="top"&gt;z&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;Bagi Anda Diabetesi , PASTIKAN &lt;strong&gt;&lt;br /&gt;                      &lt;a href="http://medicastore.com/diabetes/#sepuluh" class="style14"&gt;Monitor selalu..!! Si Manis dalam Darah Anda&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;h4 align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Apa sih Diabetes Mellitus?&lt;a name="satu"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://medicastore.com/diabetes/images/gula_semut.jpg" alt="gejala diabetes" align="left" height="171" hspace="5" width="223" /&gt;&lt;strong&gt;Diabetes  mellitus &lt;/strong&gt;adalah suatu penyakit dimana kadar &lt;em&gt;glukosa&lt;/em&gt; (gula  sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan  atau menggunakan &lt;em&gt;insulin&lt;/em&gt; secara cukup.&lt;/p&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas, yang bertanggungjawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang normal. Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi.&lt;/p&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;Nah,  berapa kadar gula darah yang disebut tinggi? Menurut  &lt;strong&gt;kriteria diagnostik PERKENI&lt;/strong&gt; (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) 2006, seseorang dikatakan menderita diabetes jika  memiliki &lt;strong&gt;kadar gula darah puasa &gt;126  mg/dL&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;pada tes sewaktu &gt;200 mg/dL&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;Kadar gula darah sepanjang  hari bervariasi dimana akan meningkat setelah makan dan kembali  normal dalam waktu 2 jam.&lt;/p&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dL darah. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara ringan tetapi progresif (bertahap) setelah usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif bergerak.&lt;/p&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;Peningkatan kadar gula darah setelah makan atau minum merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin sehingga mencegah kenaikan kadar gula darah yang lebih lanjut dan menyebabkan kadar gula darah menurun secara perlahan. &lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Ada cara lain untuk menurunkan kadar gula darah yaitu dengan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga karena otot menggunakan glukosa dalam darah untuk dijadikan energi.&lt;/p&gt;                                                         &lt;h4 align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Ketahui Penyebab &amp;amp; Tipe Diabetes Mellitus&lt;a name="dua"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;Diabetes terjadi jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal atau jika sel tidak memberikan respon yang tepat terhadap insulin.&lt;/p&gt;          &lt;p align="justify"&gt;Ada 2 tipe Diabetes Mellitus, yaitu:             &lt;/p&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Diabetes Mellitus tipe 1&lt;/strong&gt; (diabetes yang tergantung kepada insulin)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Diabettes Mellitus tipe 2 &lt;/strong&gt;(diabetes yang tidak tergantung kepada insulin, &lt;em&gt;NIDDM&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;                   &lt;table class="table" border="2" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr bgcolor="#149ff3"&gt;                       &lt;th bgcolor="#00ccff" height="0" width="271"&gt;&lt;strong&gt;Diabetes Mellitus tipe 1&lt;/strong&gt;&lt;/th&gt;                       &lt;th bgcolor="#00ccff" height="0" width="228"&gt;&lt;strong&gt;Diabetes Mellitus tipe 2&lt;/strong&gt;&lt;/th&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr bordercolor="#149FF3" valign="top"&gt;                       &lt;td width="271"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penderita menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak menghasilkan insulin&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="228"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pankreas tetap menghasilkan insulin, kadang kadarnya lebih tinggi dari normal. Tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan insulin relatif&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr bordercolor="#149FF3" valign="top"&gt;                       &lt;td width="271"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Umumnya terjadi sebelum usia 30 tahun, yaitu anak-anak dan remaja.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="228"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bisa terjadi pada anak-anak dan dewasa, tetapi biasanya terjadi setelah usia 30 tahun&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr bordercolor="#149FF3" valign="top"&gt;                       &lt;td width="271"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para ilmuwan percaya bahwa faktor lingkungan (berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak-kanak atau dewasa awal) menyebabkan sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Untuk terjadinya hal ini diperlukan kecenderungan genetik.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="228"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Faktor resiko untuk diabetes tipe 2 adalah &lt;em&gt;&lt;strong&gt;obesitas&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; dimana sekitar 80-90% penderita mengalami obesitas.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr bordercolor="#149FF3" valign="top"&gt;                       &lt;td width="271"&gt;&lt;div align="justify"&gt;90% sel penghasil insulin (&lt;em&gt;sel beta&lt;/em&gt;) mengalami kerusakan permanen. Terjadi kekurangan insulin yang berat dan penderita harus mendapatkan suntikan insulin secara teratur&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td width="228"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diabetes Mellitus tipe 2 juga cenderung diturunkan secara genetik dalam keluarga&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penyebab diabetes lainnya adalah: &lt;/strong&gt;                   &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kadar kortikosteroid yang tinggi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kehamilan diabetes gestasional), akan hilang setelah melahirkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Obat-obatan  yang dapat merusak pankreas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Racun yang mempengaruhi pembentukan atau efek dari insulin.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                   &lt;h4 align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Sulitnya Membaca Gejala Diabetes&lt;/span&gt;&lt;a name="tiga"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://medicastore.com/diabetes/images/gejala_diabetes.jpg" alt="gejala diabetes" align="right" height="315" hspace="5" width="303" /&gt;Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan dikeluarkan melalui air kemih.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;poliuri&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;).  Akibatnya, maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga  banyak minum (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;polidipsi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;).&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, sehingga penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;polifagi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;).&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan tubuh selama melakukan olah raga. Penderita diabetes yang gula darahnya kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.&lt;/p&gt;       &lt;table class="table" align="center" border="1" bordercolor="#00ccff" cellpadding="2" cellspacing="2" width="486"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr bgcolor="#66ccff"&gt;                       &lt;th bgcolor="#00ccff" width="214"&gt;&lt;strong&gt;Diabetes Mellitus tipe 1&lt;/strong&gt;&lt;/th&gt;                       &lt;th bgcolor="#00ccff" width="256"&gt;&lt;strong&gt;Diabetes Mellitus tipe 2&lt;/strong&gt;&lt;/th&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td&gt;&lt;p align="justify"&gt;Timbul tiba-tiba.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak ada gejala selama beberapa tahun. Jika insulin berkurang semakin parah maka sering berkemih dan sering merasa haus.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr valign="top"&gt;                       &lt;td&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berkembang dengan cepat ke dalam suatu  keadaan yang disebut dengan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;ketoasidosis diabetikum&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jarang terjadi ketoasidosis.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Pada penderita diabetes tipe 1, terjadi suatu  keadaan yang disebut dengan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;ketoasidosis diabetikum&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Meskipun kadar gula di dalam darah tinggi tetapi sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, sehingga sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Sumber  untuk energi dapat berasal dari lemak tubuh. Sel lemak dipecah dan  menghasilkan &lt;em&gt;keton&lt;/em&gt;, yang merupakan senyawa kimia beracun yang  bisa menyebabkan darah menjadi asam (&lt;em&gt;ketoasidosis&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Gejala awal dari &lt;em&gt;ketoasidosis diabetikum &lt;/em&gt;adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Bau  nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, &lt;em&gt;ketoasidosis diabetikum&lt;/em&gt; bisa berkembang menjadi koma, kadang  dalam waktu hanya beberapa jam.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Bahkan setelah mulai  menjalani terapi insulin, penderita &lt;strong&gt;diabetes tipe 1&lt;/strong&gt; bisa  mengalami &lt;em&gt;ketoasidosis&lt;/em&gt; jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakaan atau penyakit yang serius.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Penderita &lt;strong&gt;diabetes tipe 2&lt;/strong&gt; bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami &lt;em&gt;dehidrasi&lt;/em&gt; berat, yang bisa menyebabkan  kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut &lt;em&gt;koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;       &lt;h4 align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Mendiagnosis Diabetes Mellitus&lt;a name="empat"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;Diagnosis  diabetes ditegakkan berdasarkan gejalanya yaitu 3P (&lt;em&gt;polidipsi,  polifagi, poliuri&lt;/em&gt;) dan hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan kadar gula darah yang tinggi (tidak normal). Untuk mengukur kadar gula darah, contoh darah biasanya diambil setelah penderita berpuasa selama 8 jam atau bisa juga diambil setelah makan.&lt;/p&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;Perlu perhatian khusus bagi penderita yang berusia di atas 65 tahun. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan setelah berpuasa dan jangan setelah makan karena usia lanjut memiliki peningkatan gula darah yang lebih tinggi.&lt;/p&gt;                   &lt;table class="table" align="center" border="1" hspace="5" vspace="5" width="200"&gt;                      &lt;tbody&gt;&lt;tr bordercolor="#ECE9D8"&gt;                       &lt;td colspan="4" align="center" bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;strong&gt;Kriteria Diagnostik Gula darah (mg/dL)&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                      &lt;/tr&gt;       &lt;tr bordercolor="#66CCFF" bgcolor="#00ccff"&gt;                       &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                       &lt;td align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bukan Diabetes&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td align="center"&gt;&lt;strong&gt;Pra Diabetes&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td align="center"&gt;&lt;strong&gt;Diabetes&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr bordercolor="#66CCFF" bgcolor="#ffff00"&gt;                       &lt;td align="center" bgcolor="#00ccff"&gt;&lt;strong&gt;Puasa&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td align="center" bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;&gt;                       &lt;td align="center" bgcolor="#ffffff"&gt;110-125&lt;/td&gt;                       &lt;td align="center" bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;u&gt;&gt;&lt;/u&gt; 126&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr bordercolor="#66CCFF" bgcolor="#ffff00"&gt;                       &lt;td align="center" bgcolor="#00ccff"&gt;&lt;strong&gt;Sewaktu&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td align="center" bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;&gt;                       &lt;td align="center" bgcolor="#ffffff"&gt;110-199&lt;/td&gt;                       &lt;td align="center" bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;u&gt;&gt;&lt;/u&gt; 200&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Pemeriksaan darah lainnya yang bisa dilakukan adalah tes toleransi glukosa. Tes ini dilakukan pada keadaan tertentu, misalnya pada wanita hamil. Hal ini untuk mendeteksi diabetes yang sering terjadi pada wanita hamil.&lt;/p&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;Penderita berpuasa dan contoh darahnya diambil untuk mengukur kadar gula darah puasa. Lalu penderita diminta meminum larutan khusus yang mengandung sejumlah glukosa dan 2-3 jam kemudian contoh darah diambil lagi untuk diperiksa.&lt;/p&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;Hasil glukosa contoh darah dibandingkan dengan kriteria diagnostik gula darah terbaru yang dikeluarkan oleh PERKENI tahun 2006. &lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Sebelum berkembang menjadi diabetes tipe 2, biasanya selalu menderita pra-diabetes, yang memiliki gejala tingkat gula darah lebih tinggi dari normal tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosa diabetes. Setidaknya 20% dari populasi usia 40 hingga 74 tahun menderita pra-diabetes. &lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Penelitian menunjukkan beberapa kerusakan dalam jangka panjang, terutama pada jantung dan sistem peredaran darah selama pra-diabetes ini. Dengan pre-diabetes, anda akan memiliki resiko satu setengah kali lebih besar terkena penyakit jantung. Saat Anda menderita diabetes, maka risiko naik menjadi 2 hingga 4 kali. &lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Akan tetapi, pada beberapa orang yang memiliki pra-diabetes, kemungkinan untuk menjadi diabetes dapat ditunda atau dicegah dengan perubahan gaya hidup. Diabetes dan pra-diabetes dapat muncul pada orang-orang dengan umur dan ras yang beragam, tetapi ada kelompok tertentu yang memiliki resiko lebih tinggi.&lt;/p&gt;       &lt;h4 align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Komplikasi Diabetes Bisa Mematikan&lt;/span&gt;&lt;a name="lima" id="lima"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://medicastore.com/diabetes/images/komplikasi_diabetes.jpg" alt="komplikasi diabetes" align="right" height="314" hspace="5" width="250" /&gt;Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi (menyebabkan terjadinya penyakit lain) yang paling banyak. Hal ini berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi terus menerus, sehingga berakibat rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainnya.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Zat kompleks yang terdiri dari gula di dalam dinding pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran. Akibat penebalan ini maka aliran darah akan berkurang, terutama yang menuju ke kulit dan saraf.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga cenderung menyebabkan kadar zat berlemak dalam darah meningkat, sehingga mempercepat terjadinya &lt;em&gt;aterosklerosis&lt;/em&gt; (penimbunan &lt;em&gt;plak&lt;/em&gt; lemak di dalam pembuluh  darah). &lt;em&gt;Aterosklerosis&lt;/em&gt; ini 2-6 kali lebih sering terjadi pada  penderita diabetes.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Sirkulasi  darah yang buruk ini melalui pembuluh darah besar (makro) bisa  melukai otak, jantung, dan pembuluh darah kaki (&lt;em&gt;makroangiopati&lt;/em&gt;),  sedangkan pembuluh darah kecil (mikro) bisa melukai mata, ginjal,  saraf dan kulit serta memperlambat penyembuhan luka.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Penderita diabetes bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik. Komplikasi yang lebih sering terjadi dan mematikan adalah serangan jantung dan &lt;em&gt;stroke&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Kerusakan  pada pembuluh darah mata bisa menyebabkan gangguan penglihatan akibat  kerusakan pada retina mata (&lt;em&gt;retinopati diabetikum)&lt;/em&gt;. Kelainan  fungsi ginjal bisa menyebabkan &lt;em&gt;gagal ginjal&lt;/em&gt; sehingga penderita  harus menjalani cuci darah (&lt;em&gt;dialisa)&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Gangguan pada  saraf dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Jika satu saraf  mengalami kelainan fungsi (&lt;em&gt;mononeuropati&lt;/em&gt;), maka sebuah lengan  atau tungkai biasa secara tiba-tiba menjadi lemah.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Jika  saraf yang menuju ke tangan, tungkai dan kaki mengalami kerusakan  (&lt;em&gt;polineuropati diabetikum&lt;/em&gt;), maka pada lengan dan tungkai bisa  dirasakan kesemutan atau nyeri seperti terbakar dan kelemahan.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Kerusakan pada saraf menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera karena penderita tidak dapat meradakan perubahan tekanan maupun suhu. Berkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan &lt;em&gt;ulkus&lt;/em&gt; (borok) dan semua penyembuhan luka berjalan lambat. Ulkus di kaki bisa sangat dalam dan mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lama sehingga sebagian tungkai harus diamputasi.&lt;/p&gt;       &lt;h4 align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Terapi Untuk Diabetes Mellitus&lt;/span&gt;&lt;a name="penanganan_stroke" id="penanganan_stroke"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Namun, kadar gula darah yang benar-benar normal sulit untuk dipertahankan.&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Meskipun demikian, semakin mendekati kisaran yang normal, maka kemungkinan terjadinya komplikasi sementara maupun jangka panjang menjadi semakin berkurang. Untuk itu diperlukan pemantauan kadar gula darah secara teratur baik dilakukan secara mandiri dengan alat tes kadar gula darah sendiri di rumah atau dilakukan di laboratorium terdekat.&lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Pengobatan diabetes meliputi &lt;strong&gt;pengendalian berat badan,  olah raga dan diet&lt;/strong&gt;. Seseorang yang obesitas dan menderita diabetes tipe 2 tidak akan memerlukan pengobatan jika mereka menurunkan berat badannya dan berolah raga secara teratur.&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Namun, sebagian besar penderita merasa kesulitan menurunkan berat badan dan melakukan olah raga yang teratur. Karena itu biasanya diberikan terapi sulih insulin atau obat hipoglikemik (penurun kadar gula darah) per-oral.&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Diabetes tipe 1 hanya bisa diobati dengan insulin tetapi tipe 2 dapat diobati dengan obat oral. Jika pengendalian berat badan dan berolahraga tidak berhasil maka dokter kemudian memberikan obat yang dapat diminum (oral = mulut) atau menggunakan insulin.&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Berikut ini pembagian terapi farmakologi untuk diabetes, yaitu:     &lt;/p&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://medicastore.com/diabetes/#hipoglikemik"&gt;Obat Hipoglikemik Oral (OHO)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://medicastore.com/diabetes/#insulin"&gt;Terapi Sulih Insulin&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;     &lt;h4&gt;1.  Obat hipoglikemik oral&lt;a name="hipoglikemik"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Golongan &lt;em&gt;sulfonilurea&lt;/em&gt; seringkali dapat menurunkan kadar gula darah secara adekuat pada penderita diabetes tipe II, tetapi tidak efektif pada diabetes tipe I. Contohnya adalah &lt;strong&gt;glipizid, gliburid, tolbutamid  dan klorpropamid&lt;/strong&gt;. Obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara  merangsang pelepasan insulin oleh pankreas dan meningkatkan  efektivitasnya.&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Obat lainnya, yaitu&lt;em&gt; metformin&lt;/em&gt;, tidak  mempengaruhi pelepasan insulin tetapi meningkatkan respon tubuh  terhadap insulinnya sendiri. &lt;em&gt;Akarbos&lt;/em&gt; bekerja dengan cara menunda  penyerapan glukosa di dalam usus.&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Obat hipoglikemik per-oral biasanya diberikan pada penderita diabetes tipe II jika diet dan oleh raga gagal menurunkan kadar gula darah dengan cukup.&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Obat  ini kadang bisa diberikan hanya satu kali (pagi hari), meskipun  beberapa penderita memerlukan 2-3 kali pemberian.&lt;br /&gt;Jika obat hipoglikemik per-oral tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik, mungkin perlu diberikan suntikan insulin.&lt;/p&gt;     &lt;h4&gt;2.  Terapi Sulih Insulin&lt;a name="insulin"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://medicastore.com/diabetes/images/suntik_insulin.jpg" alt="insulin" align="left" hspace="5" width="149" /&gt;Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan insulin sehingga harus diberikan insulin pengganti. Pemberian insulin hanya dapat dilakukan melalui suntikan, insulin dihancurkan di dalam lambung sehingga tidak dapat diberikan per-oral (ditelan).&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Bentuk insulin yang baru (semprot hidung) sedang dalam penelitian. Pada saat ini, bentuk insulin yang baru ini belum dapat bekerja dengan baik karena laju penyerapannya yang berbeda menimbulkan masalah dalam penentuan dosisnya.&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Insulin disuntikkan dibawah kulit ke dalam lapisan lemak, biasanya di lengan, paha atau dinding perut. Digunakan jarum yang sangat kecil agar tidak terasa terlalu nyeri.&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Insulin terdapat dalam 3 bentuk dasar, masing-masing memiliki  kecepatan dan lama kerja yang berbeda:&lt;/p&gt;     &lt;ol type="1"&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify"&gt;Insulin kerja cepat.&lt;br /&gt;Contohnya adalah &lt;em&gt;insulin reguler&lt;/em&gt;, yang bekerja paling   cepat dan paling sebentar.&lt;br /&gt;Insulin ini seringkali mulai menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit, mencapai puncaknya dalam waktu 2-4 jam dan bekerja selama 6-8 jam.&lt;br /&gt;Insulin kerja cepat seringkali digunakan oleh penderita yang menjalani beberapa kali suntikan setiap harinya dan disutikkan 15-20 menit sebelum makan.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify"&gt;Insulin kerja sedang.&lt;br /&gt;Contohnya adalah &lt;em&gt;insulin suspensi seng&lt;/em&gt; atau&lt;em&gt; suspensi insulin isofan&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Mulai bekerja dalam waktu 1-3 jam,   mencapai puncak maksimun dalam waktu 6-10 jam dan bekerja selama 18-26 jam.&lt;br /&gt;Insulin ini bisa disuntikkan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama sehari dan dapat disuntikkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p align="justify"&gt;Insulin kerja lambat.&lt;br /&gt;Contohnya adalah &lt;em&gt;insulin suspensi seng yang telah dikembangkan&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Efeknya baru timbul setelah 6 jam dan bekerja selama 28-36 jam.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Sediaan insulin stabil dalam suhu ruangan selama berbulan-bulan sehingga bisa  dibawa kemana-mana.&lt;/p&gt;       &lt;table class="table" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr align="left" valign="top"&gt;                         &lt;th colspan="2"&gt;&lt;p align="left"&gt;Pemilihan insulin yang akan digunakan tergantung kepada:&lt;/p&gt;&lt;/th&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr align="left" valign="top"&gt;                         &lt;td align="center" width="6%"&gt;*&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify" width="94%"&gt;Keinginan penderita untuk mengontrol diabetesnya&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr align="left" valign="top"&gt;                         &lt;td align="center"&gt;*&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify"&gt;Keinginan penderita untuk memantau kadar gula darah dan menyesuaikan dosisnya&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr align="left" valign="top"&gt;                         &lt;td align="center"&gt;*&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify"&gt;Aktivitas harian penderita&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr align="left" valign="top"&gt;                         &lt;td align="center"&gt;*&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify"&gt;Kecekatan penderita dalam mempelajari dan memahami penyakitnya&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr align="left" valign="top"&gt;                         &lt;td align="center"&gt;*&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify"&gt;Kestabilan kadar gula darah sepanjang hari dan dari hari ke hari.&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Sediaan yang paling mudah digunakan adalah suntikan sehari sekali dari insulin kerja sedang. Tetapi sediaan ini memberikan kontrol gula darah yang paling minimal.&lt;/p&gt;      &lt;p align="justify"&gt;Kontrol yang lebih ketat bisa diperoleh dengan menggabungkan 2 jenis insulin, yaitu insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang. Suntikan kedua diberikan pada saat makan malam atau ketika hendak tidur malam.&lt;/p&gt;      &lt;p align="justify"&gt;Kontrol yang paling ketat diperoleh dengan menyuntikkan insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang pada pagi dan malam hari disertai suntikan insulin kerja cepat tambahan pada siang hari.&lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Beberapa penderita usia lanjut memerlukan sejumlah insulin yang sama setiap harinya; penderita lainnya perlu menyesuaikan dosis insulinnya tergantung kepada makanan, olah raga dan pola kadar gula darahnya. Kebutuhan akan insulin bervariasi sesuai dengan perubahan dalam makanan dan olah raga.&lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Beberapa penderita mengalami &lt;em&gt;resistensi&lt;/em&gt; terhadap insulin. Insulin tidak sepenuhnya sama  dengan insulin yang dihasilkan oleh tubuh, karena itu tubuh bisa  membentuk &lt;em&gt;antibodi &lt;/em&gt;terhadap insulin pengganti. Antibodi ini mempengaruhi aktivitas insulin sehingga penderita dengan resistansi terhadap insulin harus meningkatkan dosisnya.&lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Penyuntikan insulin dapat mempengaruhi kulit dan jaringan dibawahnya pada tempat suntikan. Kadang terjadi reaksi alergi yang menyebabkan nyeri dan rasa terbakar, diikuti kemerahan, gatal dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan selama beberapa jam.&lt;/p&gt;      &lt;p align="justify"&gt;Suntikan sering menyebabkan terbentuknya endapan lemak (sehingga kulit tampak berbenjol-benjol) atau merusak lemak (sehingga kulit berlekuk-lekuk). Komplikasi tersebut bisa dicegah dengan cara mengganti tempat penyuntikan dan mengganti jenis insulin. Pada pemakaian insulin manusia sintetis jarang terjadi resistensi dan alergi.&lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Pengaturan diet sangat penting. Biasanya penderita tidak boleh terlalu banyak makan makanan manis dan harus makan dalam jadwal yang teratur. Penderita diabetes cenderung memiliki kadar kolesterol yang tinggi, karena itu dianjurkan untuk membatasi jumlah lemak jenuh dalam makanannya. Tetapi cara terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol adalah mengontrol kadar gula darah dan berat badan.&lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Semua penderita hendaknya memahami bagaimana menjalani diet dan olah raga untuk mengontrol penyakitnya. Mereka harus memahami bagaimana cara menghindari terjadinya komplikasi.&lt;/p&gt;      &lt;p align="justify"&gt;Penderita juga harus memberikan perhatian khusus terhadap infeksi kaki sehingga kukunya harus dipotong secara teratur. Penting untuk memeriksakan matanya supaya bisa diketahui perubahan yang terjadi pada pembuluh darah di mata.&lt;/p&gt;      &lt;h4 align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Mencegah Bahaya Komplikasi&lt;/span&gt;                      &lt;a name="ada_harapan" id="ada_harapan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;      &lt;p align="justify"&gt;Pemantauan kadar gula darah merupakan bagian yang penting dari pengobatan diabetes. Adanya glukosa bisa diketahui dari air kemih; tetap pemeriksaan air kemih bukan merupakan cara yang baik untuk memantau pengobatan atau menyesuaikan dosis pengobatan.&lt;/p&gt;      &lt;p align="justify"&gt;Saat ini kadar gula darah dapat diukur sendiri dengan mudah oleh penderita di rumah menggunakan alat pengukur glukosa darah. Penderita diabetes harus mencatat kadar gula darah mereka dan melaporkannya kepada dokter agar dosis insulin atau obat hipoglikemiknya dapat disesuaikan.&lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Insulin  maupun obat hipoglikemik per-oral bisa terlalu banyak menurunkan  kadar gula darah sehingga terjadi &lt;strong&gt;hipoglikemia&lt;/strong&gt;. Hipoglikemia (rendahnya kadar gula dalam darah) juga bisa terjadi jika penderita kurang makan atau tidak makan pada waktunya atau melakukan olah raga yang terlalu berat tanpa makan.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Jika kadar gula darah terlalu rendah, organ pertama yang terkena pengaruhnya adalah otak. Untuk melindungi otak, tubuh segera mulai membuat glukosa dari &lt;em&gt;glikogen&lt;/em&gt; yang tersimpan di hati.&lt;/p&gt;      &lt;p align="justify"&gt;Proses ini melibatkan pelepasan &lt;em&gt;epinefrin&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;adrenalin&lt;/em&gt;), yang cenderung menyebabkan rasa lapar, kecemasan, meningkatnya kesiagaan dan gemetaran. Berkurangnya kadar glukosa darah ke otak bisa menyebabkan sakit kepala.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Hipoglikemia harus segera diatasi karena dalam beberapa menit bisa menjadi berat, menyebabkan koma dan kadang cedera otak menetap. Jika terdapat tanda hipoglikemia, penderita harus segera makan gula.&lt;/p&gt;      &lt;p align="justify"&gt;Oleh sebab itu, penderita diabetes harus selalu membawa permen, gula atau tablet glukosa untuk menghadapi serangan hipoglikemia. Atau penderita segera minum segelas susu, air gula atau jus buah, sepotong kue, buah-buahan atau makanan manis lainnya.&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Penderita  diabetes tipe I harus selalu membawa &lt;em&gt;glukagon&lt;/em&gt;, yang bisa  disuntikkan jika mereka tidak dapat memakan makanan yang mengandung  gula.&lt;/p&gt;     &lt;table class="table" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr align="left" valign="top"&gt;                         &lt;th colspan="2" align="left"&gt;Gejala-gejala dari kadar gula darah rendah:&lt;/th&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr align="left" valign="top"&gt;                         &lt;td align="center" width="6%"&gt;*&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify" width="94%"&gt;Rasa lapar yang timbul secara tiba-tiba&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr align="left" valign="top"&gt;                         &lt;td align="center"&gt;*&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify"&gt;Sakit kepala&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr align="left" valign="top"&gt;                         &lt;td align="center"&gt;*&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify"&gt;Kecemasan yang timbul secara tiba-tiba&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr align="left" valign="top"&gt;                         &lt;td align="center"&gt;*&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify"&gt;Badan gemetaran&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr align="left" valign="top"&gt;                         &lt;td align="center"&gt;*&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify"&gt;Berkeringat&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr align="left" valign="top"&gt;                         &lt;td align="center"&gt;*&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify"&gt;Bingung&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr align="left" valign="top"&gt;                         &lt;td align="center"&gt;*&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify"&gt;Penurunan kesadaran, koma.&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;        &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ketoasidosis diabetikum&lt;/strong&gt; merupakan suatu keadaan darurat. Tanpa pengobatan yang tepat dan cepat, bisa terjadi koma bahkan kematian. Penderita harus dirawat di unit perawatan intensif. Diberikan sejumlah besar cairan intravena dan elektrolit (natrium, kalium, klorida, fosfat) untuk menggantikan yang hilang melalui air kemih yang berlebihan. &lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;Insulin diberikan melalui intravena sehingga bisa bekerja dengan segera dan dosisnya disesuaikan. Kadar glukosa, keton dan elektrolit darah diukur setiap beberapa jam, sehingga pengobatan yang diberikan bisa disesuaikan.&lt;/p&gt;      &lt;p align="justify"&gt;Contoh darah arteri diambil untuk mengetahui keasamannya. Pengendalian kadar gula darah dan penggantian elektrolit biasanya bisa mengembalikan keseimbangan asam basa, tetapi kadang perlu diberikan pengobatan tambahan untuk mengoreksi keasaman darah.&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;Pengobatan untuk &lt;strong&gt;koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik&lt;/strong&gt; sama dengan pengobatan untuk ketoasidosis diabetikum yaitu diberikan cairan dan elektrolit pengganti. Kadar gula darah harus dikembalikan secara bertahap untuk mencegah perpindahan cairan ke dalam otak. Kadar gula darah cenderung lebih mudah dikontrol dan keasaman darahnya tidak terlalu berat. &lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;Jika kadar gula darah tidak terkontrol,  sebagian besar komplikasi jangka panjang berkembang secara progresif. &lt;strong&gt;Retinopati diabetik&lt;/strong&gt; dapat diobati secara langsung dengan pembedahan laser untuk menyumbat kebocoran pembuluh darah mata sehingga bisa mencegah kerusakan retina yang menetap. Terapi laser dini bisa membantu mencegah atau memperlambat hilangnya penglihatan.&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;Penelitian terakhir menunjukkan bahwa komplikasi diabetes dapat dicegah, ditunda atau diperlambat dengan mengontrol kadar gula darah. Mengontrol kadar gula darah dapat dilakukan dengan terapi misalnya patuh meminum obat.&lt;/p&gt;     &lt;h4 align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Hindari Diabetes dengan Ubah Gaya Hidup&lt;/span&gt; &lt;a name="lifestyle" id="lifestyle"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://medicastore.com/diabetes/images/jogging.jpg" alt="olahraga" align="left" hspace="5" /&gt;Faktor keturunan memiliki pengaruh apakah seseorang dapat terkena diabetes atau tidak. Selain keturunan, gaya hidup juga berperan besar. Diabetes tipe 2 sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas. Obesitas atau kegemukan merupakan pemicu terpenting penyebab diabetes.&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Obesitas artinya berat badan berlebih minimal sebanyak 20% dari berat badan idaman. Juga berarti indeks masa tubuh lebih dari 25 kg/m2. Lemak yang berlebih akan menyebabkan resistensi terhadap insulin. Ini menjelaskan mengapa diet dan olahraga merupakan metode penatalaksanaan untuk diabetes tipe 2.&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Dengan menurunkan berat badan dan meningkatkan massa otot, akan mengurangi jumlah lemak sehingga membantu tubuh memanfaatkan insulin dengan lebih baik. Ternyata ada hubungan antara diabetes tipe 2 dengan letak tumpukan lemak terbanyak. Bila timbunan lemak terbanyak terdapat di perut maka risiko terkena diabetes lebih tinggi.&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Para peneliti juga percaya bahwa gen yang membawa sifat obesitas ikut berperan dalam menyebabkan diabetes. Gen yang bernama gen obes ini mengatur berat badan melalui protein pemberi kabar apakah kita lapar atau tidak. Pada percobaan dengan tikus, bila gen ini bermutasi maka tikus akan menjadi obes dan mengalami diabetes tipe 2.&lt;/p&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Penelitian menunjukkan bahwa kegemukan berhubungan dengan waktu yang dihabiskan di depan TV dan komputer. Menonton TV akan menyebabkan tidak bergerak juga berpengaruh terhadap pola makan mengemil.&lt;/p&gt;       &lt;table class="table" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                         &lt;th colspan="2" align="justify"&gt;Bagaimana cara mengatasi kegemukan untuk menghindari diabetes?&lt;br /&gt;Caranya mudah, murah dan efektif, antara lain:&lt;/th&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                         &lt;td align="center" width="7%"&gt;1.&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify" width="93%"&gt;Membiasakan diri untuk hidup sehat&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                         &lt;td align="center"&gt;2.&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify"&gt;Biasakan diri berolahraga secara teratur&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                         &lt;td align="center"&gt;3.&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify"&gt;Hindari menonton TV atau main komputer terlalu lama&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                         &lt;td align="center"&gt;4.&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify"&gt;Jangan  mengkonsumsi permen, coklat, atau snack dengan kandungan garam yang tinggi.&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                         &lt;td align="center"&gt;5.&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify"&gt;Hindari makanan siap saji dengan kandungan kadar karbohidrat dan lemak tinggi.&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr valign="top"&gt;                         &lt;td align="center"&gt;6.&lt;/td&gt;                         &lt;td align="justify"&gt;Konsumsi sayuran dan buah-buahan.&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;p&gt; &lt;/p&gt;     &lt;table align="center" border="0" cellpadding="5" width="99%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                        &lt;td class="inset" bgcolor="#ccffff"&gt;&lt;h4&gt;Expert Review&lt;a name="expert_review" id="expert_review"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;                        &lt;p align="justify"&gt;Umumnya,  penderita diabetes mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah  terjadi komplikasi. Hal ini diungkapkan oleh &lt;strong&gt;Prof.DR.Dr. Sidartawan  Soegondo, SpPD,KEMD,FACE &lt;/strong&gt;di kantornya di Bagian  Metabolik dan Endokrin, FKUI/RSCM.&lt;/p&gt;                        &lt;p align="justify"&gt;Diabetes itu seperti rayap, bekerja diam-diam merusak organ di dalam tubuh.  Diabetes sering disebut sebagai &lt;strong&gt;“The Silent Killer”&lt;/strong&gt;. “Namun, sebenarnya komplikasinya yang mematikan, bukan diabetesnya,” jelas Prof. Sidartawan.&lt;/p&gt;                        &lt;p align="justify"&gt;Gejala diabetes pun tidak menakutkan, seperti banyak makan (&lt;strong&gt;polifagi&lt;/strong&gt;), banyak minum (&lt;strong&gt;polidipsi&lt;/strong&gt;), dan kencing lancar (&lt;strong&gt;poliuri&lt;/strong&gt;). Menurut Prof. Sidartawan, dengan gejala seperti itu orang tidak pergi ke dokter. Sebaliknya jika tidak mau makan dan susah kencing, baru orang pergi ke dokter.&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Diabetes mellitus bukan satu penyakit tetapi beberapa penyakit yang memiliki gejala kadar gulanya naik. Bisa disebabkan karena pankreasnya rusak (tipe 1), sekresi insulin menjadi berkurang (tipe 2), obat-obatan yang mengakibatkan pankreasnya rusak dan diabetes yang terjadi pada wanita hamil (&lt;em&gt;gestational&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Gaya  hidup yang bersalah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Mereka yang memiliki risiko tinggi terkena diabetes adalah yang memiliki riwayat keluarga mengidap diabetes, memasuki usia di atas 40 tahun, kegemukan, tekanan darah tinggi, selain tentu saja pola makan yang salah.&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Jumlah penderita diabetes di daerah perkotaan di Indonesia pada tahun 2003 adalah 8,2 juta orang, sedangkan di daerah pedesaan 5,5 juta orang. Diperkirakan, 1 dari 8 orang di Jakarta mengidap diabetes. Tingginya jumlah penderita di daerah perkotaan, antara lain disebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakatnya.&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Diabetes  tidak dapat disembuhkan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Karena diabetes tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, sudah saatnya kita melakukan tindakan pencegahan, antara lain tidak makan berlebihan, menjaga berat badan, dan rutin melakukan aktivitas fisik.&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Olahraga juga dapat secara efektif mengontrol diabetes, antara lain dengan melakukan senam khusus diabetes, berjalan kaki, bersepeda, dan berenang. Diet dipadu dengan olahraga merupakan cara efektif mengurangi berat badan, menurunkan kadar gula darah, dan mengurangi stres.&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Latihan yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan risiko terkena serangan jantung, serta memacu pengaktifan produksi insulin dan membuatnya bekerja lebih efisien.&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Komplikasi  diabetes justru mematikan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Ancaman diabetes melitus terus membayangi kehidupan masyarakat. Sekitar 12–20% penduduk dunia diperkirakan mengidap penyakit ini dan setiap 10 detik di dunia orang meninggal akibat komplikasi yang ditimbulkan.&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Komplikasi diabetes terjadi pada semua organ dalam tubuh yang dialiri pembuluh darah kecil dan besar dengan penyebab kematian 50% akibat penyakit jantung koroner dan 30% akibat gagal ginjal. Selain kematian, DM juga menyebabkan kecacatan.&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Sebanyak 30% penderita DM mengalami kebutaan akibat komplikasi retinopati dan 10% harus menjalani amputasi tungkai kaki. Bahkan DM membunuh lebih banyak dibandingkan dengan HIV/AIDS.&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Untuk penderita diabetes, komplikasi bisa dicegah dengan mengendalikan gula darah. Dokter tidak langsung meresepkan obat melainkan meminta pasien agar merubah &lt;em&gt;lifestyle&lt;/em&gt;nya. “Ubah life style dengan lebih  aktif melakukan kegiatan jasmani dan mengatur makanan,” kata Prof.  Sidaratawan.&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Terapi untuk diabetisi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Bila ternyata mengubah gaya hidup tidak berhasil baru kemudian diberikan obat. Pemberian obat ini tergantung tipe, komplikasinya (penyakit ginjal, jantung, dll) dan berapa lama mengidap diabetes.&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Obat untuk diabetes disebut obat hipoglikemik oral (OHO) terbagi menjadi 2 kelompok yaitu obat yang memperbaiki kerja insulin (seperti &lt;strong&gt;metformin, glitazone, dan  akarbose&lt;/strong&gt;) dan obat yang meningkatkan produksi insulin (seperti  &lt;strong&gt;sulfonil, repaglinid dan natelinid&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;insulin&lt;/strong&gt; yang disuntikkan).&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Kelompok pertama bekerja pada temapat dimana terdapat insulin yang mengatur gula darah seperti di hati, usus, otot dan jaringan lemak. Kelompok kedua meningkatkan pelepasan insulin ke sirkulasi, sedangkan insulin yang disuntikkan menambah kadar insulin di sirkulasi darah.&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Ketidakpatuhan mengkonsumsi obat merupakan penyebab utama kegagalan terapi sehingga penderita diabetes perlu diedukasi. Sebaiknya penderita diabetes melakukan konsultasi secara berkala dengan dokter. Selain itu dituntut sikap disiplin dan kepatuhan dalam mengonsumsi obat maupun suntik insulin agar tidak terjadi komplikasi penyakit.&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Cegah  &amp;amp; Deteksi Diabetes&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Di Indonesia, sekitar 95% kasus adalah diabetes tipe 2. Pada diabetes tipe 2 ini, penyebabnya tidak hanya faktor keturunan tapi juga gaya hidup misalnya kegemukan yang terjadi akibat gaya hidup makan kaya lemak dan tidak berolahraga. &lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Faktor keturunan tidak bisa dicegah tapi gaya hidup bisa diubah. “Jangan sampai gemuk, jangan banyak makan makanan berlemak dan manis serta banyaklah bergerak,” saran Prof Sidartawan.&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Risiko diabetes setiap tahunnya meningkat 30 persen, sehingga Prof. Sidartawan menyarankan agar melakukan pemeriksaan gula darah setahun sekali jika kita termasuk dalam satu atau dua dari faktor risiko diabetes.&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;h4 class="style1"&gt;Pentingnya Pemantauan Pengujian Gula Darah bagi Diabetesi&lt;a name="sembilan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Pemantauan kadar gula darah penderita diabetes &lt;em&gt;&lt;strong&gt;(diabetesi)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; secara teratur merupakan bagian yang penting dari pengendalian diabetes, terutama penderita DM tipe 1, DM tipe 2 dengan terapi insulin, DM tipe 2 yang sering mengalami hipoglikemia dan DM Gestasonal.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Pemantauan kadar gula darah ini penting karena &lt;strong&gt;membantu menentukan penanganan medis yang tepat sehingga mengurangi resiko komplikasi yang berat,&lt;/strong&gt; dan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Pemeriksaan kadar gula darah dapat dilakukan dengan berbagai cara baik di laboratorium, klinik bahkan dapat dilakukan pemantauan kadar gula mandiri yang dapat dilakukan pasien dirumah dengan menggunakan alat yang bernama &lt;strong&gt;Glukometer.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mengapa Diabetesi harus monitor kadar gula darah dengan Glukometer?&lt;/strong&gt;          &lt;/p&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li&gt;Lebih ekonomis dan praktis di banding pemeriksaan di laboratorium&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk menyesuaikan dosis obat, terutama bagi pengguna insulin sehingga terhindar dari hipoglikemia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kadar Gula penderita Diabetes Mellitus tipe I sangat berfluktuasi dan cepat berubah&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;             &lt;p align="justify"&gt;Konsultasikan kepada dokter, kapan dan seberapa sering Anda harus melakukan tes tersebut. Karena dapat bervariasi. Dianjurkan pagi hari sebelum sarapan, dua jam setelah makan, dan malam hari sebelum tidur. Perlu pula pengukuran pada saat tertentu lainnya. Contohnya pengukuran yang lebih ketat bila terjadi hipoglikemia (menurunnya kadar gula darah secara tidak normal), saat sebelum olahraga dan pada kehamilan.&lt;/p&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;Simpan catatan dari tes darah, obat-obatan yang dikonsumsi, serta aktivitas harian Anda. Dan bawa catatan tersebut bila Anda berkonsultasi ke dokter.&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Yang perlu diperhatikan dalam memilih Alat Glukometer, adalah alat yang memiliki tingkat akurasi hasil yang tinggi / mendekati hasil laboratorium, terpercaya serta mudah digunakan.&lt;/p&gt;                         &lt;table border="3" bordercolor="#477739" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td bgcolor="#b9e4b8"&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span class="style13"&gt;Monitor selalu..!! Si Manis dalam Darah Anda&lt;/span&gt;&lt;a name="sepuluh"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style9"&gt;Ascencia™ ENTRUST™&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alat Test Kadar Gula Darah yang Terpecaya dan Mudah digunakan dari Bayer Healthcare&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bayer&lt;/strong&gt; telah menjadi pemimpin di bidang riset dan pengembangan diabetes care lebih dari 60 tahun. &lt;strong&gt; &lt;strong&gt;Ascencia™ ENTRUST™&lt;/strong&gt; Meter&lt;/strong&gt; adalah satu tambahan anggota keluarga dari produk &lt;strong&gt;Diabetes Care Bayer&lt;/strong&gt; yang dapat memberikan hasil kadar glukosa akurat, terpecaya dan mudah digunakan untuk kontrol lebih baik.&lt;/p&gt;                         &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                             &lt;td valign="top"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ascencia™ ENTRUST™&lt;/strong&gt;, Alat yang dipergunakan untuk memonitor kadar glukosa darah menggunakan strips test. Yang dilengkapi dengan servis purna jual seperti “&lt;strong&gt;Lifetime Guarranty”&lt;/strong&gt; dan beberapa program edukasi kepada pelanggannya.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td&gt;&lt;a href="http://www.medicastore.com/med/caridatapilih.php?pilih=1&amp;amp;UID=20070606144426202.73.125.240&amp;amp;cari=Ascensia"&gt;&lt;img src="http://medicastore.com/diabetes/images/Ascensia_monitor.gif" alt="ascensia_strip" border="0" height="110" width="175" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                         &lt;p align="justify"&gt;Para pengguna &lt;strong&gt;Ascencia™ ENTRUST™&lt;/strong&gt; juga dapat memperoleh &lt;a href="http://www.medicastore.com/med/caridatapilih.php?pilih=1&amp;amp;UID=20070606144426202.73.125.240&amp;amp;cari=Ascensia"&gt;Strip dan Lancet (&lt;em&gt;jarum pencoblos&lt;/em&gt;)&lt;/a&gt;  &lt;strong&gt;Ascencia™ ENTRUST™&lt;/strong&gt; di berbagai Apotek dan Toko Alkes terkenal di kota Anda dengan &lt;span class="style14"&gt;harga ekonomis&lt;/span&gt; dengan &lt;span class="style14"&gt;kualitas terpecaya&lt;/span&gt;, atau Anda dapat menghubungi:&lt;/p&gt;                         &lt;p align="center"&gt;&lt;span class="style6"&gt;Customer Servis Ascensia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Telepon : 021 – 532 4911 atau 727 9776,&lt;br /&gt;email &lt;a href="mailto:tri@mkt.ams.co.id"&gt;tri@mkt.ams.co.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                             &lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                 &lt;td rowspan="2"&gt;&lt;a href="http://www.medicastore.com/med/detail_obat.php?id=&amp;amp;iddtl=&amp;amp;idktg=&amp;amp;idobat=1000010084&amp;amp;UID=20070530135052202.73.125.240"&gt;&lt;img src="http://medicastore.com/diabetes/images/Ascensia_entrust.gif" alt="Ascensia Entrust Meter" border="0" height="193" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;p align="justify"&gt;Alat tes mengukur kadar glukosa dalam darah Paket &lt;strong&gt;Ascencia™ ENTRUST™&lt;/strong&gt; berisi:&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li&gt;Mesin / Glukometer&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tas / dompet alat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Microlet dan 5 lancets&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5 Ascensia Entrust strip&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Control check&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baterai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buku Panduan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buku Garansi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;a href="http://www.medicastore.com/med/detail_obat.php?id=&amp;amp;iddtl=&amp;amp;idktg=&amp;amp;idobat=1000010084&amp;amp;UID=20070530135052202.73.125.240"&gt;Untuk Informasi Cara Penggunaan klik gambar &lt;/a&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                            &lt;br /&gt;                            &lt;table border="1" bordercolor="#477739" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                               &lt;tbody&gt;&lt;tr bordercolor="#477739" align="center" bgcolor="#477739" valign="top"&gt;                                 &lt;th&gt;&lt;span class="style10"&gt;Spesifikasi Ascencia™ ENTRUST™&lt;/span&gt;&lt;/th&gt;                                 &lt;th&gt;&lt;span class="style10"&gt;Kualitas Ascencia™ ENTRUST™&lt;/span&gt;&lt;/th&gt;                               &lt;/tr&gt;                               &lt;tr bgcolor="#ffffff" valign="top"&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;table class="table_ascensia" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                                   &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                     &lt;td align="center" width="12%"&gt;z&lt;/td&gt;                                     &lt;td align="justify" width="88%"&gt;30 – 550 mg/dL (1.7 – 30.6 mmol/L) range&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr valign="top"&gt;                                     &lt;td align="center"&gt;z&lt;/td&gt;                                     &lt;td align="justify"&gt;30 – 55% Hematokrit range&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr valign="top"&gt;                                     &lt;td align="center"&gt;z&lt;/td&gt;                                     &lt;td align="justify"&gt;18 – 380 C Temperature Range&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr valign="top"&gt;                                     &lt;td align="center"&gt;z&lt;/td&gt;                                     &lt;td align="justify"&gt;1 – 3 V Lithium baterai (CR 2032)&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                 &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://medicastore.com/diabetes/images/bayer_healthcare.gif" height="45" width="250" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://medicastore.com/diabetes/images/logo_apotik_century.gif" alt="apotik_century" height="42" width="194" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;td&gt;&lt;table class="table_ascensia" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" width="100%"&gt;                                   &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                                     &lt;td align="center" width="15%"&gt;z&lt;/td&gt;                                     &lt;td align="left" width="85%"&gt;Mudah dipergunakan&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr valign="top"&gt;                                     &lt;td align="center"&gt;z&lt;/td&gt;                                     &lt;td align="left"&gt;Hasil mudah dibaca&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr valign="top"&gt;                                     &lt;td align="center"&gt;z&lt;/td&gt;                                     &lt;td align="left"&gt;Akurat dan dapat di percaya&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr valign="top"&gt;                                     &lt;td align="center"&gt;z&lt;/td&gt;                                     &lt;td align="left"&gt;Auto On/Off dgn Strips&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr valign="top"&gt;                                     &lt;td align="center"&gt;z&lt;/td&gt;                                     &lt;td align="left"&gt;Waktu test 30 detik&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr valign="top"&gt;                                     &lt;td align="center"&gt;z&lt;/td&gt;                                     &lt;td align="left"&gt;10 test memori&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr valign="top"&gt;                                     &lt;td align="center"&gt;z&lt;/td&gt;                                     &lt;td align="left"&gt;Metode Sensor Strip&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr valign="top"&gt;                                     &lt;td align="center"&gt;z&lt;/td&gt;                                     &lt;td align="left"&gt;Beep control&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr valign="top"&gt;                                     &lt;td align="center"&gt;z&lt;/td&gt;                                     &lt;td align="left"&gt;2 pilihan nilai satuan (mg/dl dan m mol/l)&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                 &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                  &lt;/td&gt;                               &lt;/tr&gt;                             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                                         &lt;p align="center"&gt;&lt;span class="style9"&gt;Bagi Anda Diabetesi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style13"&gt;Monitor selalu..!! Si Manis dalam Darah Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style9"&gt;Dengan Ascencia™ ENTRUST™&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alat Test Kadar Gula Darah yang Terpecaya dan Mudah digunakan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Kontributor :&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://medicastore.com/diabetes/images/prof_sidartawan.jpg" alt="ahli endokrin" align="left" height="184" hspace="5" width="141" /&gt;&lt;b&gt;Prof.DR.Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD,KEMD,FACE&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;p align="justify"&gt;Prof Sidartawan dilahirkan di Amsterdam, tahun 1944 silam dan saat ini merupakan Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) periode 2005-2008. Beliau lulus kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tahun 1971 dan menyelesaikan spesialis penyakit dalam pada tahun 1985. Prof Sidartawan merupakan spesialis penyakit dalam, konsultan endokrin, metabolik dan diabetes di FKUI dan berpraktek di RS Husada, Jakarta Pusat. Beliau telah menjadi &lt;em&gt;Fellow&lt;/em&gt; &lt;em&gt;American College of Endocrinology&lt;/em&gt; sejak tahun 2005. &lt;/p&gt;                   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;                 &lt;p align="right"&gt;&lt;a href="http://medicastore.com/diabetes/#atas"&gt;kembali keatas&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-6930769771429525483?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/6930769771429525483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/02/diabetes-sillent-killer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/6930769771429525483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/6930769771429525483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/02/diabetes-sillent-killer.html' title='Diabetes, The Sillent Killer'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-5233312178715307464</id><published>2009-01-31T18:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T18:02:05.717-08:00</updated><title type='text'>Teh hitam peredam penyakit diabetes, jantung &amp; kanker</title><content type='html'>&lt;!-- *********** google adsense *************** --&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!-- google_ad_client = "pub-6477359114631040"; /* Indodiabetes_Banner_468x60, created 9/17/08 */ google_ad_slot = "2617122201"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60; google_language = "en"; //--&gt; &lt;/script&gt;  &lt;script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt; &lt;/script&gt;&lt;script src="http://googleads.g.doubleclick.net/pagead/test_domain.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script&gt;window.google_render_ad();&lt;/script&gt;&lt;iframe name="google_ads_frame" src="http://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pub-6477359114631040&amp;amp;dt=1233452822953&amp;amp;hl=en&amp;amp;lmt=1233452760&amp;amp;output=html&amp;amp;slotname=2617122201&amp;amp;correlator=1233452822953&amp;amp;url=http%3A%2F%2Findodiabetes.com%2Fteh-hitam-peredam-penyakit-jantung-kanker-diabetes.html&amp;amp;ea=0&amp;amp;ref=http%3A%2F%2Fwww.google.co.id%2Fsearch%3Fclient%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla%253Aen-US%253Aofficial%26channel%3Ds%26hl%3Did%26q%3DTEH%2BHIJAU%2BUNUTK%2BDIA%2BBETES%26meta%3D%26btnG%3DTelusuri%2Bdengan%2BGoogle&amp;amp;frm=0&amp;amp;ga_vid=1030238958.1233452823&amp;amp;ga_sid=1233452823&amp;amp;ga_hid=1198624609&amp;amp;flash=10.0.12&amp;amp;u_h=768&amp;amp;u_w=1024&amp;amp;u_ah=738&amp;amp;u_aw=1024&amp;amp;u_cd=32&amp;amp;u_tz=420&amp;amp;u_his=3&amp;amp;u_java=true&amp;amp;u_nplug=24&amp;amp;u_nmime=101&amp;amp;dtd=31" marginwidth="0" marginheight="0" vspace="0" hspace="0" allowtransparency="true" frameborder="0" height="60" scrolling="no" width="468"&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;!-- *********** google adsense *************** --&gt;           &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://indodiabetes.com/wp-content/uploads/2008/09/teh-hitam.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-416" title="teh-hitam" src="http://indodiabetes.com/wp-content/uploads/2008/09/teh-hitam.jpg" alt="" height="124" width="93" /&gt;&lt;/a&gt;Penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, darah tinggi serta kanker hati sekarang masih menjadi penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Belakangan, penyakit tersebut tak hanya menyerang orang lanjut usia karena faktor degeneratif tapi usia produktif yaitu 25-45 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Salah satu penyebab dari munculnya penyakit tersebut adalah adanya akumulasi radikal bebas atau oksidan. Radikal bebas dapat menghancurkan sistem jaringan dan integritas DNA dalam tubuh kita. Kondisi ini menstimulus percepatan proses penuaan, penghancuran lever dan menyebabkan penyakit papan atas lainnya seperti penyakit jantung dan kanker.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span id="more-415"&gt;&lt;/span&gt;Setelah kemajuan industri, dan makin tingginya peluang terkena penyakit tersebut, orang-orang beralih ke pengobatan pencegahan, berupa minuman dari bahan natural. Salah satunya adalah mengkonsumsi minuman yang mengandung zat alami yang dapat mengurangi radikal bebas seperti teh hitam atau black tea.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Khasiat teh hitam diungkap Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr. Ali Khomsan MS dan Ahli Spesialis jantung dr. Mohammad Taufik Spj.&lt;br /&gt;”Memang benar teh hitam atau black tea mempunyai manfaat seperti menurunkan risiko kanker, mencegah jantung koroner, mencegah penuaan dan juga bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah,” papar Prof Dr Ali Khomsan MS.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Dia menjelaskan, dari berbagai referensi diketahui black tea yang selama ini dikonsumsi masyarakat, cukup banyak mengandung komponen senyawa yang baik bagi tubuh. Utamanya adalah antioksidan serta Theaflavin cukup tinggi. Senyawa itulah yang mempunyai efek dapat mengurangi risiko-risiko penyakit seperti kanker dan mencegah jantung koroner.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;”Teh hitam atau black tea dibuat dari pucuk daun teh segar yang dibiarkan menjadi layu sebelum digulung, kemudian dipanaskan dan dikeringkan. Teh hitam disebut juga teh fermentasi,” katanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Hal senada diungkapkan dr H. Mohammad Taufik Sp.J. Dia membenarkan black tea bermanfaat untuk mengurangi penyakit jantung koroner, kanker, diabetes atau kencing manis dan stroke.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Sayangnya, menurut Taufik, manfaat yang terkandung dalam meminum teh hitam belum banyak diketahui oleh masyarakat. Hal itu disebabkan kurangnya sosialisasi maupun publikasi dari berbagai penelitian tentang manfaat black tea bagi kesehatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Beberapa waktu lalu, Pusat Jantung Nasional Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta (RSJHK) juga memaparkan hasil penelitiannya dalam talkshow dengan tema ”Efek Teh Hitam dalam Mencegah dan Mengatasi Risiko Penyakit Jantung Koroner” yang diadakan di Aula RSJHK Jakarta.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Menurut hasil penelitian tersebut, Katekin sebagai zat yang disebut dapat melawan penyakit degeneratif ternyata berupa senyawa Theaflavin. Senyawa ini merupakan antioksidan, antikanker, antimutagenik, antidiabetes dan anti penyakit lainnya. Senyawa Theaflavin dalam teh hitam jumlahnya cukup signifikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Secara sederhana antioksidan dinyatakan sebagai senyawa yang mampu menghambat atau mencegah terjadinya oksidasi. Berdasarkan sumbernya, anti oksidan dapat dibagi menjadi antioksidan alami dan sintetis. Theaflavin merupakan antioksidan alami yang sangat potensial.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Kemampuan Theaflavin sebagai penangkap radikal bebas sudah tidak dapat dipungkiri lagi kesahihannya. Aktivitasnya sebagai antioksidan dalam menghambat oksidasi LDL (Low Density Lippoprotein) ternyata menunjukkan hal yang menakjubkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Dalam seduhan teh hitam, Theaflavin memberikan warna merah kekuningan, sementara itu Thearubigin dan Theanapthoquinone masing-masing memberi warna merah kecoklatan dan kuning pekat. Untuk hal rasa, bersama-sama Kafein, Theaflavin yang ada dalam teh hitam memberikan rasa segar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Penelitian di Belanda menyimpulkan bahwa kebiasaan minum teh hitam atau black tea dapat mencegah penimbunan kolesterol pada pembuluh darah arteri, terutama pada wanita. Minum teh hitam satu sampai dua cangkir mampu menekan penimbunan kolesterol hingga 46 %, dan jika minum empat cangkir dapat mencapai 69 %.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Hal tersebut ditunjang oleh hasil penelitian di Amerika Serikat yang menunjukkan serangan jantung berkurang 40 % pada orang-orang yang membiasakan minum teh hitam.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Teh hitam juga menunjukkan kemampuan yang meyakinkan sebagai sumber bahan pangan alami bagi para penderita diabetes terutama dalam kapasitasnya menaikkan aktifitas insulin. Penelitian yang dilakukan Departemen Pertanian Amerika Serikat yang telah dipublikasikan dalam Journal Agric Food Chem 2002, menunjukkan kemampuan teh hitam meningkatkan aktifitas insulin melebihi dari teh hijau maupun teh Oolong.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Menurut Mohammad Taufik, biasanya, para ahli kesehatan akan mempublikasikan hasil penelitiannya, setelah beberapa kali melakukan penelitian. Bila hasil penelitiannya menunjukkan hasil yang sama, baru penelitian tersebut dipublikasikan. Namun bila baru satu kali penelitian, hasilnya belum akan dipublikasikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Berdasarkan proses pengolahannya, teh diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu teh hitam (fermentasi atau oksimatis, kependekan dari Oksidasi ensimatis), teh Oolong dan teh hijau. Konsekuensi logis dari perbedaan proses tersebut, menyebabkan lahirnya perbedaan produk teh baik secara fisik maupun kimia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Secara kimia, perbedaan yang paling menonjol adalah perbedaan kandungan komposisi senyawa Polyfenol. Pada proses pengolahan teh hitam, dan teh Oolong, sebagian Katekin berubah menjadi Theaflavin, Thearubigin, dan Theanaphtoquinone. Meski tidak sepopuler nenek moyangnya (Katekin), Theaflavin sudah banyak dipelajari oleh sejumlah peneliti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Sumber : http://republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/6357&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-5233312178715307464?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/5233312178715307464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/teh-hitam-peredam-penyakit-diabetes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/5233312178715307464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/5233312178715307464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/teh-hitam-peredam-penyakit-diabetes.html' title='Teh hitam peredam penyakit diabetes, jantung &amp; kanker'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-2489919119725324231</id><published>2009-01-31T17:28:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T17:39:30.292-08:00</updated><title type='text'>Khasiat teh hitam untuk diabetes</title><content type='html'>&lt;table style="width: 9px; height: 46px;" class="contentpaneopen"&gt;      &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="1" align="left" valign="top" width="70%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="1" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;small&gt;Dikirim  &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/ou-tea/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Ou Tea" rel="category tag"&gt;Ou Tea&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/outea/" title="Lihat seluruh tulisan dalam outea" rel="category tag"&gt;outea&lt;/a&gt; dengan kaitan (tags) &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/antioksidan/" rel="tag"&gt;antioksidan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/darah-tinggi/" rel="tag"&gt;darah tinggi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/diabetes/" rel="tag"&gt;diabetes&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/jantung-koroner/" rel="tag"&gt;jantung koroner&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/kanker/" rel="tag"&gt;kanker&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/kolesterol/" rel="tag"&gt;kolesterol&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/liver/" rel="tag"&gt;liver&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/ou-tea/" rel="tag"&gt;Ou Tea&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/outea/" rel="tag"&gt;outea&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/stroke/" rel="tag"&gt;stroke&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/teh/" rel="tag"&gt;teh&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/teh-hijau/" rel="tag"&gt;teh hijau&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/teh-hitam/" rel="tag"&gt;teh hitam&lt;/a&gt;  pada 17 Maret 2008  oleh ma2trah&lt;/small&gt;  &lt;div class="entry"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selama ini teh hijau dipercaya mampu mengurangi serangan koroner, stroke, diabetes, darah tinggi, dan kanker hati menjadi penyakit yang menakutkan bagi setiap orang. Sehingga banyak produsen teh berlomba-lomba mengeluarkan produk minuman teh hijau kemasan yang lebih praktis. Tetapi benarkan hanya teh hijau yang berkhasiat seperti itu?&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ali Khomsan MS dan ahli kesehatan jantung Dr Mohammad Taufik Spj dalam sebuah diskusi tentang teh, di Bogor, belum lama ini mengemukakan, teh hitam (black tea) juga berkhasiat sama seperti teh hijau karena kandungan radikal bebas yang terkandung di dalamnya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;“Memang benar teh hitam mempunyai manfaat seperti menurunkan risiko kanker, mencegah jantung koroner, mencegah penuaan, dan juga bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah,” kata Prof Dr Ali Khomsan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Prof Ali menjelaskan, dari berbagai referensi, diketahui bahwa teh hitam yang selama ini dikonsumsi masyarakat kita cukup banyak mengandung komponen senyawa yang baik bagi tubuh. Utamanya adalah antioksidan serta Theaflavin cukup tinggi. Senyawa itulah yang mempunyai efek dapat mengurangi risiko-risiko penyakit seperti kanker dan mencegah jantung koroner. “Teh hitam atau black tea itu dibuat dari pucuk daun teh segar yang dibiarkan menjadi layu sebelum digulung, kemudian dipanaskan dan dikeringkan. Teh hitam disebut juga teh fermentasi” tutur Ali Khomsan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Salah seorang pakar kesehatan jantung dari Kota Hujan Bogor, Dr H Mohammad Taufik SpJ mendukung pendapat Prof Dr Ali Khomsan yang menyebutkan teh hitam bermanfaat untuk mengurangi penyakit jantung koroner, kanker, diabetes dan stroke.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sayangnya, menurut Taufik, manfaat yang terkandung dalam meminum teh hitam belum banyak diketahui oleh masyarakat. Hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi maupun publikasi dari berbagai penelitian tentang manfaat black tea bagi kesehatan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Beberapa waktu lalu, Pusat Jantung Nasional Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta (RSJHK) juga memaparkan hasil penelitiannya dalam talkshow dengan tema “Efek Teh Hitam dalam Mencegah dan Mengatasi Risiko Penyakit Jantung Koroner” di aula RSJHK Jakarta. Menurut hasil penelitian tersebut, Katekin dalam teh hitam, senyawa yang disebut-sebut sebagai aktor yang mampu melawan penyakit degeneratif adalah senyawa Theaflavin.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Senyawa Theaflavin merupakan antioksidan, anti kanker, anti mutagenik, antidiabetes dan anti penyakit lainnya. Senyawa Theaflavin dalam Teh hitam jumlahnya cukup signifikan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Secara sederhana, antioksidan dinyatakan sebagai senyawa yang mampu menghambat atau mencegah terjadinya oksidasi. Berdasarkan sumbernya, anti oksidan dapat dibagi menjadi antioksidan alami dan sintetis.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Theaflavin merupakan antioksidan alami yang sangat potensial. Kemampuannya sebagai penangkap radikal bebas sudah tidak dapat dipungkiri lagi kesahihannya. Kemampuan theaflavin sebagai antioksidan ternyata tidak cukup sampai di situ.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Aktivitasnya sebagai antioksidan dalam menghambat oksidasi low density lippoprotein (LDL) ternyata menunjukkan hal yang menakjubkan. Dalam seduhan teh hitam, theaflavin memberikan warna merah kekuningan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sementara itu thearubigin dan theanapthoquinone masing-masing memberi warna merah kecoklatan dan kuning pekat. Untuk hal rasa, bersama-sama kafein, theaflavin yang ada dalam teh hitam memberikan rasa segar.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penelitian di Belanda menyimpulkan bahwa kebiasaan minum teh hitam dapat mencegah penimbunan kolesterol pada pembuluh darah arteri, terutama pada wanita. Minum teh hitam satu sampai dua cangkir mampu menekan penimbunan kolesterol hingga 46 persen dan jika minum 4 cangkir dapat mencapai 69 persen.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hal tersebut ditunjang oleh hasil penelitian di Amerika Serikat yang menunjukkan serangan jantung berkurang 40 persen pada orang-orang yang membiasakan minum teh hitam.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Teh hitam juga menunjukkan kemampuan yang meyakinkan sebagai sumber bahan pangan alami bagi para penderita diabetes, terutama dalam kapasitasnya menaikkan aktivitas insulin.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penelitian yang dilakukan Departemen Pertanian Amerika Serikat yang telah dipublikasikan dalam Journal Agric Food Chem 2002, menunjukkan kemampuan teh hitam meningkatkan aktifitas insulin melebihi dari teh hijau maupun teh Oolong.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Menurut Mohammad Taufik, biasanya, para ahli kesehatan akan mempublikasikan hasil penelitiannya, setelah beberapa kali melakukan penelitian. Bila hasil penelitiannya menunjukkan hasil yang sama, baru penelitian tersebut dipublikasikan. Namun bila baru satu kali penelitian, hasilnya belum akan dipublikasikan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;“Kalau penelitian itu baru sekali kami lakukan tidak mungkin kami mempublikasikannya. Biasanya penelitian yang telah dipublikasikan adalah penelitian yang telah berulang-ulang,” ujar dokter sepesialis jantung ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih Unggul&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Berdasarkan proses pengolahannya, teh diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu teh hitam (fermentasi atau oksimatis, kependekan dari oksidasi ensimatis), teh Oolong, dan teh hijau. Konsekuensi logis dari perbedaan proses tersebut, menyebabkan lahirnya perbedaan produk teh baik secara fisik maupun kimia.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Secara kimia, perbedaan yang paling menonjol adalah perbedaan kandungan komposisi senyawa polyfenol. Pada proses pengolahan teh hitam, dan teh Oolong, sebagian katekin berubah menjadi theaflavin, thearubigin, dan theanaphtoquinone.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Meski tidak sepopuler nenek moyangnya (katekin), theaflavin sudah banyak dipelajari oleh sejumlah peneliti. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa theaflavin lebih potensial dari pada katekin, mengingat secara struktur theaflavin lebih potensial dari pada katekin.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hal ini bisa dilihat dari seberapa banyak gugus hidroksi (OH) yang dimilikinya. Gugus hidroksi ini dapat berfungsi sebagai anti radikal bebas atau antioksidan. Semakin banyak gugus hidroksi suatu senyawa, maka kemampuannya sebagai senyawa antioksidan semakin baik.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Theaflavin hanya terdapat dalam teh hitam atau teh yang telah mengalami oksimatis. Theaflavin merupakan hasil oksidasi katekin akibat proses oksimatis pada pengolahan teh hitam. Kekuatan Theaflavin setara dengan Katekin bahkan beberapa publikasi terkini menyatakan bahwa theaflavin lebih potensial dari katekin.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Selamat Minum Teh&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-2489919119725324231?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/2489919119725324231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/ditulis-oleh-rohayati-suprihatini-teh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/2489919119725324231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/2489919119725324231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/ditulis-oleh-rohayati-suprihatini-teh.html' title='Khasiat teh hitam untuk diabetes'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-2259329925997267300</id><published>2009-01-31T17:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T17:06:41.979-08:00</updated><title type='text'>efek teh hijau terhadap penderita diabetes</title><content type='html'>&lt;h2&gt;EFEK TEH HIJAU TERHADAP SENSIVITAS GIGI PENDERITA DIABETES MELLITUS&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek teh hijau terhadap penurunan sensdivitas gigi penderita deabetes mellitus Dengan mengambil sampel sebanyak 30 orang laki-laki atau perempuan berusia 35 tahun keatas dan bersedia mengikuti prosedur uji klinik, pemeriksaan gula darah,sesuai kriteria diabetes melitus (Gula darah sewaktu=&gt; 200mg/d.&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan dalam penelitian ini bahwa untuk katagori baik tampak terjadi peningkatan 30% setelah perlakuan selama 45 hari dan untuk katagori ringan juga meningkat 10% pada hari ke 30 dan meningkat lagi 20% pada hari ke 45 setelah poetrlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa the hijau dapat mempetrbaiki dan menurunkan derajat sensivitas gigi penderita DM.&lt;/p&gt; Kata kunci : Manfaat teh hijau dan sensivitas gigi penderita DM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;   Anda sedang membaca arsip penelitian dari &lt;a href="http://www.unhas.ac.id/lemlit/index.html" rel="Lembaga Penelitian UNHAS"&gt;Lembaga Penelitian UNHAS&lt;/a&gt; berjudul &lt;em&gt;Peranan Teh Hijau Terhadap Perbaikan Status Jaringan Periodontal Penderita Diabetes Mellitus&lt;/em&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-2259329925997267300?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/2259329925997267300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/efek-teh-hijau-terhadap-penderita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/2259329925997267300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/2259329925997267300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/efek-teh-hijau-terhadap-penderita.html' title='efek teh hijau terhadap penderita diabetes'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-5258220162692675192</id><published>2009-01-31T07:28:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T07:30:04.595-08:00</updated><title type='text'>GULOH SISOR: Senjata untuk Melawan Komplikasi Diabetes</title><content type='html'>&lt;!--&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;--&gt;         &lt;p&gt;Diabetes Melitus adalah penyakit yang tidak berbahaya jika dapat dikendalikan dengan baik. Pengobatan sedini mungkin dapat menghindarkan penderitanya dari berbagai macam komplikasi diabetes melitus.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-115"&gt;&lt;/span&gt;“&lt;em&gt;Secara medis, kualitas hidup diabetesi (penderita diabetes) ditentukan oleh kualitas pembuluh darahnya&lt;/em&gt;“, demikian ditulis oleh Prof. Dr. Askandar Tjokroprawiro, SpPD-KEMD dalam bukunya Hidup Sehat dan Bahagia Bersama Diabetes Mellitus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyumbatan pembuluh darah dapat menyebabkan stroke yang dapat disertai dengan pelo atau bisu, sedangkan penyumbatan pada jantung dapat menyebabkan mati mendadak, dan jika terjadi pada tungkai dapat menyebabkan gangren diabetik (luka diabetik yang membusuk), yang biasanya berujung pada amputasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Prof. Askandar, ada 10 (sepuluh) faktor penentu kualitas pembuluh darah, yang beliau namakan sebagai SINDROMA-10 atau GULOH SISAR. Jika ke-10 faktor ini dapat dijaga dengan baik maka ini sudah cukup untuk menjaga kualitas fisik seseorang.&lt;br /&gt;GULOH SISAR atau SINDROMA-10 ini dapat dipakai sebagi pedoman atau petunjuk hidup sehat atau sebagai senjata untuk memerangi komplikasi diabetes.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;10 faktor tersebut adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;G = Gula&lt;br /&gt;U = Urat (asam urat)&lt;br /&gt;L = Lemak (lipid, antara lain kolestrol, trilgiserida, kolesterol-HDL, dan kolesterol-LDL)&lt;br /&gt;O = Obesitas (berat badan berlebihan)&lt;br /&gt;H = Hipertensi&lt;br /&gt;S = Sigaret (rokok)&lt;br /&gt;I = Inaktivitas (kurang olahraga)&lt;br /&gt;S = Stress&lt;br /&gt;A = Alkohol&lt;br /&gt;R = Regular Check Up&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. G (Gula)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Batasi penggunaan gula dan makanan/minuman manis. Usahakan A1C selalu &lt;&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. U (Asam Urat)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Batasi makan yang mengandung purin, karena dapat menimbulkan hiperurusemia yang efek sampingyna adalah timbulanya penggumpalan darah yang memacu timbulnya penyempitan pembuluh darah, yang juga dapat menyebabkan batu ginjal dan gout/ sakit sendi). Makan yang dihindari adalah Jeroan, Alkohol, Sarden, Burung dara, Unggas, Kaldu, Emping, Tape, dll.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. L (lemak)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut American Diabetes Association (ADA), kadar lemak darah yang terjaga adalah:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Target utama, LDL-Kolesterol &lt;&gt;&lt;li&gt;HDL-Kolesterol &gt; 40 mg/dl (pria) dan &gt; 50 mg/dl (wanita)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trigliserida &lt;&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Untuk mencapai ini hindari memakan makanan berlemak secara berlebihan, kurangi: Telor, Keju, Kepiting, Kerang, Cumi, Susu dan Santan. Termasuk mengurangi atau menghindari &lt;em&gt;junk food&lt;/em&gt;. Upayakan untuk mengkonsumsi sayur dan buah-buahan setiap hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. O (Obesitas)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cegah kegemukan, usahakan IMT &lt;&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. S (Sigaret)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Matikan Rokok anda, atau anda yang akan dimatikan oleh rokok. STOP MEROKOK SEKARANG JUGA !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. H (Hipertensi)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cegah konsumsi garam berlebihan karena garam dapat memicu tekanan darah tinggi. Tensi jangan sampai melebih 140/90 mmHg.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. I (Inaktivitas)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lakukan olahraga teratur setiap hari untuk membakar kaliri sekitar 330 kkal atau 2000 kkal/minggu. Paling tidak lakukan jalan kaki sejauh 3 km dalam sehari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;8. S (Stres)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cukup istirahat atau tidur 6 jam sehari agar dapat rileks. Lakukan relaksasi atau meditasi. Bagi ummat Islam shalat yang khusuk sangat membantu untuk relaksasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;9. A (Alkohol)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berhenti minum alkohol.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;10. R (Regular Check Up)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lakukan kontrol secara teratur. Hal ini juga berlaku untuk orang non diabetes terutama yang berumur kepala 4. Bagi penderita diabetes check up sebaiknya dilakukan setiap 1,2,3 bulan atau lebih intens lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Hidup Sehat dan Bahagia Bersama Diabetes Mellitus oleh Prof. Dr. Askandar Tjokroprawiro, SpPD-KEM.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-5258220162692675192?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/5258220162692675192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/guloh-sisor-senjata-untuk-melawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/5258220162692675192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/5258220162692675192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/guloh-sisor-senjata-untuk-melawan.html' title='GULOH SISOR: Senjata untuk Melawan Komplikasi Diabetes'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-7010261858952697711</id><published>2009-01-31T07:17:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T07:20:17.054-08:00</updated><title type='text'>Tentang Obat Generik diabetes</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang saat ini kita merasakan harga obat semakin mahal. Namun demikian, sebenarnya tidak semua obat harganya mahal. Banyak obat yang cukup murah dan terjangkau harganya. Saya menduga Bapak mengonsumsi obat diabetes yang ribuan rupiah harga per butirnya, sehingga sangat berat membiayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada obat yang mahal, bahkan sangat mahal harganya, tetapi banyak juga obat yang murah. Bapak sudah membuktikan sendiri bukan, berapa harga obat diabetes generik. Bapak katakan sepersepuluh dari harga obat diabetes bermerek yang biasa Bapak konsumsi. Sebenarnya bahkan ada obat generik yang harganya tidak sampai seperduapuluh dari harga obat bermereknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar ilustrasi, obat diabetes merek A (maaf saya tidak dapat menyebutkan namanya dalam rubrik ini) harganya sekitar Rp 3.700 (tiga ribu tujuh ratus rupiah) per butir. Bandingkan dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;glibenclamide generik (salah satu obat diabetes generik) yang harganya hanya Rp 150 (seratus lima puluh rupiah) per butir. Sangat jauh berbeda, lebih dari 20 kali lipat! Demikian pula obat hipertensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat hipertensi bermerek C harganya sekitar Rp 3.400 (tiga ribu empat ratus rupiah) per butir, sedangkan salah satu obat hipertensi generik, yaitu captopril harganya hanya Rp 250 (dua ratus lima puluh rupiah) per butir. Hampir 15 kali lipat! Berbagai jenis obat lainnya juga demikian, sangat berbeda harga obat generik dengan obat bermerek atau obat patennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelas bahwa sebenarnya harga obat sangat besar variasinya. Bahkan obat yang mengandung zat aktif yang sama bisa berbeda harganya sampai 20 kali lipat. Itu sebabnya pemerintah dan lembaga-lembaga pemberdayaan konsumen lainnya sangat gencar menganjurkan kita untuk menggunakan obat generik sebagai pilihan pertama apabila kita membutuhkan obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan mutunya? Harga obat generik yang sangat jauh berbeda dengan obat paten atau obat bermerek dengan kandungan sejenis memang dapat menimbulkan keragu-raguan, apakah sama mutunya dengan obat bermerek?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk diketahui Pak, dua dari beberapa faktor yang menyebabkan mahalnya harga obat adalah promosi dan kemasan obat. Obat generik tidak dipromosikan, oleh sebab itu bebas biaya promosi. Demikian pula, obat generik tidak dikemas mewah, kemasannya hanya seperlunya yang hanya dimaksudkan untuk melindungi obat agar tidak turun mutunya selama penyimpanan dan pengangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya obat bermerek selalu dipromosikan, mungkin tidak dalam bentuk iklan di televisi dan surat kabar, tetapi dengan cara lain yang justru membutuhkan biaya lebih besar. Disamping itu hampir semua obat bermerek dikemas dengan kemasan yang cukup mewah. Ada satu faktor lagi yang menyebabkan obat paten mahal harganya, yaitu biaya paten yang harus dibayar oleh produsen. Ini semua pasti dibebankan kepada konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk obat-obat yang banyak dibutuhkan masyarakat, yaitu obat untuk penyakit-penyakit yang umum, seperti antibiotika, obat demam, penghilang rasa sakit (analgesika), obat hipertensi, obat diabetes dan lain sebagainya, pemerintah kita sebagaimana juga pemerintah di negara-negara lain telah mengambil kebijakan untuk memproduksi obat generik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bukan pemerintah langsung yang memproduksinya, tetapi melalui perusahaan-perusahaan milik negara atau milik swasta yang bersedia memproduksinya. Biaya produksi ditekan seminimal mungkin, namun tetap harus memenuhi persyaratan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Disamping produsennya, pemerintah (dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM) juga ikut bertanggung jawab menjamin mutu setiap obat generik yang beredar, agar selalu terjamin mutunya sesuai persyaratan yang berlaku sebagaimana yang juga diberlakukan bagi obat bermerek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas dan kuantitas zat berkhasiat di dalam obat generik harus persis sama dengan obat patennya. Bahan bakunya pun harus memenuhi persyaratan yang ketat. Kalau tidak pemerintah tentu tidak akan mengizinkan obat generik tersebut beredar. Semua persyaratan yang menyangkut khasiat dan keamanan obat yang diberlakukan pada obat bermerek, juga diberlakukan bagi obat generik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat generik harus identik atau bioekivalen dengan obat patennya dalam hal dosage form, khasiat dan keamanannya. Dengan demikian Bapak dan masyarakat lainnya tidak perlu meragukan kualitas atau mutu obat generik. Bahkan para ahli kesehatan mengatakan, obat bermerek dan obat generik sama sekali tidak berbeda, kecuali pada nama, kemasan, dan harganya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pilihan bagi kita adalah, apakah mau obat generik yang relatif murah harganya, atau membuang-buang uang belanja kita untuk membiayai kemasan dan iklan/promosi obat? Di Indonesia pemakaian obat generik memang masih sangat rendah, yaitu sekitar 10 persen, sedangkan di negara maju seperti Amerika Serikat yang penduduknya relatif lebih maju dan berpendidikan serta mempunyai pendapatan yang lebih tinggi dari Indonesia, obat generik malah lebih populer. Anggapan obat generik sebagai "obat yang kurang berkualitas" justru tidak berlaku. Pemakaian obat generik di Amerika Serikat mencapai 40 persen dari total konsumsi obat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan ragu untuk menggunakan obat generik sebagai pilihan pertama jika Anda memerlukan obat. Konsultasikan dan mintalah kepada dokter Anda untuk memilihkan obat generik yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak semua jenis obat ada pilihan generiknya, namun sebagian besar, terutama untuk menanggulangi penyakit-penyakit yang umum di masyarakat ada pilihan obat generiknya. Obat generik sama bermutunya dengan obat bermerek. Harganya yang jauh lebih murah bukan karena mutunya yang rendah, atau dibuat dari bahan baku yang bermutu rendah, tetapi karena banyak faktor-faktor biaya yang dapat dipangkas dalam produksi dan pemasarannya. Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dr Ernawati Sinaga MS Apt&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-7010261858952697711?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/7010261858952697711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/tentang-obat-generik-diabetes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/7010261858952697711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/7010261858952697711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/tentang-obat-generik-diabetes.html' title='Tentang Obat Generik diabetes'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-1104467754181736782</id><published>2009-01-31T06:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T07:05:46.703-08:00</updated><title type='text'>Glibenclamide+Metformin, Kombinasi Yang Terbaik?</title><content type='html'>Kalbe.co.id - Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik umum yang bersifat kronik dan progresif. Angka kejadian diabetes melitus di dunia berkembang dari 30 juta pada tahun 1985 menjadi 194 juta pada tahun 2006. Pada tahun 2025 diperkirakan angka ini terus meningkat mencapai angka 333 juta. Dari semua pasien diabetes, 85-95% pasien adalah penderita diabetes melitus tipe 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien diabetes mengalami peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, komplikasi mikrovaskular (seperti retinopati, gagal ginjal dan neuropati perifer), dan makrovaskular (seperti penyakit arteri koroner, stroke). Terapi menggunakan OHO (obat hipoglikemik oral) memberikan perbaikan yang bermakna terhadap komplikasi mikro dan makrovaskular. Target untuk &lt;em&gt;glycosylated haemoglobin&lt;/em&gt; (HbA1c) adalah &lt;=6,5% atau 7%. Namun selain itu yang sangat penting adalah modifikasi gaya hidup. Sangatlah penting untuk mencapai kadar HbA1c dalam waktu 6 bulan setelah pengobatan diabetes dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan dapat dilakukan dengan monoterapi dan bagi yang memerlukkan, dapat diberikan terapi kombinasi. Mengingat sifat penyakit diabetes yang progresif, pasien yang kadar gula darahnya sulit tercapai dengan terapi obat tunggal, kontrol gula darah dengan terapi kombinasi dapat tercapai dengan lebih cepat, terutama apabila menggunakan kombinasi OHO yang mempunyai target terapi yang berbeda. Kombinasi dengan 2 macam obat dalam satu tablet tunggal dianggap sangat efektif, karena meningkatkan kepatuhan pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui efektifitas terapi kombinasi glibenclamide dengan metformin 2,5 mg/400 mg pada pasien dengan diabetes tipe 2. Kombinasi ini dipilih karena:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kerja dari kedua obat ini berbeda&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan terapi kombinasi menurunakan dosis masing-masing obat, menurunkan angka kejadian kerusakan fungsi organ, memperbaiki efektifitas dan menurunkan angka kejadian efek samping.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kedua obat menurunkan angka kejadian komplikasi diabetes pada penelitian di Inggris, Prospective Diabetes Study.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Secara farmakokinetik, kedua obat ini dapat diberikan dalam 1 sediaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemberian kedua obat ini dengan bersamaan tidak mengganggu farmakokinetik masing-masing obat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kedua obat ini sebagai monoterapi terbukti efektif dari pengalaman bertahun-tahun.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dalam penelitian yang telah dilakukan, melibatkan 632 pasien, pemberian terapi kombinasi terbukti lebih efektif memberikan kontrol gula darah dibandingkan dengan terapi monoterapi, baik dalam menurunkan HbA1c, maupun dalam menurunkan kadar gula darah puasa, dibandingkan dengan monoterapi masing-masing obat. (p&lt;0,001). Dalam peneltian yang lain, hanya 7% dari 291 pasien yang menerima metformin plus sebuah sulfonylurea yang mengalami hiperglikemia dan memerlukan terapi dengan insulin, dibandingkan, berbeda dengan kelompok lain (n=300) yang hanya diterapi dengan sulfonilurea, 36% mengalami hiperglikemia dan memerlukan tambahan metformin atau menggunakan insulin (p&lt;0,0001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 4 penelitian kontrol lain dengan lama penelitian 1-6 bulan yang melibatkan pasien dengan diabetes tipe 2, pemberian terapi kombinasi glibenclamide/ metformin  2,5 mg/ 400mg, bermakna memberikan kontrol gula darah lebih baik dibandingkan dengan monoterapi menggunakan sulfonylurea atau metformin. Dalam sebuah penelitian &lt;em&gt;cross-over&lt;/em&gt;, tersamar ganda, pemberian terapi kombinasi glibenclamide-metformin 2,5 mg/400 mg, memiliki efektifitas yang lebih baik dibandingkan dengan dibandingkan dengan pemberian monoterapi, dan dosis yang digunakan dari masing-masing obat lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai terapi lini utama, terapi kombinasi dalam 1 tablet ini juga lebih efektif dibandingkan dengan monoterapi glibenclamide/ metformin pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang kadar gula darahnya tidak terkontrol dengan modifikasi gaya hidup saja. Dalam sebuah penelitian 32 minggu, acak, tersamar ganda dan melibatkan 486 pasien dengan diabetes melitus tipe 2, pada minggu ke 16, penurunan HbA1c lebih baik pada kelompok yang diterapi menggunakan tablet kombinasi, dibandingkan dengan monoterapi glimepiride/ metformin (-2,27% vs -1,90 dan -1,53%, dengan p&lt;=0,0003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian  lainnya yang melibatkan 828 pasien, penurunan HbA1c dan glukosa puasa dan post-prandial berlangsung dengan cepat dengan terapi tablet kombinasi. Pada akhir penelitian 56% pasien mencapai target HbA1c &lt;7%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi kombinasi dalam 1 tablet ini juga memiliki efek yang baik terhadap kadar gula darah. Dalam sebuah penelitian, penurunan bermakna (p&lt;0,05) terlihat pada kadar kolesterol total, LDL dan trigliserida (-8, -2,82 dan -27,8 mg/dL), sedangkan perubahan minimal pada kolesterol HDL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, &lt;em&gt;compliance&lt;/em&gt; lebih baik pada pasien yang diberikan tablet kombinasi (kombinasi glibenclamide dan metformin), dibandingkan dengan terapi kombinasi dalam 2 tablet terpisah (glibenclamide plus metformin) (77% vs 54%; p&lt;0,001). Compliance juga membaik apabila pasien yang menerima glibenclamide plus metformin (tablet terpisah) diberikan tablet kombinasi (kombinasi dalam 1 tablet).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek samping yang terjadi pada pemberian terapi kombinasi pada umumnya bersifat sementara, dengan derajat kekuatan ringan-sedang. Efek samping yang pasilng sering dijumpai adalah sakit kepala dan gangguan pencernaan. Selain itu terapi kombinasi tidak memperlihatkan peningkatan risiko hiperglikemia dibandingkan dengan monoterapi dengan sulfonylurea. Gejala hipoglikemia yang timbul dari terapi kombinasi bersifat ringan-sedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kami sampaikan pula penelitian lain yang membandingkan terapi kombinasi antara rosiglitazone dengan metformin, dibandingkan dengan kombinasi glibenclamide dengan metformin.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Metode penelitian ini: tersamar ganda&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tujuan : Membandingkan terapi kombinasi antara rosiglitazone-metformin dengan glibenclamide-metformin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah pasien: 141 pasien &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lama penelitian: 24 minggu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hasil penelitian:&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penambahan rosiglitazone pada metformin meningkatkan sensitifitas insulin dalam pengukuran (HOMA) lebih banyak dibandingkan dengan glibenclamide plus metformin (peningkatan rata-rata 9,4% vs penurunan rata-rata 0,1%)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Keduanya memberikan kontrol gula darah puasa yang tidak berbeda, namun efek samping hipoglikemia yang timbul pada kelompok glibenclamide-metformin 4 kali lebih banyak dibandingkan dengan kelompok yang diberikan rosiglitazone dan metformin.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Angka kejadian efek samping pencernaan lebih banyak ditemukan pada kelompok yang diberikan glimepiride-metformin, dibandingkan dengan kelompok rosiglitazone-metformin (14.3% vs. 25.3%)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesimpulan: Pemberian terapi kombinasi rosiglitazone-metformin memberikan manfaat yang lebih baik dibandingkan dengan kombinasi glibenclamide-metformin.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tablet tunggal kombinasi glibenclamide/metformin 2,5 mg/ 400 mg merupakan pilihan terapi diabetes melitus tipe 2, dengan efektifitas yang baik dan kejadian hipoglikemia yang rendah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tablet tunggal (glibenclamide dan metformin) memberikan compliance lebih baik dibandingkan dengan terapi kombinasi dengan msing-masing tablet (2 tablet, glibenclamide plus metformin)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlu diperhatikan penelitian yang membandingkan glibenclamide-metformin dengan rosiglitazone-metformin, yang mana benefits lebih banyak terjadi pada kelompok yang diberikan kombinasi rosiglitazone-metformin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenapa tidak dipikirkan untuk mengembangkan kombinasi rosiglitazone-metformin atau glimepiride-metformin? (glimepiride yang cenderung memperlihatkan profil yang lebih baik dibandingkan dengan glibenclamide)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penelitian yang membandingkan antara kombinasi glibenclamide-metformin dengan kombinasi lainnya tidak banyak yang kami temukan. Dalam literatur yang tersedia, yang banyak adalah perbandingannya dengan monoterapi yang sudah pasti lebih kecil efektifitasnya dibandingkan dengan terapi kombinasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-1104467754181736782?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/1104467754181736782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/glibenclamidemetformin-kombinasi-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/1104467754181736782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/1104467754181736782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/glibenclamidemetformin-kombinasi-yang.html' title='Glibenclamide+Metformin, Kombinasi Yang Terbaik?'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-5655659127724215425</id><published>2009-01-31T06:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T06:33:22.799-08:00</updated><title type='text'>Salah Pilih, Koma Akibatnya masih tentang obat diabetes</title><content type='html'>Survei YPKKI dan TEMPO menemukan adanya jamu tradisional untuk diabetes melitus yang mengandung glibenclamide, senyawa kimia yang sangat berbahaya bila dipakai sembarangan। Produk yang sudah dicabut izinnya pun ternyata masih beredar di pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYAKIT kencing manis atau diabetes melitus memang membutuhkan pengobatan seumur hidup yang mengu-ras kantong। Tapi, bila Anda hendak beralih ke obat-obatan tradisional yang lebih murah, sebaiknya berhati-hati dalam memilih। Survei TEMPO menemukan beberapa hal dalam obat-obatan tradisional ataupun obat Cina?yang sebetulnya juga tidak murah-murah amat?yang justru bisa membahayakan kesehatan dan akhirnya juga menjebol kantong Anda. Yang terutama harus diwaspadai adalah kandungan unsur-unsur dalam obat tradisional. Pastikan bahwa obat tak bercampur senyawa-senyawa sintetis yang tidak boleh dipakai sembarangan. Sebab, dari beberapa sampel yang diteliti, ternyata diketahui ada obat tradisional untuk diabetes yang mengandung glibenclamide, senyawa kimia yang seharusnya tidak boleh beredar bebas. Dalam pengobatan modern, glibenclamide memang biasa dipakai untuk mengobati kencing manis. Hanya, penggunaannya diatur secara ketat dan harus selalu dalam kontrol dokter. Bahkan, para dokter pun sangat berhati-hati dalam meresepkannya. "Kami paling takut memberikan glibenclamide. Sebab, kalau terlalu tinggi, orang bisa koma dan enggak sadar," kata Dr. Sidartawan Soegondo, ahli diabetes dari Sub-Bagian Metabolik Endokrin Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK-UI/RSCM. Karena itu, akan sangat berbahaya bila obat bebas yang mengandung glibenclamide bisa dibeli siapa saja atau dikonsumsi sembarangan. Apalagi jika dikonsumsi oleh orang yang minum obat bebas diabetes untuk tujuan pencegahan. Bisa dijamin gula darahnya akan drop?dalam bahasa medisnya disebut hipoglikemia. Untuk mencegah penurunan gula darah secara drastis, dokter biasanya memberikan glibenclamide secara bertahap. Menurut Sidartawan, mula-mula pasien diberi dosis sangat kecil, sekitar 2,5 miligram. Selang dua minggu, baru dosisnya dinaikkan pelan-pelan. Nah, jika kadar gula darah tetap tinggi, baru dosisnya dinaikkan lagi. Glibenclamide bukan satu-satunya bahan obat modern yang ditemui dalam survei. Secara kebetulan, tim menemukan senyawa hydrochloorthiazide, atau biasa disebut HCT, dalam obat diabetes asal Cina. Ini mengejutkan. Menurut farmakolog Universitas Indonesia, Zunilda Bustami, HCT adalah obat modern yang biasa digunakan untuk penyakit tekanan darah tinggi, bukan untuk diabetes. Cara kerja obat ini tergolong diuretik, yakni menghambat proses penyerapan kembali zat-zat penting yang dibutuhkan tubuh, seperti air, garam-garaman, dan mineral, oleh ginjal. Pada penderita hipertensi, yang tekanan darahnya bisa terpicu oleh tingginya kadar garam, efek diuretik memang diperlukan. Tapi, apa perlunya penderita diabetes mengonsumsi obat yang efek diuretiknya menyebabkan peminumnya mudah buang air kecil? Bukankah penderita diabetes sudah sering bolak-balik ke belakang untuk buang air kecil? Celakanya, obat yang salah nyelonong ini bukan hanya ditemui pada obat Cina, yang sesungguhnya memang obat modern itu. Dalam jamu tradisional untuk diabetes pun ditemui komponen?seperti tersebut dalam labelnya?yang berefek diuretik. Zulnida mengenali komponen dalam tanaman keji beling dan kumis kucing yang ternyata dipakai dalam jamu untuk diabetes. "Keji beling dan kumis kucing berfungsi melancarkan kencing dan biasa digunakan untuk menghancurkan batu ginjal. Saya tidak tahu hubungannya apakah orang yang menderita diabetes bisa sembuh lantaran kencing terus-menerus," ujar Zulnida. Departemen Kesehatan tentu tahu bahaya pemakaian obat-obat itu?yang memang telah dimasukkan dalam kategori daftar G alias tak bisa diperoleh tanpa resep dokter. Karena itu, dari temuan-temuan mereka, banyak obat yang ditarik izin produksinya. Namun, penarikan izin produksi ternyata tak cukup ampuh membuat jera pabrik-pabrik obat yang nakal. Survei TEMPO menemukan, jamu yang mengandung zat yang masuk dalam daftar G dan beredar di pasar ternyata memang sudah tak berizin lagi. Kalau konsumen waspada, keanehan produk sebenarnya sudah bisa dilihat dari labelnya. Jamu Purba Super dan Serbuk Manjur, misalnya, mencantumkan untaian angka yang mengesankan sebuah nomor pendaftaran dari Departemen Kesehatan. Bunyinya: Depkes RI No. TDP 11082600024 atau BH No. 10485-2/BH/VI/Tgl 09-8-94. Hasil konfirmasi yang dilakukan Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan, Dr. Marius Widjajarta, menyatakan, "Depkes tidak pernah mengeluarkan registrasi semacam itu." Keanehan yang lain juga bisa diendus dari pelitnya informasi produsen tentang komposisi isinya. Malah, pada label jamu Serbuk Manjur dan Sumber Sehat tidak ada pencantuman komposisi sama sekali. Sedangkan pada jamu Jaya Dipa hanya disebutkan "jamu akar-akar rimba". Coba, ini artinya apa? Di hutan rimba memang banyak akar-akaran. Tapi, akar yang mana? Jurus menipu konsumen semacam itu juga ditemukan dalam obat-obatan Cina yang diuji dalam survei. Ini lebih aneh lagi. Sementara obat tradisional ada yang secara diam-diam ditambahi glibenclamide, obat Cina, yang labelnya terang-terangan menyebutkannya, justru sama sekali tidak mengandung glibenclamide. Obat bernama Xioke Wan, misalnya. Dalam labelnya disebutkan mengandung glibenclamide 0,25 persen. Ternyata, zat itu tidak ada sama sekali. Apakah ini berarti obat Cina itu lebih aman? Tidak juga. Akan sama berbahayanya bila konsumen obat bohong-bohongan yang sebenarnya tak berkhasiat itu kemudian merasa aman, lalu menganut pola makan yang bebas merdeka. Gula darahnya pun menjadi tak terkontrol dan bisa sewaktu-waktu melonjak tinggi. Ketidakjelasan dalam label semacam itu ternyata masih juga berlanjut, meski pembuatnya sudah ditemui. Memang, tak semua produsen obat yang disurvei bisa ditemui. Tapi, konfirmasi kepada Maryati, istri pemilik merek jamu Jaya Dipa, misalnya, tak membuat semuanya jadi jelas. Suharto, sang suami, sedang sakit berat ketika ditemui TEMPO di rumahnya di Pekalongan, Jawa Tengah. Sedangkan Maryati mengaku tidak tahu pasti kandungan dalam jamu-jamuan produksi Jaya Dipa. Alasannya, jamu dibuat di Bandung dan Bali?tempat ini tidak bisa dilacak TEMPO. "Jangankan ramuan jamunya, di mana pabriknya pun tidak ada yang tahu," ujar salah seorang pegawai Jaya Dipa. Toh, Maryati mengaku telah mendaftarkan jamu Jaya Dipa No. 4 ke Departemen Kesehatan dan mengantongi nomor register TR 953277911. Kalau ia betul, ada satu lagi hal yang harus dicurigai oleh konsumen obat. Sebab, di pasar beredar jamu Jaya Dipa No. 4 yang labelnya tidak mencantumkan nomor pendaftaran. Apakah ada pemalsuan merek? Kemungkinan itu bisa saja terjadi. Purbo Yulastoro, Ketua Koperasi Jamu Aneka Sari, Cilacap, mengaku anggotanya sudah kapok dan tidak mau lagi mencampur jamunya dengan obat kimia. Sebab itu, kalau di pasaran masih ditemukan produksi jamu dari anggotanya yang mengandung glibenclamide, itu jelas hasil pemalsuan. Dugaan itu diperkuat oleh hasil operasi pasar yang dia lakukan satu setengah bulan lalu. Hasilnya, banyak ditemukan produk anggota koperasinya yang dipalsukan. Praktek serupa itu sangat menjengkelkannya, "Sebab, kalau ada penyimpangan, kami yang selalu kena getahnya." Keterangan Sadar Mas Dar, wanita pemilik perusahaan jamu Purba Salma?dulu memproduksi jamu Purba Super?mengukuhkan keterangan Purbo. Maklum, sejak tiga tahun lalu, ia tidak lagi memproduksi jamu bermerek Purba Super. Sebagai gantinya, ia memakai merek Purba Salma. Nah, kalau di pasaran masih beredar jamu Purba Super, yang ternyata cukup populer hingga menjadi salah satu sampel yang diteliti, itu jelas bukan produk buatannya. Yang jelas, jamu Purba Super yang beredar di pasar mencantumkan nomor registrasi berawal huruf TDP, kode yang tidak dikenal di Departemen Kesehatan. Bagaimana dengan obat tradisional Xioke Wan, yang terbukti isinya tidak sesuai dengan komposisi di kemasannya? Sayang, meski alamatnya dicantumkan secara jelas, yakni Kwangchow First Chinese Medicine Factory, dan TEMPO berhasil mendapatkan tiga nomor kontaknya, saat dihubungi berkali-kali ternyata tidak tersambung atau hanya ditanggapi oleh mesin penjawab. Permintaan konfirmasi via faksimile pun sudah dilakukan, tapi belum ada jawaban. Dengan semua ketidakjelasan itu, konsumen memang dituntut untuk ekstrawaspada. "Kalau memang suka jamu, belilah produk yang sudah terdaftar dan pabriknya cukup dikenal," saran Utomo Dewanto, toksikolog dari Universitas Indonesia, Jakarta. Dwi Wiyana, Rommy Fibri, Dewi R.C. (Jakarta), Idayanie (Cilacap), Ecep Suwardani (Pekalongan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-5655659127724215425?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/5655659127724215425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/salah-pilih-koma-akibatnya-masih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/5655659127724215425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/5655659127724215425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/salah-pilih-koma-akibatnya-masih.html' title='Salah Pilih, Koma Akibatnya masih tentang obat diabetes'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-7388093975847680062</id><published>2009-01-31T05:31:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T05:32:39.729-08:00</updated><title type='text'>Diabetes Mellitus: Obat Terbaru Tidak Lebih Baik</title><content type='html'>&lt;em&gt;Kalau obat terbaru lebih bermanfaat,  orang rela membayar lebih mahal untuk mendapatkannya. Namun, apabila manfaatnya tak beda jauh dari obat lama - tetapi resiko efek sampingnya lebih besar, tentulah wajar kalau obat lama  kembali dilirik&lt;img src="http://apotekputer.com/ma/images/stories/metformin.jpg" alt="metformin.jpg" align="left" hspace="6" /&gt;. Hal ini dialami obat diabetes  &lt;/em&gt;&lt;em&gt;yang sudah ada versi generiknya, &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Metformin&lt;/strong&gt;. Setelah beberapa tahun "dikalahkan" oleh sebagian dokter dan pasien diabetes AS karena dianggap sebagai  obat ketinggalan zaman, obat ini terangkat kembali pamornya.&lt;/em&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;strong&gt;Diabetes&lt;/strong&gt; adalah penyakit yang banyak menyita isi kantong pasien diabetes Amerika Serikat. Dalam 6 tahun terakhir, tak kurang dari 12,5 milyar dolar yang dihabiskan warga AS untuk mengobati penyakit diabetes. Dana ini selalu meningkat dari tahun ke tahun, akibat budaya dokter AS yang suka meninggalkan obat lama bila ada obat  paten baru yang beredar. Memang, tak kurang dari  6 golongan baru obat diabetes telah memasuki pasaran AS sejak 1995 (&lt;strong&gt;glycosidase inhibitors, meglitinides, thiazolidinediones, glucagon-like peptide analogues, amylin analogues, dan dipeptidyl-peptidase IV inhibitors&lt;/strong&gt;). &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;     Diperkirakan  24 juta warga AS (8 persen dari populasi) mengidap diabetes Tipe 2, yang bila tidak terkontrol dapat menyebabkan gagal ginjal, kebutaan dan penyakit jantung.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Pamor &lt;strong&gt;Metformin&lt;/strong&gt; kini naik daun lagi, karena beberapa penelitian akhir-akhir ini membuktikan &lt;strong&gt;metformin&lt;/strong&gt;  punya kelebihan dibandingkan  beberapa obat  Diabetes lebih baru. Lihatlah hasil penelitian terhadap obat-obat  Type 2 Diabetes yang diumumkan majalah Archives of Internal Medicines terbitan 27 Oct 2008 (&lt;strong&gt;Arch Intern Med. 2008;168(19):2070-2080)&lt;/strong&gt;. Menurut penelitian Elizabeth Selvin dkk, Metformin punya daya proteksi yang lebih baik bagi pasien dalam menurunkan angka kematian yang berkaitan dengan penyakit jantung koroner yang sering menyertai penyakit diabetes type 2, sedangkan &lt;strong&gt;rosiglitazone&lt;/strong&gt; (Avandia, obat relatif baru yang jauh lebih mahal) tidak menghasilkan manfaat serupa. Di samping itu,  thiazolidinediones, dan meglitinides, sama baiknya dengan metformin dalam mengurangi resiko kematian akibat serangan jantung yang menyertai penderita diabetes tipe 2.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;       Khusus untuk rosiglitazone&lt;img src="http://apotekputer.com/ma/images/stories/avandia1.jpg" alt="avandia1.jpg" align="left" hspace="6" /&gt;(&lt;strong&gt;avandia)&lt;/strong&gt;, obat diabetes buatan Glaxo yang sempat menjanjikan sebagai obat pilihan pertama untuk mengobati diabetes mellitus , kini mulai dijauhi, mengingat efek sampingnya yang amat serius: &lt;strong&gt;kerusakan hati dan serangan jantung&lt;/strong&gt;. Laporan masyarakat mengenai efek samping avandia meningkat 3 kali  setelah majalah medis kondang , &lt;strong&gt;New England Journal of Medicine&lt;/strong&gt;, melaporkan penelitian mengenai obat andalan pabrik GlaxoSmithKline ini pada Mei 2007. Dan beberapa hari lalu,  30 Oktober 2008, lembaga konsumen di AS, &lt;strong&gt;Public Citizen&lt;/strong&gt;, telah melayangkan petisi kepada FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS), yang meminta obat ini di larang saja peredarannya. Alasan selengkapnya dapat kita lihat di website lembaga tersebut,  &lt;strong&gt;www.citizen.org/&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena itu, betul juga ucapan Dr. David Nathan, Kepala Bagian Diabetes  dari  Massachusetts General Hospital di Boston yang amat perduli terhadap kenyataan ini: " Apabila anda dapat mengontrol kadar gula dengan obat murah yang punya kelebihan dan paling sedikit efek sampingnya dibandingkan  obat diabetes yang ada, apakah bijak memilih obat yang lain?"&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;( &lt;strong&gt;Azril Kimin - apotekputer.com&lt;/strong&gt; )&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-7388093975847680062?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/7388093975847680062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/diabetes-mellitus-obat-terbaru-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/7388093975847680062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/7388093975847680062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/diabetes-mellitus-obat-terbaru-tidak.html' title='Diabetes Mellitus: Obat Terbaru Tidak Lebih Baik'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-1944684228812545183</id><published>2009-01-31T05:13:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T05:22:00.208-08:00</updated><title type='text'>Obat Diabetes Lini Pertama generik</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Oleh IRWAN JULIANTO&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/18/utama/3464224.htm"&gt;http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/18/utama/3464224.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;========================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan aspirin yang ketika tahun 1999 dirayakan secara meriah&lt;br /&gt;seabad penemuannya, lima puluh tahun penggunaan metformin untuk&lt;br /&gt;pengobatan penyakit diabetes melitus (DM) tipe 2 diperingati di&lt;br /&gt;seluruh duniatermasuk di Indonesiadengan lebih hati-hati. Pasalnya,&lt;br /&gt;aspirin adalah obat bebas, sedangkan metformin adalah obat yang harus&lt;br /&gt;diresepkan dokter (ethical drug).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergantung pada tipenya, DM dapat dikontrol dengan berolahraga,&lt;br /&gt;perubahan gaya hidup, berdiet, dan diobati dengan suntikan insulin&lt;br /&gt;dan/atau obat oral, di antaranya adalah metformin. Metformin diekstrak&lt;br /&gt;dari tanaman lilac Perancis (Galega officinalis), tanaman yang dikenal&lt;br /&gt;selama beberapa abad dapat mengurangi gejala DM. Sintesis metformin&lt;br /&gt;dilakukan oleh Jean Sterne, farmakolog Perancis pada pertengahan 1950-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metformin digunakan dalam uji klinis besar-besaran di Eropa dan&lt;br /&gt;dipublikasikan dalam jurnal ilmiah pada tahun 1957. Obat ini tidak&lt;br /&gt;memperoleh persetujuan dari FDA Amerika Serikat sampai tahun 1994. Di&lt;br /&gt;AS, metformin (Glucophage) mulai dipasarkan pada 3 Maret 1995 oleh&lt;br /&gt;Bristol-Myers Squibb yang mendapat lisensi dari Merck, Jerman. Kini&lt;br /&gt;Glucophage dan obat-obat generik metformin justru paling banyak&lt;br /&gt;diresepkan di AS untuk mengatasi DM tipe 2. Apalagi setelah beberapa&lt;br /&gt;studi besar seperti United Kingdom Prospective Diabetes Study (UKPDS)&lt;br /&gt;yang berlangsung selama 20 tahun (1977-1997) menunjukkan bahwa&lt;br /&gt;metformin meningkatkan kesintasan (survival) pasien DM tipe 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis DM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diabetes atau penyakit kencing manis merupakan kelainan sekresi&lt;br /&gt;insulin oleh sel beta pankreas. Ada tiga jenis DM, yaitu insulin&lt;br /&gt;dependent type atau DM tipe 1, non-insulin dependent type atau DM tipe&lt;br /&gt;2, dan malnutrition related diabetes mellitus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada DM tipe 1, pankreas mengalami kerusakan sehingga tidak dapat lagi&lt;br /&gt;mensekresi hormon insulin. Karena itu, terapinya hanya insulin.&lt;br /&gt;Sedangkan pada DM tipe 2, awalnya justru ditandai dengan produksi&lt;br /&gt;insulin yang berlebih (hiperinsulinemia), kemudian disusul dengan&lt;br /&gt;kadar glukosa darah yang tinggi (hiperglikemia), yang terjadi akibat&lt;br /&gt;defisiensi dan resistensi insulin. Kemampuan sel-sel beta pankreas&lt;br /&gt;berkurang bahkan rusak sehingga pasien mulai mengalami diabetes dengan&lt;br /&gt;gejala-gejala yang khas, seperti banyak makan (polifagia), banyak&lt;br /&gt;minum (polidipsia), dan banyak kencing (poliuria).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai jangkiti anak-anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DM dapat menimbulkan berbagai komplikasi fatal apabila tidak segera&lt;br /&gt;ditangani secara tepat. DM tipe 2 semula terjadi pada orang-orang&lt;br /&gt;dewasa (adult onset) akibat perubahan gaya hidup, berkurangnya&lt;br /&gt;kegiatan jasmani, dan jenis makanan/minuman serba fast food dan soft&lt;br /&gt;drink. Namun, satu dekade tera- khir, menurut Dr Norman Chan, Direktur&lt;br /&gt;Klinis Pusat Diabetes Qualigenics Hongkong yang berbicara di Jakarta&lt;br /&gt;hari Minggu lalu, DM tipe 2 sudah mulai menjangkiti anak-anak dan&lt;br /&gt;remaja Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini terjadi peningkatan prevalensi DM tipe 2 dan obesitas di&lt;br /&gt;seluruh dunia. Risiko kematian penderita DM lebih besar empat-lima&lt;br /&gt;kali dibanding orang yang nondiabetik, berupa penyakit jantung koroner&lt;br /&gt;dan gagal ginjal. DM juga menyebabkan kecacatan, seperti kebutaan&lt;br /&gt;akibat komplikasi retinopati dan pasien harus menjalani amputasi&lt;br /&gt;tungkai kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua Umum Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Prof&lt;br /&gt;Sidartawan Soegondo, perlu ada upaya edukasi massal agar diabetes&lt;br /&gt;tidak semakin banyak menjangkiti masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Dr Norman Chan maupun Prof Sidartawan sepakat bahwa metformin&lt;br /&gt;patut direkomendasikan sebagai obat lini pertama bagi pasien DM tipe 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati memiliki banyak kelebihan, tak urung metformin juga diketahui&lt;br /&gt;menimbulkan beberapa efek samping, walaupun relatif jarang terjadi,&lt;br /&gt;seperti diare, mual, dan asidosis laktat (lactic acidosis) atau&lt;br /&gt;terbentuknya asam laktat di dalam darah, yang terjadi pada orang-orang&lt;br /&gt;dengan gangguan ginjal. Menurut Dr Chan, efek samping yang terakhir&lt;br /&gt;ini amat jarang dijumpai, hanya 1 per 100.000 pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, selain mengontrol kadar gula darah, metformin juga&lt;br /&gt;menurunkan berat badan pasien DM yang kegemukan serta mengurangi&lt;br /&gt;risiko penyumbatan pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran jika selain Merck, banyak perusahaan memproduksi generik&lt;br /&gt;metformin. Di Indonesia tak kurang dari 12 obat generik bermerek&lt;br /&gt;mengandung metformin. Ini sejalan dengan kata pepatah: ada gula, ada&lt;br /&gt;semut. Ada kencing manis, ada aneka merek obatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt; &lt;!--X-Body-of-Message-End--&gt;&lt;!--X-MsgBody-End--&gt;&lt;!--X-Follow-Ups--&gt; &lt;!-- end of msgBody class --&gt;     &lt;!--htdig_noindex--&gt;  &lt;div id="adbox"&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!-- google_ad_client = "pub-7266757337600734"; google_hints = "Forum-Pembaca-KOMPAS, Obat Diabetes Lini Pertama"; google_alternate_ad_url = "http://www.mail-archive.com/blank.html"; google_ad_width = 160; google_ad_height = 600; google_ad_format = "160x600_as"; google_ad_channel = "8427791634+2210211807"; google_ad_type = "text_image"; google_color_border = "FFFFFF"; google_color_bg = "FFFFFF"; google_color_link = "006792"; google_color_url = "006792"; google_color_text = "000000"; //--&gt;&lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt; &lt;/script&gt;&lt;script&gt;window.google_render_ad();&lt;/script&gt;&lt;ins style="border: medium none ; margin: 0pt; padding: 0pt; height: 600px; position: relative; visibility: visible; width: 160px;"&gt;&lt;ins style="border: medium none ; margin: 0pt; padding: 0pt; display: block; height: 600px; position: relative; visibility: visible; width: 160px;"&gt;&lt;iframe name="google_ads_frame" src="http://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pub-7266757337600734&amp;amp;dt=1233406946031&amp;amp;hints=Forum-Pembaca-KOMPAS%2C%20Obat%20Diabetes%20Lini%20Pertama&amp;amp;lmt=1177124723&amp;amp;alternate_ad_url=http%3A%2F%2Fwww.mail-archive.com%2Fblank.html&amp;amp;prev_fmts=336x280_as&amp;amp;format=160x600_as&amp;amp;output=html&amp;amp;correlator=1233406943781&amp;amp;channel=8427791634%2B2210211807&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.mail-archive.com%2Fforum-pembaca-kompas%40yahoogroups.com%2Fmsg12472.html&amp;amp;color_bg=FFFFFF&amp;amp;color_text=000000&amp;amp;color_link=006792&amp;amp;color_url=006792&amp;amp;color_border=FFFFFF&amp;amp;ad_type=text_image&amp;amp;eid=30143022&amp;amp;ea=0&amp;amp;ref=http%3A%2F%2Fwww.google.co.id%2Fsearch%3Fclient%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla%253Aen-US%253Aofficial%26channel%3Ds%26hl%3Did%26q%3Dobat%2Bdiabetes%2Bgenerik%26meta%3D%26btnG%3DTelusuri%2Bdengan%2BGoogle&amp;amp;frm=0&amp;amp;ga_vid=1861917854.1233406946&amp;amp;ga_sid=1233406946&amp;amp;ga_hid=15370242&amp;amp;flash=10.0.12&amp;amp;u_h=768&amp;amp;u_w=1024&amp;amp;u_ah=738&amp;amp;u_aw=1024&amp;amp;u_cd=32&amp;amp;u_tz=420&amp;amp;u_his=3&amp;amp;u_java=true&amp;amp;u_nplug=24&amp;amp;u_nmime=101&amp;amp;dtd=15" marginwidth="0" marginheight="0" vspace="0" hspace="0" allowtransparency="true" frameborder="0" height="600" scrolling="no" width="160"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/ins&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div class="tSliceCur"&gt; &lt;span class="subject"&gt;[Forum-Pembaca-KOMPAS] Obat Diabetes Lini Pertama&lt;/span&gt; &lt;span class="sender"&gt;Agus Hamonangan&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-1944684228812545183?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/1944684228812545183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/obat-diabetes-lini-pertama-generik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/1944684228812545183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/1944684228812545183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/obat-diabetes-lini-pertama-generik.html' title='Obat Diabetes Lini Pertama generik'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-1786827169913132194</id><published>2009-01-25T23:37:00.003-08:00</published><updated>2009-01-25T23:53:34.544-08:00</updated><title type='text'>coklat untuk diabetes</title><content type='html'>Perlunya Makan Coklat&lt;br /&gt;Bukan tanpa alasan coklat menjadi makanan favorit bagi banyak orang dari anak-anak, orang dewasa hingga orang tua, selain karena rasanya yang menggoda, coklat juga diyakini memiliki efek yang baik bagi kesehatan. Menurut para ahli, coklat atau bubuk coklat yang diambil dari biji coklat mengandung komponen yang memiliki potensi perlindungan terhadap penyakit jantung, stroke, kanker dan diabetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji coklat mengandung banyak antioksidan, subtansi yang dapat mencegah kerusakan sel akibat radika bebas. Selain ditemukan dalam coklat, Antioksiden juga banyak terdapat dalam blueberi, sayuran hijau, bayam, teh, anggur merah dan jus apel. Kandungan antioksidan bahkan bisa mencapai lima kali lipat pada coklat pekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penelitian telah menujukan bahwa antioksidan dalam coklat atau yang dikenal dengan nama flavonols diyakini dapat menurunkan kolesterol "jahat" LDL dan menigkatkan kolesterol "baik" HDL. Flavonols berfungsi meringankan peradangan, membuka pembuluh darah dan mencegah plek pada arteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian baru-baru ini di Italia ditemukan bahwa coklat pekat dapat menurunkan tekanan darah dan membantu mencegah diabetes type dua dengan mendorong hormon untuk menyebarkan gula dari darah ke sel untuk pembakaran। Penelitian lain terhadap para pemain bola di Argentina ditemukan kesehatan cardiovaskular, menurunkan tekanan darah, kolesterol LDL mereka membaik setelah mengkonsumsi susu coklat sebanyak 3,7 ons setiap hari selama seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah mulai dari tanggal २३ januari &lt;span&gt;२००९&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; saya mencoba minum satu cangkir coklat merk van houten&lt;br /&gt; dengan &lt;span&gt;komposisi &lt;/span&gt;sebagai berikut :&lt;br /&gt; १ sendok makan bubuk &lt;span&gt;coklat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; ditambah/tidak dengan gula ० kalori tropicana slim&lt;br /&gt; satu/atau setengah sachet sesua selera&lt;br /&gt;kemudian tuangkan air panas&lt;br /&gt;siap untuk disajikan hangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara ini sengaja saya coba untuk uji empiris sesuai dengan apa yang telah saya dapatkan dari googling saya beberapa saat yang lalu, mudah mudahan atas ijin Alloh swt kadar gula dalam tubuh saya bisa ber kurang Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-1786827169913132194?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/1786827169913132194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/coklat-untuk-diabetes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/1786827169913132194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/1786827169913132194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/coklat-untuk-diabetes.html' title='coklat untuk diabetes'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-5002562961726123201</id><published>2009-01-22T22:45:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T22:49:44.246-08:00</updated><title type='text'>cangkok pankreas dan ginjal sembuhkan kencing manis</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://indodiabetes.com/wp-content/uploads/2008/12/cangkok-pankreas.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1010" title="cangkok-pankreas" src="http://indodiabetes.com/wp-content/uploads/2008/12/cangkok-pankreas.jpg" alt="" height="119" width="140" /&gt;&lt;/a&gt;Di Cina baru-baru diadakan simposium tahunan pencangkokan organ tubuh pankreas dan ginjal khususnya bagi penderita kencing manis atau diabetes. Pencangkokan pankreas dan ginjal dilakukan secara bersamaan untuk penyembuhan efektif penyakit kencing manis dan penyakit ginjal.&lt;span id="more-1009"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tingkat pertumbubuhan penyakit kencing manis di Cina akhir-akhir ini termasuk sangat tinggi dan mempunyai kecenderungan menyerang kelompok usia muda. Setelah Cina memasuki era keterbukaan, pola hidup dan makan sebagian masyarakat disana juga juga mengalami perubahan. Perubahan pola hidup dan makan ini menjadi salah satu pemicu percepatan pertumbuhan angka penderita kencing manis di Cina.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyakit kencing manis merupakan penyakit metabolisme seumur hidup, metode pengobatan klinik yang umumnya menggunakan suntikan insulin buatan, kontrol obat-obatan diketahui kurang dapat menyembuhkan sama sekali penyakit kencing manis. Pada hal penyakit kencing manis dikenal akan menimbulkan serangkaian komplikasi, salah satunya adalah membawa komplikasi terhadap ginjal yaitu penderita kencing manis akut beresiko tinggi terjadi gagal ginjal. Tingkat kematian bagi penderita kencing manis yang disebabkan karena gagal ginjal merupakan penyebab tertinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dewasa ini, pencangkokan bersama pankreas dan ginjal relatif merata di dunia. Berdasarkan statistik badan pendaftaran Pusat Pencangkokan Pankreas Internasional, terhitung sampai akhir tahun 2003, di dunia telah diadakan 20 kasus operasi sejenis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pencangkokan bersama pankreas dan ginjal diharapkan dapat menyembuhkan penyakit kencing manis secara total. Namun pencangkokan bersama pankreas dan ginjal di Cina termasuk agak terlambat diadakan , dari tahun 1989 sampai sekarang hanya merampungkan 100 kasus pencangkokan sejenis, hal itu juga tidak diketahui oleh penderita penyakit kencing manis bahkan sejumlah dokter dalam negeri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akademi Pencangkokan Organ Universitas Kedokteran Cina memberikan sebuah data bahwa dalam operasi pencangkokan bersama pankreas dan ginjal terhadap 19 pasien menunujukkan para penderita penyakit kencing manis dan penyakit ginjal karena penyakit kencing manis dapat disembuhkan dengan tuntas.Sejumlah komplikasi kronis, misalnya perubahan patologis saraf penyakit kencing manis dan perubahan patologis retina dapat diredakan atau diperbaiki. Komplikasi akibat kencing manis para pasien yang telah menjalani pencangkokkan misalnya tekanan darah tinggi dan kurang darah juga diperbaiki. Sebagian juga dapat melepaskan diri dari ketergantungan terhadap suntikan insulin. Sedang sebagian pasien juga dapat melepaskan diri dari dialisis, tak perlu diet dengan ketat, mutu kehidupannya juga mendapat perbaikan nyata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekalipun pencangkokkan pankreas dan ginjal dapat sembuhkan kencing manis secara total, namun pencangkokkan ini akan membawa akibat yang lain yaitu jika terjadi tubuh menolak pankreas dan atau ginjal organ donatur. Akibatnya sang pasien diharuskan mengkonsumsi obat-obat untuk menghindari terjadi penolakan terhadap organ donatur, dan sangat besar kemungkinannya pasien akan mengkonsumsi obat-obatan ini seumur hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para penderita kencing manis yang memutuskan akan menjalani operasi pankreas dianjurkan menjalani operasi pada waktu yang layak. Karena dalam operasi pencangkokan terdapat risiko tertentu, si penderita harus mengkonsumsi obat-obatan imunisasi seumur hidup, ditambah sejumlah komplikasi penderita penyakit kencing manis mungkin juga memburuk pada akhirnya.&lt;/p&gt; Maka pada tahap awal terserang penyakit kencing manis tidak dianjurkan menjalani operasi, namun pada tahap akhir penyakit kencing manis. Karena penyakit kencing manis akan menggabungkan berbagai jenis komplikasi, kondisi kesehatan seluruh badan kemungkinan akan sangat buruk, maka ada penderita yang tidak dapat menjalani operasi pencangkokan pankreas. Operasi paling baik dijalankan setelah penyakit kencing manis muncul serentak dengan penyakit ginjal gara-gara penyakit kencing manis, tapi pada waktu di seluruh badan tidak timbul komplikasi yang serius&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-5002562961726123201?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/5002562961726123201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/cangkok-pankreas-dan-ginjal-sembuhkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/5002562961726123201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/5002562961726123201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/cangkok-pankreas-dan-ginjal-sembuhkan.html' title='cangkok pankreas dan ginjal sembuhkan kencing manis'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-3287292802174732568</id><published>2009-01-22T22:24:00.001-08:00</published><updated>2009-01-22T22:45:20.670-08:00</updated><title type='text'>Coklat dan Kencing manis</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://indodiabetes.com/wp-content/uploads/2008/09/coklat.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-423" title="Coklat or Chocolate" src="http://indodiabetes.com/wp-content/uploads/2008/09/coklat.jpg" alt="" height="83" width="120" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Coklat dan Kencing manis&lt;/strong&gt; | Ada kabar baik untuk para penyandang kencing manis - diabetes mellitus atau diabetesi. Riset yang dilakukan para ahli di Jerman menyimpulkan, secangkir minuman cokelat diyakini mampu memperbaiki kerja pembuluh darah pada diabetesi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam riset itu, para ahli memberikan tiga cangkir minuman cokelat yang telah diformulasi secara khusus  setiap hari selama sebulan kepada diabetesi. Hasilnya, pembuluh darah mereka yang semula rusak berat, berfungsi normal kembali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diduga, hal itu terjadi berkat flavanol, salah satu zat aktif yang terkandung pada cokelat. Selain cokelat, zat antioksidan tersebut juga terdapat pada beberapa jenis sayuran, buah-buahan, teh hijau, dan lain-lain. Beberapa studi lainnya juga telah mengungkap manfaat flavanol untuk kesehatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam studi itu, para peneliti dari University Hospital Aachen, Jerman, menggunakan cokelat yang telah diperkaya dengan flavanol. Dr Malte Kelm, yang memimpin riset mengatakan, flavanol bekerja dengan meningkatkan produksi nitric oxide, zat kimiawi di dalam tubuh yang akan membantu melenturkan dan melebarkan pembuluh darah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Pengidap diabetes tipe II tentu boleh-boleh saja mengonsumsi cokelat untuk gaya hidup sehat mereka, tapi studi ini tidak bertujuan mendorong diabetesi untuk mengonsumsi lebih banyak cokelat,” kata Kelm.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia menambahkan, riset tersebut  menunjukkan asupan flavanol mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi berupa gangguan kardiovaskuler pada diabetesi. (bbchealth/hid/ri)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber : http://republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/4429&lt;/p&gt;                                            &lt;!-- ************* Bookmark ******************** --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-3287292802174732568?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/3287292802174732568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/coklat-dan-kencing-manis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/3287292802174732568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/3287292802174732568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/coklat-dan-kencing-manis.html' title='Coklat dan Kencing manis'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-4935694952550175666</id><published>2009-01-22T22:19:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T22:24:30.970-08:00</updated><title type='text'>serba serbi diabetes</title><content type='html'>Diabetes Melitus adalah penyakit metabolisme dengan kriteria kadar gula darah yang tinggi. Gula darah sewaktu &gt; 200mg%, atau gula darah puasa &gt;140mg%, atau gula darah 2 jam setelah makan 75g glukosa &gt;200mg%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita DM (diabetesi) sering tidak menyadari tingginya gula darahnya kecuali pada saat yang tidak disengaja, misalnya cek kesehatan untuk melamar pekerjaan, atau periksa ke dokter dengan gejala yang sebenarnya merupakan manifestasi penyakit yang sudah kronis, misal bekas kencingnya dikerubuti semut, sering kesemutan, sering cepat merasa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya kadar gula disebabkan terganggunya organ pankreas sehingga hormon insulin yang dihasilkan jumlahnya sedikit yang tidak mencukupi untuk menurunkan kadar gula darah atau jumlahnya mencukupi namun kualitasnya rendah sehingga tetap tidak bisa menurunkan kadar gula darah. Kerja Insulin adalah mendorong glukosa darah ke sel tertentu (untuk diubah menjadi energi) dan mengubah kelebihan glukosa darah menjadi glikogen yang disimpan di hati dan otot sebagai timbunan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DM adalah penyakit berbahaya karena bila tidak tertangani mengakibatkan komplikasi ke semua bagian tubuh, dari kulit, mata, jantung, ginjal, pembuluh darah sampai tangan dan kaki. Tiga kondisi DM yang dapat menyebabkan kematian: gangguan pembuluh darah otak, gangguan pembuluh darah jantung dan otot jantung, gangguan fungsi ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DM tergolong penyakit keturunan, sehingga seseorang yang memiliki orang tua DM harus menjaga pola hidupnya dari faktor-faktor yang dapat memicu munculnya DM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala utama DM adalah 3P, polidipsi (banyak minium), polifagi (banyak makan), poliuri (banyak kencing). Gejala lainnya: 1. penurunan berat badan dalam waktu yang singkat akibat dari hilangnya jaringan lemak dan otot sehingga sering dikatakan diabetesi makan tubuhnya sendiri, 2. Astenia (rasa lemah), terjadi karena badan kehilangan air dan elektrolit lewat urin, 3.Rasa nyeri,laki-laki pada zakarnya, perempuan pada duburnya, 4. Kejang-kejang kaki, terjadi akibat hilangnya elektrolit serta dehidrasi, 5. Pembesaran hati, 6. Gangguan Penglihatan, katarak, 7. Adanya Glukosa di dalam urin, 8. Gatal-gatal, 9. kesemutan di ujung-ujung jari, 11.disfungsi ereksi. Mengobati gejalanya saja, misal dengan operasi katarak, tanpa melakukan terapi DM sebagai penyebabnya adalah tindakan yang kurang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DM perlu waktu 12 tahun untuk bisa menimbulkan tanda yang bisa dideteksi dengan laboratorium, artinya, bila telah muncul hasil positif di laboratorium berarti perkembangan penyakitnya telah jauh, hingga bertahun-tahun. Deteksi melalui tanda di tangan dan iris akan dapat diketahui adanya potensi DM dalam taraf yang dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pengobatan Holistik, penyebab DM dikelompokkan dalam tiga jenis:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ketidakseimbangan Suhu dan atau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketidakseimbangan Angin (misal faktor genetik, trauma, infeksi, tumor, kurang olah raga, stres psikis) dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Toksid (misal pola hidup dan pola makan yang salah). Toksid, menjadi penyebab mayoritas penderita DM di dunia. Ketiganya menyebabkan penurunan fungsi pankreas yang berakibat rendahnya kualitas dan kuantitas insulin yang dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;DM diklasifikasi menjadi dua: primer dan sekunder. DM primer adalah yang penyebabnya tidak diketahui pasti, ada dua jenis :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;DM tipe1/auto imun DM (ada dua jenis : DM tergantung insulin dan DM tak tergantung insulin)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;DM tipe 2/non auto imun DM (ada tiga jenis : yang tergantung insulin, yang tak tergantung insulin dan yang menyerang anak muda/MODY. DM sekunder adalah DM yang disebabkan oleh berbagai gangguan, seperti : penyakit pankreas, abnormalitas hormon, obat-obatan,abnormalitas reseptor insulin, genetis. Secara sederhana DM cukup dibagi dua : yang tergantung insulin dan yang tidak tergantung insulin dan 90% diabetesi adalah tipe yang tidak tergantung insulin. Mulai terdeteksi rata-rata di atas umur 40 tahun, terutama pada orang-orang yang kelebihan berat badan dan memiliki pola makan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Komplikasi DM&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Nefropati Diabetik, yakni penurunan fungsi ginjal dengan tanda awal ditemukannya protein di urin, bisa mencapai 200mg/menit (normal 15mg/menit). Tekanan darah naik secara bertahp. Muncul gejala gagal ginjal kronis seperti mual, muntah, nafsu makan turun, gangguan konsentrasi hingga gangguan kesadaran hingga koma, anemia, kejang dan perdarahan selaput lendir mulut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Neuropati Diabetik. Kondisi rusaknya saraf dengan gejala kesemutan di kaki dan tangan, berkurangnya sensasi terhadap getaran dan nyeri hingga tidak sadar kalau kakinya tertusuk paku atau terluka, rasa panas seperti terbakar di ujung tubuh misal di kantong zakar, rasa nyeri seperti disayat di ujung jari kaki, sulit membedakan temperatur panas dan dingin, otot lengan atas dan tungkai atas lemah, mata jereng, disfungsi ereksi sementara atau menetap.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kematian Otot Jantung dan Pembuluh Darah Otak. Resiko serangan jantung dan stroke pada diabetesi bisa mencapai 30 hingga 400% lebih tinggi dibanding non DM. Kadar gula darah tinggi menyebabkan pengerasan dan penebalan pembuluh darah apalagi dengan tingginya kadar lemak jahat. Di jantung aliran darah berkurang, otot jantung melemah dan terjadi gagal jantung dengan gejala sesak untuk beraktivitas, bila otot jantung mati, diabetesi bisa mati mendadak. Gejala lain adalah jantung berdebar meski saat istirahat karena terganggunya saraf otonom di jantung. Gangguan pembuluh darah di otak menyebabkan kepikunan karena suplai darah menurun. Pengerasan pembuluh darah menaikkan tensi darah, pembuluh darah otak pecah, terjadilah stroke. Resiko serangan jantung dan stroke pada diabetesi bisa mencapai 30 hingga 400% lebih tinggi dibanding non DM.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Retinopati Diabetik. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan mata menjadi sembab. Penglihatan berangsur berkurang. Lensa mata menjadi keruh atau katarak,pandangan berkabut, retina mata rusak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hipoglikemi. Kondisi sangat rendahnya kadar gula darah di bawah 50md/dL dengan gejala keringat dingin di wajah, gemetar, lemas, lapar, mual, tekanan darah turun, gelisah, jantung berdebar, sakit kepala, kesemutan di jari tangan dan bibir yang bila tak segera diatasi bisa menyebabkan kejang dan koma. Penyebab hipoglikemi adalah pemakaian obat diabet dengan dosis tinggi, puasa terlalu lama, setelah minum obat tidak atau terlambat makan, penggunaan obat diabet jangka lama pada manula tau sedang sakit berat, gangguan fungsi ginjal, hepatitis berat, kadar insulin tinggi pada tumor. Mengatasinya mudah, cukup minum manis, minum madu atau 2 sendok makan glukosa murni.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelainan Kulit. Indra perasa menjadi tumpul, tidak bisa merasakan sesuatu, pasokan darah dan oksigen menurun sehingga luka mudah meluas dan sulit sembuh. Muncul bentol kecil di mata kaki, kaki, lengan atas (dermopati). Timbul gelembung (bullae) di punggung atau telapak kaki. Muncul jaringan granulasi merah di dada dan lengan atas.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Pengobatan DM meliputi 6 aspek: 1. Edukasi, 2. Perubahan pola hidup, misal pengendalian stres, peningkatan spiritual, 3. Perubahan pola makan, dengan menerapkan Food Combining, menghindari makanan dan minuman yang tidak bermanfaat, 4. Olah raga yang teratur, tiap 2 hari sekali, 5. Terapi Konvensional dengan obat-obatan kimia, bagi diabetesi yang telah mengkonsumsi dan secara bertahap diturunkan dosisnya sampai kemudian ditinggalkan dan secara penuh beralih ke 6. Pengobatan Tradisional yang meliputi Herbal dan Teknik Terapi, seperti kiropraksi, akupunktur, akupresur dan Bekam. Dengan pengobatan tunggal semata obat kimia, sebaik apapun jenisnya tidak akan berguna karena sifatnya yang simtomatis dan fungsi pankreas tiap tahun tetap akan menurun secara signifikan.&lt;br /&gt;Fungsi herbal dalam mengobati DM adalah : menurunkan kadar gula darah, memperbaiki fungsi pankreas, membangun kembali sel dan jaringan pankreas yang rusak, meningkatkan efektifitas insulin serta menyembuhkan komplikasi DM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Herbal yang sesuai untuk DM:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Buah Pare, mengandung charantin, polipeptida P dan Visin yang bersifat Hipoglikemik,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buah Makasar, sangat baik untuk DM pada saat kadar gulanya cukup tinggi,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daun Pegagan, memperbaiki peredaran darah dan mengenyahkan toksin,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Brotowali (Tinospora Crispa),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lidah Buaya (Aloe Vera), menstimulasi pankreas,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Haba Sauda (Nigella Sativa), menstimulasi pankreas,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ciplukan (Physallis Peruviana),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daun Mimba (Azhadirachta Indica Juss),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sambiloto (Andrograpis Panikulata),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pulai (Alstonia Scholaris R. Br)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(Tetracera Indica),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(Pithecellobium Jiringa),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(Barringtonia Racemosa),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Virgin Cocounot Oil &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Therapy yang lebih menyeluruh dan dapat menyembuhkan secara lebih sempurna adalah dengan therapy detoksifikasi. Penjelasan tentag detoksifikasi ini lihet di artikel sebelumnya.    &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt; Diposting oleh &lt;span class="fn"&gt;H. Agung Yulianto&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; pada &lt;a class="timestamp-link" href="http://agungy.blogspot.com/2008/07/serba-serbi-diabetes-melitus.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2008-07-02T12:34:00+07:00"&gt;12:34 PM&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-action"&gt; &lt;a href="email-post.g?blogID=1046191832587992623&amp;amp;postID=6230742972346066247" title="Email Post"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="img/icon18_email.gif" height="13" width="18" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-2132134643"&gt; &lt;a href="post-edit.g?blogID=1046191832587992623&amp;amp;postID=6230742972346066247" title="Edit Post"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="img/icon18_edit_allbkg.gif" height="18" width="18" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-backlinks post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;&lt;span class="post-labels"&gt; Labels: &lt;a href="http://agungy.blogspot.com/search/label/detoks" rel="tag"&gt;detoks&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://agungy.blogspot.com/search/label/detoksifikasi" rel="tag"&gt;detoksifikasi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://agungy.blogspot.com/search/label/diabetes" rel="tag"&gt;diabetes&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://agungy.blogspot.com/search/label/insulin" rel="tag"&gt;insulin&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://agungy.blogspot.com/search/label/kecing" rel="tag"&gt;kecing&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://agungy.blogspot.com/search/label/manis" rel="tag"&gt;manis&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://agungy.blogspot.com/search/label/melitus" rel="tag"&gt;melitus&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://agungy.blogspot.com/search/label/mellitus" rel="tag"&gt;mellitus&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://agungy.blogspot.com/search/label/pangkreas" rel="tag"&gt;pangkreas&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://agungy.blogspot.com/search/label/terapi" rel="tag"&gt;terapi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://agungy.blogspot.com/search/label/thibbun%20nabawy" rel="tag"&gt;thibbun nabawy&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-4935694952550175666?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/4935694952550175666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/serba-serbi-diabetes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/4935694952550175666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/4935694952550175666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/serba-serbi-diabetes.html' title='serba serbi diabetes'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-9189369629196773381</id><published>2009-01-22T22:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T22:19:14.882-08:00</updated><title type='text'>jagung manis boleh buat diabetesi</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Begitu enaknya saat menyantap jagung manis bakar atau rebus di tengah malam&lt;br /&gt;yang dingin. Selalu saja memberikan kehangatan yang luar biasa bagi&lt;br /&gt;penikmatnya. Tetapi sadar atau tidak, ternyata rasa manis yang terdapat&lt;br /&gt;dalam jagung manis bukan merupakan glukosa atau sukrosa (gula tebu) yang&lt;br /&gt;jika banyak dikonsumsi memicu diabetes bagi penikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fruktosa, sejenis polimer gula atau sering disebut sebagai gula buah yang&lt;br /&gt;menjadikan orang dengan diabetes-pun diperbolehkan mengkonsumsinya.&lt;br /&gt;Kenapa........? Karena si fruktosa ini merupakan gula kompleks yang tidak&lt;br /&gt;langsung dicerna oleh alat pencernaan manusia, tetapi harus diolah terlebih&lt;br /&gt;dahulu menjadi gula sederhana. Sebelum fruktosa tercerna, biasaya sudah&lt;br /&gt;terbuang melalui bersama urin, sehingga tidak terserap tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, jagung manis ternyata mempunyai nilai nutrisi yang lebih&lt;br /&gt;baik dibandingkan dengan jagung biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel Kandungan Zat gizi Jagung dan jagung manis&lt;br /&gt;Kandungan Zat Gizi  (Tiap 100 gr bahan)&lt;br /&gt;No      Zat Gizi                Jagung Biasa    Jagung manis&lt;br /&gt;1.      Energi (cal)            129             96.0&lt;br /&gt;2.      Protein (gr)            4,1             3,5&lt;br /&gt;3.      Lemak (gr)              1.3             1.0&lt;br /&gt;4.      Karbohidrat (gr)        30.3            22.8&lt;br /&gt;5.      Kalsium (mg)            5.0             3.0&lt;br /&gt;6.      Fosfor (mg)             108.0           111&lt;br /&gt;7.      Besi (mg)               1.1             0.7&lt;br /&gt;8.      Vitamin A (SI)          117.0           400&lt;br /&gt;9.      Vitamin B (mg)          0.18            0.15&lt;br /&gt;10.     Vitamin C (mg)          9.0             12.0&lt;br /&gt;11.     Air (gr)                63.5            72.7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;www.iptek.net.id&lt;br /&gt;www.republika.co.id&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-9189369629196773381?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/9189369629196773381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/jagung-manis-boleh-buat-diabetesi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/9189369629196773381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/9189369629196773381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/jagung-manis-boleh-buat-diabetesi.html' title='jagung manis boleh buat diabetesi'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-7057177267791768271</id><published>2009-01-22T22:13:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T22:17:32.086-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HEALTH INFO'/><title type='text'>DIABETES MASIH BOLEH MAKAN ENAK KOQ</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/04/29/120712p.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3271/2960617290_59d7cc38df.jpg?v=0" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGIDAP penyakit diabetes mellitus bukanlah berarti kiamat dalam kehidupan Anda. Meskipun tidak dapat sembuh, penderita diabetes (diabetesi ) sebenarnya tetap dapat menikmati hidup secara normal termasuk mengonsumsi berbagai jenis makanan, kendati harus disesuaikan kebutuhan kalori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. Slamet Suryono MD, Ketua Pusat Penelitian Diabetes dan Lemak RSCM/FKUI, dahulu sempat berkembang mitos bahwa hidup dengan penyakit diabetes merupakan suatu penderitaan yang menyiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita biasanya harus menjalani diet ketat dengan pantangan makanan manis. Gula dan bumbu pada makanan juga dihindari, sehingga kerap kali menu untuk diabetesi sering berbeda. Mitos-mitos tersebut, kata Prof Slamet, tidaklah berlaku karena penderita diabetes sebenarnya dapat mengonsumsi makanan apapun, kendati porsinya harus tetap diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu, ada mitos diabetesi tak boleh makan enak. Harus makan kentang, tak boleh menyentuh gula, makan terpisah dari keluarga. Tidak demikian lagi sekarang, semua dibolehkan tetapi dengan takaran tertentu," ungkap Prof. Slamet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, lanjut mantan Presiden Federasi Perkumpulan Endokrinologi ASEAN ini, pengidap diabetes dapat hidup normal asalkan mau menjalani empat modalitas utama yang tak dapat dipisahkan. Empat modalitas tersebut adalah mengikuti penyuluhan agar paham dan mandiri mengatasi diabetes, mengatur pola makan, melakukan olahraga teratur dan terapi obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang diabetesi, ujar Prof Slamet, bahkan sebenarnya tidak memerlukan obat-obatan bila ia mampu disiplin memantau kadar gula darahnya dan mengontrol melalui pengaturan makan dan olahraga teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Obat-obatan itu adalah modalitas yang terakhir. Baru diperlukan bila gagal dengan pengaturan makan dan olahraga. Yang harus diingat pula, obat-obatan tidak untuk menggantikan pengaturan makanan dan olahraga teratur," ujar Prof Slamet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia meyakinkan, bila dilakukan secara disiplin, benar dan teratur, upaya diet dan olahraga saja sebenarnya sudah mampu menurunkan kadar gula darah secara signifikan pada penderita diabetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pokoknya bila diet dan olahraga dilakukan secara ketat dan baik, gula darah pasien akan menurun dalam dua minggu. Dalam dua pekan sudah kelihatan, lebih lama lagi lebih baik. Jadi yang diperlukan adalah konsistensi," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terapi obat, gula darah penderita memang dapat diturunkan lebih cepat ketimbang pengaturan makan dan olahraga. Tetapi yang biasanya kemudian terjadi adalah mereka menjadi ketergantungan terhadap obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang kalo ingin cepat ya dengan obat, tetapi berarti itu melompat ke modalitas keempat, sedangkan nomor satu dua dan tiganya dilupakan. Yang akan terjadi adalah pasien menjadi dependent terhadap obat. Ini tentu kurang baik," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya pengaturan makan dan upaya olahraga menjadi efektif, Prof Slamet memiliki tip-tip yang dapat dilakukan para diabetesi. Berikut adalah tip-tipnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jaga nafsu makan&lt;br /&gt;- Usahakan porsi tersebar dalam sehari supaya kadar gula darah tidak terlalu berfluktuasi &lt;br /&gt;- Bagilah porsi makanan menjadi 3 porsi besar dan 3 porsi kecil. &lt;br /&gt;- Makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. &lt;br /&gt;- Teratur dalam jumlah, jenis dan jadwal&lt;br /&gt;- Lebih banyak menu buah-buahan dan sayuran&lt;br /&gt;- Gerak badan atau olahraga secara teratur minimal selama 30 menit 3 atau 4 kali seminggu. &lt;br /&gt;- Pilih olaharga yang sesuai.  Jalan kaki atau berenang relatif lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau berbagi pada teman yang mungkin juga mengdap diabetes. Saya salah seorang penderitanya. Tahun 2007 Agustus kemaren, rasanya seperti langit runtuh saat dokter memvonis saya diabetes dengan kadar sampai 600. &lt;b&gt;Pada umur 31, saya positif menderita diabetes&lt;/b&gt;. Apa yang salah pada saya? Tidak ada. Saya tergolong orang yang makan sedikit dan olah raga teratur. Saya ke gym minimal 3 kali seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya, saya sakit sekitar Juli 2007.  Sakitnya aneh menurut saya.  &lt;b&gt;Makan saya jadi kuat, dan minum juga cukup banyak&lt;/b&gt;. Satu galon Aqua, saya bisa habiskan dalam waktu 2 hari saja. Ini aneh. Mulut saya suka kering dan kalau malam, suka terbangun untuk kencing. Kemudian, bila &lt;b&gt;siang hari, sekitar pukul 3 siang, rasanya berkunang-kunang&lt;/b&gt;.  &lt;b&gt;Badan luar biasa lelah, sehingga saya banyak tidur&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ke dokter umum. Tidak ditemukan penyakit apapun. Diberi beraneka macam vitamin dan antibiotik. Saya makan obat sesuai resep dokter. Tidak ada perubahan. Saya ke dokter spisialis penyakit dalam. Dokter memeriksa dengan alat scan, jantung, ginjal, limpah dan hati. Semuanya dalam kondisi yang sangat bagus. Karena saya rajin olahraga. Hingga akhirnya dokter yang juga tak habis pikir, memutuskan untuk melakukan tes sederhana pada darah saya. Tangan saya ditusuk dengan jarum, lalau darahnya dilekatkan ke lakmus yang terhubung ke alat ukur. Dokter terbelalak ngeri. Saya apalagi. Lemas luar biasa.... sampai pulang ke rumahpun saya seperti tidak ada tenaga sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menyebabkan diabetes saya?....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pertanyaan yang saya ajukan ke dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter mananyakan pola makan dan pola hidup saya. Saya ceritakan, saya kerja di toko sendiri. Berolahraga rutin. Fitnes, dan makan juga tidak banyak. Dokter menanyakan riwayat keluarga. Ayah Ibu saya pengidap diabetes. Nah, disitu dia. Saya belum puas, saya tanyakan lagi, 'Mengapa pada usia masih 31 tahun sudah bisa muncul? Bukankah ini masih terlalu belia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter menjelaskan. Bahkan pada usia bayi pun sekarang banyak kasus diabetes yang tidak diketahui. Kemudian dokter menebak, setelah menanyakan berapa orang saya sekeluarga. Dan dokter menebak, bahwa saudara-saudara saya pasti berbadan besar semua.... dan ini sangat benar. Saya termasuk yang berukuran sedang, dengan tinggi 175 berat waktu itu 85 kg. Tinggi besar bagi orang lain, tapi di keluarga saya masih ada yang lebih besar dari saya. Bahkan, untuk laki-laki, saya termasuk yang paling kurus... yang lain ada yang 90 - 100 kg. Hal ini karena, pada orang yang berbakat diabetes, kadar gula dalam darah cenderung tinggi. Walaupun belum menjadi diabetes, tapi bila ada faktor genetik, gula darah ini akan diubah menjadi lemak, sehingga badan cenderung membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih tidak puas. Saya tanyakan lagi. Apa pemicunya? sehingga bisa muncul di saat ini. Dan, dari konsultasi dengan dokter, diduga keras, akibat stres hebat yang saya alami pada saat itu. Memang saya akui saat itu saya sangat susah. Saya masih tinggal bersama kakak, belum kaya sekarang saya tinggal sendiri. Kemudian ada pergantian suasana dari kehidupan mapan di pekerjaan dulu menjadi wiraswasta seperti sekarang. kemudian ada masalah dengan kakak dan abang. Biasalah masalah abang beradik. Yang akhirnya, saya sempat marah besar sebelum saya jatuh sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencetusnya adalah stress hebat pada kasus saya. Genetik bawaan yang sudah tidak bisa ditolak. Hanya bisa disiasati dengan pola makan dan pola hidup. Terus terang saya tidak tahu harus bagaimana. Dokter mengukur berat badan saya dan tinggi. Kemudian dokter menyarankan saya diet. Tidak diberi tahu diet bagaimana. Tapi dokter menyarankan diet rendah kalori. Jadi yang harus saya hindari saat itu adalah karbohidrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa majalah kesehatan saya beli untuk mencari info sehat. Saya juga tanya om google. Saya ingin tahu semua tentang diabetes, dari a sampai z. saya beli buku South Beach Diet. Diet Pantai selatan. Yang cock dengan saya, saya kira. Karena inti dietnya adalah mengurasi asupan karbohidrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana diet yang saya lakukan.  &lt;b&gt;Saya berhenti mengkonsumsi nasi&lt;/b&gt;.... Roti juga tidak.  &lt;b&gt;Menghindari terigu.  Tapi memilih gandum utuh&lt;/b&gt;.  Kemudian, saya ganti nasi dengan asupan lain, misal &lt;b&gt;tahu, tempe, pisang, singkong rebus, jagung, kentang bakar dan talas&lt;/b&gt;.  Itu yang saya makan sehari hari, sebagai asupan karbohidrat pengganti nasi dan terigu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bahan-bahan karbohidrat yang saya sebut diatas diperbolehkan, daripada nasi?  Karena, tubuh tetap butuh karbohidrat.  &lt;b&gt;Kondisi orang diabetes adalah, sebuah kondisi dimana pankreas terdapat kelaian&lt;/b&gt;.  Sehingga kerja Insulin yang dihasilkan pankreas sedikit ngaco.  &lt;b&gt;Insulin tidak sanggup mengatur kadar guda dalam darah, sehingga darah teracuni gula&lt;/b&gt;.  Bila kondisi ini terlambat diketahui, akibatnya bisa konflikasi kemana-mana, terutama lever dan ginjal juga jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bahan-bahan makanan diatas dipilih sebagai pengganti nasi, karena dibandingkan nasi dan terigu, bahan-bahan tersebut lebih susah diserap tubuh. Artinya jenis karbohidratnya jelek. Sehingga, proses metabolisme tubuh akan tetap membuang makanan yang kita makan, bila waktu pencerapannya sudah habis. Dan ini berarti asupan tersebut tidak semuanya dapat diserap tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh hari saya jalani diet seperti itu. Saya terbisa makan pecel, gado-gado dan tahu goreng, sebagai pengganti makan nasi. Dengan catatan, bumbu/saos dari pecel, gado gado dan tahu goreng tidak saya konsumsi. Sedikit saja untuk perasa sayur sayuran. Hasilnya, dalam sepuluh hari, kadar gula saya turun dari 600 ke 140.... Dokter sampai menyalami saya. Menanyakan banyak hal sehubungan diet saya. Berat badan saya juga turun, sampai sekarang stabil di kisaran 75 - 80 kg. Dan dokter menyarankan, tidak diturunkan lagi. Batas berat badan saya 75 kg. Karena menurut dia, orang yang terkena diabetes sukar untuk gemuk lagi. Biasanya badan menyusut kering. Kalau bisa manaikkan bobot tubuh, itu tandap tanda kesembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, jujur... tidak ada penyessalan bagi saya akhirnya. Badai sudah saya lewati. Saya menikmati hidup sekarang. Dengan sehat. Saya juga masih bisa minum kopi, sehari maskimal dua gelas. Tanpa gula Tropicana slim. Saya pakai gula biasa. karena saya tidak mengkonsumsi karbohidrat dari nasi sama sekali selama seminggu. Di hari minggu baru saya makan nasi, dan puas-puaskan selera makan saya. Apapun saya makan, tapi dalam porsi yang pasti lebih sedikit dari teman-teman yang ngajak saya makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi yang membuat saya bahagia.... saya bersyukur mengetahui adanya kelainan pankreas ini pada saya pada umur segini. Bagaimana bila saya baru tahu saya pengidap diabetes di umur yang lebih tinggi? Misal di kisaran umur 40 - 50 tahun. Apa yang dapat saya lakukan pada usia tersebut? Bukankah sudah terlambat? Dari sekarang saya tahu kelemahan badan saya. Saya bisa menentukan kemana kesehatan saya. Dan saya bersyukur untuk itu. Saya bisa lebih disiplin dari orang lain. Terkadang bahkan sampai makan malam saya ganti dengan setengah buah semangga tanpa biji ukuran sekitar 4 kg. Atau dengan sesisir pisang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buang air besar saya lumayan lancar. karena saya banyak mengkonsumsi sayuran dan buah. Serta daging tentunya. Saya hampir tidak pernah makan obat diabetes lagi. Kecuali pada undangan pesta atau ada acara keluarga yang menuntut untuk melonggarkan sedikit ikat pinggang. Saat saat seperti itu saya makan obat untuk antisipasi. sehari-hari, no way.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan gula?  &lt;b&gt;Sebenarnya tidak baik mengkonsumsi gula palsu atau yang dikenal dengan aspartam atau bahan sintetik apa&lt;/b&gt;. Pemanis buatan itu. Karena itu memperberat kerja ginjal. Yang sudah lemah bagi kebanyakan penderita diabetes. Saya jadi tahu, bagaimana nikmatnya minum kopi ekpresso dengan tingkat kepahitan yang tinggi. Ini suatu berkah. Bukan malapetaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan penyakitpun ada hikmahnya.... tergantung bagaimana kita menyikapi apa yang menimpa kita. Kalau pesimis, yah semakin parah. kalau optimis, mau berusaha... dari berpikir sehat saja, sudah tercapai sehat 10 persen.... selebihnya datang dari disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bagi teman yang ada anggota keluarganya yang menderita diabetes juga tidak berkecil hati. Ada rahasia dibalik ini, yang kita saja yang belum berhasil memecahkannya..... saya percaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada rumour tentang kualitas sex.... saya buktikan sendiri, setelah gula darah saya normal sampai sekitar 100 - 120.... kemampuan itu sangat prima. Paling prima seumur hidup saya.... wakakakakaka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-7057177267791768271?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/7057177267791768271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/diabetes-masih-boleh-makan-enak-koq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/7057177267791768271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/7057177267791768271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/diabetes-masih-boleh-makan-enak-koq.html' title='DIABETES MASIH BOLEH MAKAN ENAK KOQ'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-7285367753877997506</id><published>2009-01-22T18:56:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T18:59:43.025-08:00</updated><title type='text'>merefill katrid hitam no 21 dari printer HP Deskjet D2466</title><content type='html'>Untuk anda yang kesulitan merefill katrid hitam no 21 dari printer HP Deskjet D2466, berikut pengalaman saya merifillnya, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katrid no 21 milik saya masih asli bawaan printer, ciri-cirinya jika anda cermati ternyata katrid hitam no 21 dan katrid warna no 22 bawaan asli printer ada tulisan INTRODUCTORY pada stiker yang ditempel diatas katrid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah merefill Katrid tinta hitam no 21.&lt;br /&gt;1. Belilah tinta refill, bukannya iklan (dan saya juga tidak dibayar untuk ini) tetapi saya menggunakan merek DATAPRINT seri DP 27 yang bisa dipakai untuk katrid hp no 21, 27 dan 56. Harganya sekitar 18ribu.&lt;br /&gt;2. Siapkan tisu kering dan bersih selembar.&lt;br /&gt;3. Pada suntikan tinta yang akan kita pakai untuk refill, bukalah tutup tintanya, lalu pasanglah diujungkan sambungan jarum suntikan (bentukknaya memang persis seperti jarum suntik).&lt;br /&gt;4. Hidupkan printer anda (computer tidak hidup juga tidak apa-apa).&lt;br /&gt;5. Buka cover atas printer, maka otomatis kedua katridnya no 22 dan 21 akan bergeser posisinya ke tengah printer, dan lampu power (lampu posisi paling kiri) di printer akan berkedip-kedip.&lt;br /&gt;6. Lepaskan katrid no 21 dari dudukan di printer, agak sulit menjelaskan tekniknya, tetapi sederhananya adalah taruh jari tengah dan jari telunjuk diatas katrid yang ada benjolannya, sedangkan ibu jari untuk menahan katrid bagian depan yang bawah, lalu tinggal tarik jari tengah dan telunjuk anda, maka akan copotlah katrid dari dudukannya. (hati-hati dalam memperlakukan katrid, jangan sekali kali anda menyentuh HEAD tempat keluarnya cairan tinta di bawah katrid, dan jangan pula menyentuh konektor tembaga yang ada bintik-bintiknya yang berguna untuk menghubungkan katrid dengan dudukan katrid di printer). Karena katrid masih asli bawaan printer, maka hanya muat sekitar 5 cc dalam sekali refill, maka teknik merefilnya harus setetes demi setetes, dan memang agak lama, bisa sekitar 10 menit.&lt;br /&gt;7. Buka stiker diatas katrid pad bagian atas (artinya anda bisa membaca tulisan di stiker tanpa terbalik), cukup sepertiganya saja, atau sampai terlihat lubang pengisian tinta yang posisinya ada di tengah.&lt;br /&gt;8. Ambil suntikan refill tinta lalu taruh diatas lubang pengisian di katrid kira-kira 0,5 cm, lalu tekan suntikan perlahan sampai diujung jarum suntikan terlihat tintanya mengumpul, lalu masukkan tinta yang mengumpul diujung jarum suntik tersebut ke lubang pengisian dengan agak menempel disisinya lubang, sehingga lubang tetap terbuka tidak dipenuhi oleh tetesan tinta, jika ternyata tinta menutupi lubang pengisian katrid, maka tiuplah dengan angin dari mulut anda sampai lubangnya terbuka. (harus dilihat pada tempat yang terang, atau kalau malam pakai lampu yang terang, biar lubang pengisian di katrid bisa terlihat dengan jelas).&lt;br /&gt;9. Ulangi langkah no 8 diatas sampai katrid penuh atau tidak bisa diisi lagi. Atau lebih mudahnya tandai dulu suntikan tinta saat memulai merefill pada angka berapa, misal angka 20, dan hentikan setelah sampai pada angka 15, sehingga yang diisikan adalah 5 cc.&lt;br /&gt;10. Bersihkan sekitar lubang pengisian dengan tissue yang sudah disediakan tadi sampai bersih.&lt;br /&gt;11. Tutup kembali stiker yang tadi dikelupas sedikit, tutuplah sesuai aslinya, karena ada mekanisme pernafasan katrid melalui jalur yang berbelok-belok yang tertutup oleh stiker, tetapi diujungnya terbuka.&lt;br /&gt;12. Pasang kembali katrid anda ke dudukan printer.&lt;br /&gt;13. Tutup kembali cover atas printer.&lt;br /&gt;14. Printer anda siap untuk digunakan lagi untuk ngeprint text atau gambar warna hitam. Untuk yang katrid berwarna saya belum pernah mengisinya, tetapi saya yakin teknik dan prosesnya hampir sama dengan yang katrid hitam, cuma mengisinya dengan 3 tinta warna yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah teknik saya dalam mengisi / merefill katrid HP hitam no 21, mungkin ada kekurang sempurnaan dan ada teknik yang lebih baik, mohon bisa sharing di sini. Sebab jika anda mengisinya langsung disuntikkan 5cc sekaligus, saya pastikan tintanya akan meluap, dan mengotori katrid, dan bisa-bisa katrid jari rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merefill sendiri berarti anda akan hemat waktu dan uang. Karena untuk merefill katrid hitam yang bawaan printer ini, kemarin saya kena 21ribu. Padahal kalau beli tinta refill kita dapat 40 cc, berarti bisa 8 kali refill, bahkan mungkin lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-7285367753877997506?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/7285367753877997506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/merefill-katrid-hitam-no-21-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/7285367753877997506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/7285367753877997506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/merefill-katrid-hitam-no-21-dari.html' title='merefill katrid hitam no 21 dari printer HP Deskjet D2466'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-706616541829210650</id><published>2009-01-22T18:46:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T18:49:33.494-08:00</updated><title type='text'>belajar ngeblog bagian2</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Tanpa diduga, tiba-tiba muncul provokator ketiga, yaitu &lt;a href="http://www.kesehatan-anak.com/" target="_blank"&gt;Adrieanta&lt;/a&gt;, yang menyarankan agar Genghiskhun.com diselipin iklan-iklan dari Google Adsense. Maksudnya sambil ngeblog juga mendulang duit dari pajangan iklan-iklan yang diklik oleh pembaca.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teman yang baik hati dan tidak sombong ini merekomendasikan blognya &lt;a href="http://www.cosaaranda.com/" target="_blank"&gt;Cosa aranda&lt;/a&gt;sebagai tempat belajar adsense.&lt;br /&gt;Alhasil meluncurlah penulis ke tempat tersebut, dan memang benar. Blognya Mas Cosa ini enak dibaca, gurih dan renyah seperti rempeyek &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; . Bisa dikatakan 80% ilmu penulis didapatkan dari blognya mas Cosa ini. Termasuk bagaimana cara meng-Optimisasi Mesin Pencari (SEO, &lt;em&gt;Search Engine Optimization&lt;/em&gt;) dan lain-lain. Maaf buat Mas Cosa karena hingga artikel ini ditulis penulis belum pernah sempat untuk berkomentar di blog tersebut, padahal hitung-hitung dapat &lt;em&gt;backlink&lt;/em&gt;, tapi takut ntar malah dianggap spam hehe..&lt;br /&gt;Tempat belajar lain yang juga menentukan adalah &lt;a href="http://dokternasir.web.id/" target="_blank"&gt;Nasir&lt;/a&gt; karena langsung on call via handphone  &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hingga saat ini bila anda perhatikan, iklan yang muncul di blog penulis berasal dari:&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.google.com/adsense" target="_blank"&gt;Google adsense&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=5943" target="_blank"&gt;Kumpulblogger&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ask2link.com/refer/nafanakhun"&gt;Ask2link&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.clixsense.com/?2459178" target="_blank"&gt;Clixsense&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.exitjunction.com/index.jsp?ref=483" target="_blank"&gt;Exitjunction&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.bidvertiser.com/bdv/bidvertiser/bdv_ref_publisher.dbm?Ref_Option=pub&amp;amp;Ref_PID=190062"&gt;BidVertiser&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.adsentra.com/" target="_blank"&gt;Adsentra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://adsensecamp.com/" target="_blank"&gt;Adsense Camp&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ppcindo.com/" target="_blank"&gt;PPC Indo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.textlinkads.com/" target="_blank"&gt;Text Link Ads&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.inlinks.com/" target="_blank"&gt;Inlinks&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.adbrite.com/" target="_blank"&gt;Adbrite&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda juga bisa turut serta mengikuti program mereka sebagai &lt;em&gt;publisher Ads&lt;/em&gt; (Pemasang iklan) di blog pribadi, dengan cara klik link di atas lalu mendaftarkan diri. Mudah seperti halnya membuat account email.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang paling menguras tenaga tentu saja ide dan kreatifitas, ini yang tidak boleh padam  &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt;  . Ada saran/ kritik?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Genghis Khun&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-706616541829210650?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/706616541829210650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/belajar-ngeblog-bagian2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/706616541829210650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/706616541829210650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/belajar-ngeblog-bagian2.html' title='belajar ngeblog bagian2'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-7612499541907797381</id><published>2009-01-22T18:44:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T18:46:25.182-08:00</updated><title type='text'>belajar ngeblog bagian 1</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Alasan penulis ngeblog sebenarnya sederhana saja; karena tulisan-tulisan karya sendiri dirasa tidak laku di penerbit buku, padahal ilmu (dan juga propaganda &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt;  ) harus segera di sosialisasikan secepatnya.ciee..&lt;br /&gt;Akhirnya dipilihlah metode Ngeblog, sekalian belajar internet, belajar hosting, belajar google adsense, lalu malah sekarang ketagihan jadi publisher ads &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-317"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin ExitJunction.com Code --&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!-- Copyright by ExitJunction.com --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Tahap Ngeblog gratisan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penulis ngeblog pertama kali di &lt;a href="http://www.friendster.com/" target="_blank"&gt;Friendster&lt;/a&gt;, kemudian noba-nyoba di &lt;a href="http://www.multiply.com/" target="_blank"&gt;Multiply&lt;/a&gt;, lalu &lt;a href="http://nafanakhun.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Blogspot&lt;/a&gt; dan akhirnya benih-benih cinta mulai mekar di &lt;a href="http://www.wordpress.com/" target="_blank"&gt;WordPress.com&lt;/a&gt;. Apa pasal? karena di WordPress bisa membuat menu halaman tersendiri di luar posting. Nah, ini yang menarik, karena web atau blog yang selama ini diidam-idamkan penulis diharapkan mencakup:&lt;br /&gt;1. Posting artikel berkesinambungan&lt;br /&gt;2. Halaman Download untuk materi-materi komplit&lt;br /&gt;3. Galery untuk memamerkan sesuatu yang bisa dipamerkan, terutama foto-foto; close up, modis, nudis ups…salah  &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif" alt=":P" class="wp-smiley" /&gt;&lt;br /&gt;4. Arsip tulisan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka demikianlah, penulis mulai ngeblog di wordpress sambil lirak-lirik blognya &lt;a href="http://cakmoki86.wordpress.com/about" target="_blank"&gt;Cak Moki&lt;/a&gt; untuk dicontek penataan halamannya  &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif" alt=":P" class="wp-smiley" /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama muncullah provokator, seperti biasa, siapa lagi kalau bukan &lt;a href="http://deden96.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Deden&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.bayukaze.net/" target="_blank"&gt;Bayu&lt;/a&gt;. Kedua orang ini dengan bujuk rayunya yang sangat lihai menyarankan agar penulis membuat domain dan hosting berbayar, agar lebih kredibel gitu..haha&lt;br /&gt;Entah kenapa ya? penulis bagai kerbau dicucuk hidungnya, alias terprovokasi, kepala panas dingin ketika Bayu berkata;&lt;br /&gt;“Wah, kamu ntar pasti sangat kecewa kalau domain &lt;b&gt;Genghiskhun.com&lt;/b&gt; sudah jadi milik orang lain” (kalau tidak salah gitu khan Bay?)&lt;br /&gt;Masih ingat, gara-gara itulah penulis terburu-buru mendaftarkan &lt;b&gt;Genghiskhun.com&lt;/b&gt; di server yang &lt;a href="http://ardhosting.com/" target="_blank"&gt;direkomendasikan oleh Deden&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Tahap Domain dan Hosting berbayar&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah selesai proses ‘akad jual beli dengan barang virtual’, yaitu domain dan hosting, dan dinyatakan telah aktif, maka….&lt;br /&gt;“Lha? trus ini diapain?? masih kosong melompong”&lt;br /&gt;Kalang kabut! konsul lagi sana sini (Sana= Deden, sini= Bayu  &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley" /&gt;  ). Pada intinya, Genghiskhun.com ingin diinstal software WordPress, secara, sebelumnya sudah terbiasa &lt;del&gt;bersenggama&lt;/del&gt; bersentuhan dengan WordPress.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fase instalasi ini sekarang benar-benar telah lupa, entah lewat fantastico seperti saran bayu ataukah upload manual lewat File Manager (ataukah dengan cara lain??). Tolong ingatkan Bay?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasil akhirnya adalah tampilan blog manis, seperti yang sedang anda hadapi ini  &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#003366;"&gt;Theme dan Plugin-plugin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Theme cantik Bluebird dari &lt;a href="http://randaclay.com/" target="_blank"&gt;Randaclay&lt;/a&gt; membuat penulis tergila-gila. Sangat serasi dengan logo penulis  &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; . Sedangkan plugin-pugin yang digunakan adalah (ini setelah mempelajari artikel-artikelnya Mas &lt;a href="http://nafanakhun.wordpress.com/2009/01/22/belajar-ngeblog-bertahap-kilas-balik-bag-1/afatih.wordpress.com/tutorial-blog" target="_blank"&gt;fatih Syuhud&lt;/a&gt;):&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://photomatt.net/" target="_blank"&gt;Akismet&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://downloads.wordpress.org/plugin/all-in-one-seo-pack.zip" target="_blank"&gt;All in one SEO pack&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.arnebrachhold.de/projects/wordpress-plugins/google-xml-sitemaps-generator/" target="_blank"&gt;Google sitemap generator&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://fairyfish.net/" target="_blank"&gt;WordPress-23-related-post&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.neato.co.nz/" target="_blank"&gt;Ultimate Tag Warrior&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://hudatoriq.web.id/" target="_blank"&gt;CommentMailer&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;- &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#003366;"&gt;Upload File&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernah upload di &lt;a href="http://gudangupload.com/" target="_blank"&gt;Gudang Upload&lt;/a&gt;, lalu di &lt;a href="http://www.4shared.com/" target="_blank"&gt;4shared&lt;/a&gt;, sekarang bertahan di &lt;a href="http://www.ziddu.com/register.php?referralid=%28y2WO*KUaE" target="_blank"&gt;Ziddu&lt;/a&gt; alasannya tebak sendiri dah…  &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif" alt=":P" class="wp-smiley" /&gt;  )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#003366;"&gt;Widget&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Liat sendiri pernik-pernik di samping ya..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#003366;"&gt;Mengenalkan blog kita pada pihak (blogger) lain&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, ini yang paling penting! caranya dengan berkenalan di blog lain sambil mempromosikan sesuatu hasil karya sendiri (dalam hal ini Al Quran PDF terjemah Depag RI)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bersambung…&lt;br /&gt;Tulisan selanjutnya mengenai SEO, google adsense, publisher ads, serta munculnya provokator-provokator baru yang mempengaruhi cara pandang penulis dalam nge-blog &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;!-- End AdSentra - Indonesia Advertising Network Code --&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!-- Begin: AdBrite --&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!-- End: AdBrite --&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;                                   &lt;p class="meta"&gt;&lt;br /&gt;                                    &lt;span class="date"&gt;                                         &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="meta"&gt;&lt;span class="date"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="postedby"&gt;          &lt;/span&gt;                                                                        &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                                                               &lt;h2 id="comments"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-7612499541907797381?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/7612499541907797381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/belajar-ngeblog-bagian-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/7612499541907797381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/7612499541907797381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/belajar-ngeblog-bagian-1.html' title='belajar ngeblog bagian 1'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-5397596278520302160</id><published>2009-01-22T17:55:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T18:36:16.066-08:00</updated><title type='text'>belajar-pemasangan-tinta-infus-pada-printer</title><content type='html'>&lt;p&gt;Kali ini akan kita kupas tuntas cara pemasangan tinta infus. Cara ini berdasarkan pengalaman sendiri, gara-gara pemakaian tinta ala suntik yang membuat capek, jengkel, putus asa, stress, obsessif kompulsif dan akhirnya waham &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif" alt=":P" class="wp-smiley" /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi pemakaian cartridge asli yang malah menggerogoti kantong  &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley" /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mulai, siapkan perlengkapan yang dibutuhkan:&lt;br /&gt;&lt;span id="more-261"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Printer, sebaiknya yang sudah habis masa garansi.&lt;br /&gt;2. Tempat tinta+ infus, ini harganya kira-kira 25-35 ribu per warna.&lt;br /&gt;2. Solder atau mata bor untuk melubangi cartridge, sebagai jalan masuknya infus.&lt;br /&gt;3. Otak, untuk berpikir ;P&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Walaupun jenis printer berbeda-beda namun pada prinsipnya pemasangan tinta infus sama (sejauh pengetahuan penulis).&lt;br /&gt;Di percobaan ini penulis memakai Printer HP Deskjet D2466.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;I. PERKIRAAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tahap ini adalah paling menentukan sekaligus puncak seni paling tinggi..  &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; karena di sini kita dituntut untuk berpikir; bagaimana cara masuknya slang infus ke dalam printer, sehingga ketika printer bekerja, slang tidak mengganggu jalannya cartridge (gak kesrimpet gitu..)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nafanakhun.files.wordpress.com/2008/11/printer-tinta-infus.gif"&gt;&lt;img src="http://nafanakhun.files.wordpress.com/2008/11/printer-tinta-infus.gif?w=480&amp;amp;h=378" alt="printer-tinta-infus" title="printer-tinta-infus" class="alignnone size-full wp-image-266" height="378" width="480" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;II. PEMASANGAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditentukan “pintu masuknya” segera pasang infus sesuai urutan skema, yaitu 1, 2 lalu 3.&lt;br /&gt;Masukkan isi tinta ke dalam botolnya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nafanakhun.files.wordpress.com/2008/11/skema-tinta-infus.jpg"&gt;&lt;img src="http://nafanakhun.files.wordpress.com/2008/11/skema-tinta-infus.jpg?w=480&amp;amp;h=244" alt="skema-tinta-infus" title="skema-tinta-infus" class="alignnone size-full wp-image-264" height="244" width="480" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://nafanakhun.files.wordpress.com/2008/11/cartridge-dan-infus.jpg"&gt;&lt;img src="http://nafanakhun.files.wordpress.com/2008/11/cartridge-dan-infus.jpg?w=480&amp;amp;h=360" alt="cartridge-dan-infus" title="cartridge-dan-infus" class="alignnone size-full wp-image-265" height="360" width="480" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;III. PERAWATAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selalu posisikan botol tinta dengan printer pada posisi sejajar. Jangan pernah mengangkat-angkat botol tinta karena akan mengakibatkan tinta terguyur nerocos keluar cartridge.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nafanakhun.files.wordpress.com/2008/11/printer_infus_sejajar.jpg"&gt;&lt;img src="http://nafanakhun.files.wordpress.com/2008/11/printer_infus_sejajar.jpg?w=480&amp;amp;h=360" alt="printer_infus_sejajar" title="printer_infus_sejajar" class="alignnone size-full wp-image-267" height="360" width="480" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati pada printer yang masih bergaransi karena garansi akan hilang!&lt;br /&gt;Sekian saja panduan super singkat  &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif" alt=":P" class="wp-smiley" /&gt; , bila menginginkan panduan lebih detail termasuk bagaimana cara “menyedot” tinta yang “enggan mengucur”, artikel lengkap masih dalam tahap penyusunan. (sabaar…)&lt;br /&gt;Btw, mungkin ada yang mau sharing pengalaman?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Genghis Khun&lt;/p&gt; &lt;!--adsense#boxelecompic468x60--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-5397596278520302160?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/5397596278520302160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/belajar-pemasangan-tinta-infus-pada.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/5397596278520302160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/5397596278520302160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/belajar-pemasangan-tinta-infus-pada.html' title='belajar-pemasangan-tinta-infus-pada-printer'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-8665581502682636716</id><published>2009-01-22T17:53:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T17:54:33.821-08:00</updated><title type='text'>seledri obat berbagai penyakit</title><content type='html'>Selain dimanfaatkan sebagai penyedap masakan, seledri juga dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Di antaranya, hipertensi, rematik, dan sakit panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Celery Apium Grafeolens ini juga memiliki kontribusi besar bagi dunia kecantikan. Daunnya biasa digunakan untuk menyuburkan dan menjaga kesehatan rambut. Secara medis, seledri memiliki kandungan gizi dan vitamin yang sangat penting untuk konsumsi sehari-hari. Ingin tahu lebih lanjut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada zaman Romawi kuno, tanaman seledri dijadikan sebagai karangan bunga atau penghias pusara orang yang telah meninggal. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, sekira tahun 1640-an, para ahli botani menyatakan bahwa daun seledri dapat dimanfaatkan sebagai sayuran. Tanaman ini baru diakui sebagai tumbuhan berkhasiat obat secara ilmiah pada tahun 1942. Tanaman ini diyakini mengandung vitamin A, C dan B1. Selain itu, seledri juga mengandung banyak mineral seperti, sodium, klorin, potasium (kalium) dan magnesium.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Tingginya kadar sodium dalam seledri sangat berguna untuk menjaga vitalitas tubuh. Masyarakat pedesaan memnfaatkan seledri untuk menyembuhkan sakit panas pada anak-anak dengan cara menumbuk dan membalurkannya. Sementara hasil perasan daun seledri dapat digunakan untuk menghitamkan rambut. Seledri juga diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti, diare, diabetes, epilepsi, migran, buang air kecil yang mengandung darah, mencegah stroke, memperbaiki fungsi hormon, serta membersihkan darah. Jus seledri dari seledri berdaun besar bisa meningkatkan kecerdasan, mengatasi herpes, dan gondok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Tumbuhan herbal bernama seledri ini berasal dari daerah subtrotip Eropa dan Asia. Nama ilmiahnya adalah Celery Apium gravoelens, Linn. Tumbuhan di dataran tinggi pada ketinggian di atas 900 m dari permukaan laut. Di daerah ini, seledri tumbuh dengan tangkai dan daun yang tebal. Tanaman seledri memiliki tinggi 25-100 cm. Batang bersegi dan beralur membujur. Memiliki bunga yang banyak dengan ukuran yang kecil. Bunga-bunga tersebut berwarna putih kehijauan. Seledri digolongkan sebagai tumbuhan sayur-mayur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Tanaman ini dapat dibudidayakan di segala tempat, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Berkembang dengan baik di tempat yang lembab dan subur. Dapat dibudidayakan dengan biji atau dengan memindahkan anak rumpunnya ke dalam pot. Daun-daunnya digunakan sebagai penambah aroma/rasa pada masakan. Seledri juga bisa dijadikan sebagai sayuran atau sebagai salad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Seledri dibagi menjadi tiga jenis, yaitu seledri daun, seledri potongan, dan seledri berumbu. Umumnya, seledri dipanen setelah beumur 6 pekan. Tangkai daun yang agak tua dipotong 1 cm di atas pangkal daun. Daun muda dibiarkan tumbuh untuk dipanen kemudian. Tangkai daun yang berdaging dan berair dapat dimakan mentah sebagai lalap. Sedangkan daunnya bisa digunakan untuk penyedap sup. Seledri yang tumbuh di daerah tropis memiliki ukuran batang yang kurang besar sehingga seluruh bagian tanaman digunakan sebagai sayur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Perlu Anda ketahui, setiap 100 gr seledri memiliki: Kalori sebanyak 20 kkal, protein 1 gram, lemak 0,1 gram, hidrat arang 4,6 gram, kalsium 50 mg, fosfor 40 mg, besi 1 mg, vitamin A 130 S1, vitamin B1 0,03 mg, dan vitamin C 11 mg.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Daun seledri banyak mengandung Apiin dan substansi diuretik yang bermanfaat untuk menambah jumlah air kencing. Akar seledri berkhasiat memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing (diuretik). Sedangkan buah dan bijinya sebagai pereda kejang (antipasmodik), menurukan kadar asam urat darah, antirematik, peluruh kencing (diuretik), peluruh kentut (karminatif), afrodisak dan penenang (sedatif).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Ditegaskan dr Mieristika Rooselani dari DuraSkin, seledri memiliki kandungan gizi yang tinggi. "Kalau ngomongin seledri banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan dan kecantikan. Tanaman ini mengandung zat gizi dan fitonoutrien. Seledri juga mengandung provitamin A (karetenoid), Vitamin B dan Vitamin C, mineral kalsium, fosfor, sodium, klor, potasium/kalium, magnesium, asparagine apigenin, kholin, saporin, minyak asiri, senyawa sedatif, (phathalide) dan serat. Herba ini bisa dijadikan obet alternatif untuk berbagai jenis penyakit," ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dokter kulit dan ahli kecantikan ini menambahkan, bahwa secara medis seledri memiliki khasiat yang tinggi untuk kecantikan. Selain itu, seledri juga bisa menjadi pilihan bagai Anda yang ingin memiliki rambut indah. "Herba seledri menyumbangkan kontribusi yang besar untuk dunia kecantikan. Seledri terbukti efektif merangsang pertumbuhan dan menjaga kesehatan rambut, terutama rambut anak kecil dari baru lahir hingga usia beberapa tahun. Selain itu, seledri juga baik dikonsumsi untuk mencegah timbulnya kerutan pada wajah, melarutkan lemak dan menurunkan berat badan, sebagai antioksidan penangkal radikal bebas, menjaga kelenturan dan kekencangan kulit dan menghilangkan bau mulut," jelasnya. &lt;a href="http://tinyurl.com/6j8yfr"&gt; kumpulan situs&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&lt;span class="post-icons"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;a name="comments"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h4&gt;            1 comme&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-8665581502682636716?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/8665581502682636716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/seledri-obat-berbagai-penyakit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/8665581502682636716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/8665581502682636716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/seledri-obat-berbagai-penyakit.html' title='seledri obat berbagai penyakit'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-8949120248362272349</id><published>2009-01-22T05:28:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T05:29:59.075-08:00</updated><title type='text'>undur-undur obat diabetes</title><content type='html'>&lt;h2 style="line-height: 1.2em;"&gt;Undur-undur Obat Diabetes yang Makin Populer&lt;/h2&gt;&lt;!--&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;--&gt;         &lt;p&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-107" title="undurundur" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/94/Euroleon_fg02.jpg/180px-Euroleon_fg02.jpg" alt="Undur undur obat diabetes" height="240" width="300" /&gt;Sejak ramai dipublikasikan di berbagai media, undur-undur yang bernama latin &lt;em&gt;Myrmeleon sp &lt;/em&gt;ini kian ngetop sebagai obat alternatif diabetes melitus. Disamping khasiatnya, harganya juga terbilang cukup murah. Kepopulerannya juga terbukti dari semakin banyaknya kalangan pebisnis yang membudidayakan dan menjual serangga yang berjalan mundur ini.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-109"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain tripang emas, undur-undur juga bisa digunakan sebagai obat alternatif mengatasi diabetes. Binatang kecil biasa dijumpai di sekitar rumah berhalaman pasir itu ampuh menurunkan gula darah.&lt;br /&gt;Dalam bahasa mandarin hewan ini bernama &lt;strong&gt;di-gu-niu&lt;/strong&gt; dan dalam bahasa Inggris disebut &lt;strong&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Antlion"&gt;Antlion&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;. Hewan yang biasa berjalan mundur ini dari beberapa kesaksian beberapa orang disebut-sebut dapat menurunkan kadar gula penderita diabetes dan berkhasiat untuk beberapa penyakit lain seperti stroke berat. Ilmu pengobatan Cina pun hingga saat ini masih menggunakannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Undur-undur adalah kelompok binatang &lt;em&gt;holometabola&lt;/em&gt; yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur, larva, pupa, dan imago. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. &lt;em&gt;Pupa&lt;/em&gt; adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan. Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, binatang ini merupakan ordo Neuroptera Ordo Neuroptera adalah serangga bersayap jala. Ciri serangga ini adalah mulut menggigit, dan mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk seperti jala. Contoh: undur-undur, metamorfosis sempurna (siklus hidupnya: telur, larva, pupa (kepompong), imago).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengobatan dengan undur-undur ini pun mengggunakan cara unik. Undur-undur yang masih hidup dimasukkan ke dalam kapsul dan ditelan layaknya obat. Warga yang mengonsumsinya pun mempercayai khasiat pengobatan ini. Namun dari kaca mata medis, kepercayaan sebagian masyarakat tentang undur-undur sebagai obat diabetes belum bisa dibuktikan. Sebab itu, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Aru W. Sudoyo, pihaknya tak berani merekomendasikan undur-undur sebagai obat diabetes.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan penelitian diketuai Tyas Kurniasih dari Universitas Gadjah Mada Jogjakarta berjudul Kajian Potensi Undur-Undur Darat (Myrmeleon sp) 2006, binatang ini mengandung zat sulfonylurea.&lt;br /&gt;Kerja sulfonylurea pada undur-undur adalah melancarkan kerja pankreas dalam memproduksi insulin. Karena, ketika insulin dalam tubuh manusia menurun sementara kadar glukosa darah meningkat, maka terjadi ketidakseimbangan. Di mana insulin sebagai penghasil energi tubuh terus berkurang. Akibatnya, tubuh mudah terserang penyakit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kesaksian Penderita DM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kesaksian penderita kencing manis yang sudah mencoba undur undur ini disampaikan dalam sebuah milist. Kutipan emailnya sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;—– Original Message —–&lt;br /&gt;From: nurdin&lt;br /&gt;To: dokter_umum@yahoogroups.com&lt;br /&gt;Sent: Tuesday, July 17, 2007 8:42 AM&lt;br /&gt;Subject: [Dokter Umum] Undur-undur&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Assalamu`alaikum&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Untuk berbagi pengalaman.&lt;br /&gt;Yth. Para Dokter.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ibu saya memderita Diabetes type2 (rata-rata 120 puasa, 160 dua jam setelah makan), Hipertensi (rata-rata 150/80, pernah stroke 200/100). Asam Urat (rata-rata 8), Kolesterol (rata-rata 280).&lt;br /&gt;Sudah 1.5 tahun lebih mengkonsumsi obat-obatan, dengan rutinitas ke dokter   setiap 1 bulan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Tadinya saya tidak begitu percaya terhadap mitos hewan undur-undur yang dikonsumsi hidup2 dpt menurunkan/meringankan segala kelainan penyakit tersebut diatas, lewat referensi 3 orang dan mencarinya diinformasi internet, saya pun tertarik untuk mencobanya kepada ibu saya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Obat rutin diminum sesuai anjuran dokter. Undur-undur dimasukan kekapsul kosong sejumlah 5 hewan setelah makan siang.&lt;br /&gt;Entah bagaimana ceritanya/kemampuan hewan undur-undur di dalam tubuh, Tes darah bulan ini menunjukan semuanya dalam keadaan sangat NORMAL. Baik gula darah, asam urat dan kolesterol (hipertensi dalam taraf wajar rata-rata 140/75) .&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Saya mempunyai alat ukur diabetes dan tensimeter. Awalnya pada minggu pertama s/d ketiga, perubahan tidak mencolok. Entah ketika tes laboratorium Rumah Sakit semuanya menunjukan batas normal hingga Dokter yang rutin memerksa mengucapkan selamat.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Rutinitas mengkonsumsi Hewan Undur-undur ini masih dilakukan.&lt;br /&gt;“saya sangat berharap terhadap para Dokter yang mempunyai jiwa peneliti, untuk dapat meneliti kandungan hewan ini. Dan cara kerjanya ditubuh manusia”.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Atau ada diantara para mailis yang mempunyai pengalaman yg sama?&lt;br /&gt;Terima kasih.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pebisnis Undur undur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suganda, misalnya. Lelaki warga Desa Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, itu bahkan telah membudidayakan undur-undur sejak sepuluh tahun silam. Hewan yang biasa hidup di pasir kering dan berjalan mundur ini digunakan sebagai obat bagi penyakit diabetes dan penambah stamina. Menurut Suganda, khasiat undur-undur diketahuinya dari orang tua dan ahli pengobatan Cina.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penjualan undurundur secara online juga suduh mulai ramai, bapak Okman misalnya menawarkan undurundur seharga Rp.1000/ekor. Hanya saja pembelian harus dalam satu paket minimal 100 ekor plus bonus 25 ekor. Hebatnya dia punya motto kirim dulu baru bayar. Info selengkapnya di http://hendabanget.wordpress.com/2008/02/06/penawaran-undur-undur/&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada lagi bapak Bonie seorang pengepul undur undur di daerah Bogor, menawarkannya dengan harga yang sama dan untuk wilayah JABODETABEK dapat mengantarkannya pada hari yang sama. Info selengkapnya di http://pengepulundurundur.indonetwork.co.id/526354/undur-undur.htm.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun demikian, dari sisi medis pengobatan diabetes ditekankan pada tiga hal. Yaitu, pola makan, olahraga, dan terapi obat. Namun bila penderita diabetes bisa mengatur pola makan dan olahraga yang baik, terapi obat bukan lagi hal penting.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Referensi:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;http://hendabanget.wordpress.com/tentang-undur-undur/&lt;br /&gt;http://www.liputan6.com/sosbud/?id=157510&lt;br /&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Antlion&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-8949120248362272349?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/8949120248362272349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/undur-undur-obat-diabetes.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/8949120248362272349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/8949120248362272349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/undur-undur-obat-diabetes.html' title='undur-undur obat diabetes'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-9050058825175814172</id><published>2009-01-22T05:03:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T05:05:52.298-08:00</updated><title type='text'>brokoli</title><content type='html'>&lt;h2 style="line-height: 1.2em;"&gt;Brokoli Makanan Penting Bagi Diabetesi&lt;/h2&gt;&lt;!--&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;--&gt;         &lt;p&gt;Predikat brokoli sebagai superfood sepertinya tidak perlu diragukan lagi. Begitu banyak riset yang menunjukkan betapa makanan alami ini kaya akan zat-zat yang berfaedah bagi kesehatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah penelitian terbaru di Inggris mengindikasikan brokoli memiliki zat penting yang mampu memperbaiki dan mengembalikan fungsi pembuluh darah yang rusak akibat diabetes. Peneliti dari Universitas Warwick meyakini, zat yang bernama sulforaphane ini, memiliki peran besar dalam memulihkan kembali pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-167"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti dimuat di Jurnal Diabetes, sulforaphane mempu merangsang produksi enzim-enzim yang dapat melindungi pembuluh darah dan menurunkan molekul-molekul yang menyebabkan kerusakan sel-sel secara signifikan. Sayuran-sayuran jenis brassica seperti brokoli sebelumnya memang berkaitan dengan rendahnya risiko serangan jantung dan stroke.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang yang mengidap diabetes tercatat memiliki risiko lebih besar hingga lima kali lipat mengidap penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke; yang keduanya juga berkaitan dengan kerusakan sel-sel pembuluh darah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam risetnya, tim dari Universitas Warwick, menguji pengaruh sulforaphane dalam sel-sel pembuluh darah yang rusak akibat tingginya kadar gula darah (hiperglikemia), yang berkaitan erat dengan diabetes.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka mencatat adanya 73 persen reduksi molekul tubuh yang disebut Reactive Oxygen Species (ROS). Hiperglikemia dapat menyebabkan kadar ROS meningkat tiga kali lipat dan tingginya kadar molekul ini bisa merusak sel-sel tubuh. Peneliti juga menemukan bahwa sulforaphane mengaktivasi sejenis protein dalam tubuh yang disebut nrf2, yang dapat melindungi sel-sel dan jaringan dari kerusakan dengan cara mengaktivasi antioksidan dan enzim-enzim detoksifikasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Riset kami mengindikasikan bahwa zat seperti sulforaphane dalam brokoli dapat membantu menghadang proses yang berhubungan dengan perkembangan penyakit pembuluh darah dalam diabetes. Ke depan, penting artinya untuk menggelar penelitian untuk menguji apakah mengonsumsi sayuran brassica memberikan faedah bagi pasien diabetik. Kami berharap itu akan terjadi,” ujar pimpinan riset, Professor Paul Thornalley.&lt;/p&gt; &lt;h6&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-9050058825175814172?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/9050058825175814172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/brokoli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/9050058825175814172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/9050058825175814172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/brokoli.html' title='brokoli'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-116453447931618790</id><published>2009-01-21T05:24:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T05:27:47.621-08:00</updated><title type='text'>melawan diabetes dengan buah pare</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana,arial,helvetica;font-size:85%;"&gt; &lt;b&gt;Melawan Wabah Diabetes Dunia dengan Buah Pare&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial,helvetica;font-size:85%;"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Gizi.net - &lt;/span&gt;&lt;/b&gt; DUA dasawarsa ini wabah kencing manis dunia, tercepat dan terbesar terjadi di Asia Pasifik (Dr Clive Cockram, Ketua Asia Pasifik Tipe 2 Diabetes Mellitus Policy Group). Kenyataan ini memberi dampak besar terhadap konsekuensi sosial ekonomi regional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kencing manis bukan turunan (diabetes mellitus, DM, Tipe 2). Wabah kencing manis pada lebih 90 persen kasus kencing manis dunia terjadi pada kelompok usia baya dan tua. Namun, sekarang DM juga banyak menimpa anak, remaja, dan warga kurang mampu. Penyebabnya lantaran kurang gerak, dan menu kebarat-baratan. AS, Rusia, Jepang, Pakistan, dan Indonesia, termasuk negara yang tengah memikul ancaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kencing manis tergolong penyakit menahun. Tubuh perlu disokong agar insulin yang membantu memasukkan gula ke dalam sel, jumlah dan fungsinya mencukupi. Untuk itu diperlukan obat atau insulin tambahan. Selama insulin tubuh hanya bisa memadai dengan bantuan obat atau tambahan suntikan insulin, tubuh pasien DM bergantung obat sepanjang hidup. Padahal obat sendiri membawa dampak ekonomi, selain efek sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat buah pare (momordica charantia) sebagai obat di Cina sudah dicatat Li sejak tahun 1578. Awalnya sebagai tonikum, obat cacing, obat batuk, antimalaria, seriawan, penyembuh luka, dan penambah nafsu makan. Ratusan riset di banyak negara yang berkembang kemudian menyingkap buah pahit ini berefek menurunkan kadar gula darah (hypopglycemic effect) pada kelinci sehat maupun yang sudah dibuat berpenyakit gula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset serupa di Jerman, Inggris, India, Jepang, Thailand, dan Malaysia mempertegas zat berkhasiat pare sebagai antidiabetes. Buah pare yang belum masak mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol (antioxidant kuat), serta glikosida cucurbitacin, momordicin, dan charantin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK menemukan kandungan zat berkhasiat lain dalam buah pare, analisis phytopharmaca buah pare sudah banyak dikerjakan. Sejak lama pare digunakan juga sebagai anti-kanker, anti-infeksi, dan dalam tahun-tahun belakangan terungkap pula kalau pare berkhasiat sebagai anti-AIDS (Riset Zhang 1992; Eric von Wettberg, 1998; TB Ng 1995; dan Sylvia Lee-Huang 1995). Efek buah pare sebagai anti-virus HIV terletak pada kandungan protein momorcharin alfa dan beta, atau pada protein MAP30 (Momordica Antiviral Protein 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek pare dalam menurunkan gula darah pada hewan percobaan bekerja dengan mencegah usus menyerap gula yang dimakan. Selain itu diduga pare memiliki komponen yang menyerupai sulfonylurea (obat antidiabetes paling tua dan banyak dipakai). Obat jenis ini menstimulasi sel beta kelenjar pancreas tubuh memproduksi insulin lebih banyak, selain meningkatkan deposit cadangan gula glycogen di hati. Efek pare dalam menurunkan gula darah pada kelinci diperkirakan juga serupa dengan mekanisme insulin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari begitu banyak riset pare sebagai penurun gula darah, ada benang merah bahwa dalam menurunkan gula darah, pare memiliki lebih dari satu mekanisme. Lebih dari itu, penelitian pare di Jerman berhasil menemukan dosis efektif penurun gula darah pare pada kelinci sehat sebesar 0,5 gram/ kg berat badan, dan 1-1,5 gram/kg berat badan untuk kelinci yang sengaja dibikin kencing manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dosis terapi pare pada manusia setara dengan dosis terapi pada kelinci, hingga kini belum seluruhnya jelas. Namun, pemakaian dosis pare yang berlebihan perlu dipertimbangkan, apalagi jika penggunaannya digabung dengan obat antidiabetes dari dokter. Penggunaan saripati pare pada ibu hamil, anak-anak, dan orang-orang yang kadar gula darahnya cenderung rendah, tidak dianjurkan, sebab bisa membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MELIHAT potensi buah pare sebagai anti-diabetes, bagi pasien diabetes pare membuka cakrawala baru. Selain pada kencing manis turunan, pare terutama bermanfaat bagi pasien diabetes Tipe 2, jenis kencing manis bukan turunan yang terbanyak mengisi populasi diabetes dunia. Termasuk bagi warga tak mampu di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia menaruh harapan pada buah pare sebagai anti-diabetes oleh karena obat kimiawi tidak lebih aman dan lebih murah dibandingkan obat alami seperti buah pare. Di Amerika dan Eropa, kencing manis menyedot 10 persen ongkos kesehatan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dalam pilihan terapi apa pun, kini dunia semakin condong beralih seberapa bisa mencari khasiat obat yang berasal dari alam (phytopharmaca). Pertimbangannya, efek samping obat dari alam umumnya tidak seburuk obat sintetis. Namun, persoalannya tetap saja bahwa penelitian bahan alam untuk dijadikan obat pun sama petik dan makan ongkos seperti temuan untuk sebuah obat sintetis. (HANDRAWAN NADESUL, Pengasuh rubrik kesehatan disejumlah media, penulis kolom dan buku)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-116453447931618790?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/116453447931618790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/melawan-diabetes-dengan-buah-pare.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/116453447931618790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/116453447931618790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/melawan-diabetes-dengan-buah-pare.html' title='melawan diabetes dengan buah pare'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-6980230702400163</id><published>2009-01-21T05:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T05:01:25.928-08:00</updated><title type='text'>diabetes mellitus simanis yang sangat pahit</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Diabetes Mellitus, si Manis yang Pahit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;"D&lt;/span&gt;ok, saya kok sering bisulan ya. Apa saya kena sakit kencing manis?" tanya Bono saat mengunjungi dokternya.&lt;br /&gt;Pertanyaan seperti ini memang cukup sering terdengar di kamar praktek seorang dokter. Kencing manis memang cukup sering dijadikan bahan pembicaraan, bahkan dalam percakapan sehari-hari. Berbagai gejala sering dihubung-hubungkan dengan penyakit tersebut, mulai dari rasa lemas, cepat lelah sampai gatal-gatal di kulit. Tapi, apa sih sebenarnya penyakit kencing manis itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit kencing manis adalah penyakit yang ditandai oleh kadar gula darah yang tinggi melebihi batas-batas normal. Penyakit ini disebabkan oleh kurangnya kadar insulin dalam darah, atau karena tubuh tidak dapat memakai insulin dengan baik. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh tubuh dan mempunyai fungsi penting dalam metabolisme glukosa. Sel memerlukan insulin agar gula yang ada di dalam darah dapat masuk ke dalam sel dan dipakai sebagai sumber energi. Bila jumlah insulin kurang, tentu saja gula tidak dapat diserap ke dalam sel dan tetap beredar di dalam darah. Akibatnya kadar gula darah menjadi tinggi. Penderita yang mengalami keadaan ini disebut sebagai penderita DM tipe I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada keadaan lain dimana jumlah insulin sebenarnya cukup, atau berkurang sedikit, tapi sel-sel tubuh tidak dapat memanfaatkannya secara baik. Keadaan ini disebut resistensi insulin. Penderita yang mengalami resistensi insulin dan atau defisiensi insulin relatif disebut sebagai penderita DM tipe II. Selain kedua tipe tersebut, sesungguhnya masih ada tipe-tipe lain seperti diabetes gestasional (diabetes pada kehamilan). Walaupun berbeda-beda tipe, para penderita ini memiliki kesamaan yaitu kadar gula yang tinggi dalam darah. Dari semua tipe DM yang ada, DM tipe II memiliki jumlah penderita terbanyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Gejala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa keluhan yang sangat dikenali sejak jaman dahulu kala dan dianggap sebagai keluhan yang khas yaitu banyak kencing (poliuria), banyak minum (polidipsia), banyak makan (polifagia) dan berat badan yang menurun dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain keluhan-keluhan di atas, masih banyak keluhan (yang sebenarnya tidak spesifik) yang dihubungkan dengan penyakit kencing manis. Keluhan-keluhan itu misalnya sering bisulan, gatal-gatal pada kulit dan kemaluan, keputihan, cepat lelah, sering mengantuk, kesemutan dan lain-lain. Gejala-gejala ini memang berhubungan dengan penyakit kencing manis yang diderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Faktor risiko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang memiliki faktor risiko tinggi untuk menderita DM, artinya dia mempunyai berbagai kondisi yang menempatkannya pada kemungkinan yang lebih besar untuk menderita kencing manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Faktor-faktor risiko tersebut misalnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Usia lebih dari 45 tahun&lt;br /&gt;2. Riwayat keluarga menderita kencing manis&lt;br /&gt;3. Kegemukan&lt;br /&gt;4. Darah tinggi&lt;br /&gt;5. DM pada kehamilan&lt;br /&gt;6. Pernah?melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg&lt;br /&gt;7. Pernah mengalami kadar gula yang meningkat dan digolongkan dalam Tolerasi Glukosa Terganggu (TGT)&lt;br /&gt;8. Kadar lemak darah yang buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Pengobatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Prinsip pengelolaan kencing manis adalah:&lt;br /&gt;1. Edukasi kepada penderita, keluarga dan masyarakat&lt;br /&gt;2. Diet (nutrisi) yang sesuai dengan kebutuhan penderita&lt;br /&gt;3. Olahraga&lt;br /&gt;4. Obat-obat yang berkhasiat menurunkan kadar gula darah (bila perlu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita lihat pada prinsip-prinsip pengelolaan di atas, dapat kita mengerti bahwa obat sebenarnya bukan menjadi hal yang utama. Perubahan gaya hidup adalah faktor yang sesungguhnya sangat menentukan keberhasilan pengelolaan. Faktor nutrisi adalah faktor yang tidak bisa ditinggalkan. Pada sebagian besar kasus, pengelolaan nutrisi yang baik mampu untuk menjaga kadar gula darah pasien dalam tingkat yang cukup baik. Pada kasus yang berat pun, nutrisi adalah faktor utama yang perlu diperhitungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Komplikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penderita DM dapat mengalami berbagai komplikasi khususnya bagi mereka yang kadar gula darahnya tidak terkontrol. Komplikasi ?&lt;br /&gt;komplikasi tersebut misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kebutaan&lt;br /&gt;2. Gangguan saraf (neuropati)&lt;br /&gt;3. Gagal ginjal&lt;br /&gt;4. Komplikasi kehamilan&lt;br /&gt;5. Gangren&lt;br /&gt;6. Penyakit jantung koroner&lt;br /&gt;7. Stroke&lt;br /&gt;8. Ketoasidosis diabetik&lt;br /&gt;9. Hiperosmolar Non-Ketotik ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;source: info-sehat.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-6980230702400163?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/6980230702400163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/diabetes-mellitus-simanis-yang-sangat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/6980230702400163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/6980230702400163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/diabetes-mellitus-simanis-yang-sangat.html' title='diabetes mellitus simanis yang sangat pahit'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-5379230217398086336</id><published>2009-01-21T04:51:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T04:53:09.205-08:00</updated><title type='text'>mengonsumsi makanan ber karbohidrat (untuk diabetesi)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Itu nasihat buat mereka yang terlalu banyak mengonsumsi makanan kaya karbohidrat (KH). Dengan cara itu, penolakan insulin bisa dihindari. Kemungkinan menderita kegemukan, diabetes tipe 2, hipertensi, dan serangan jantung pun bisa diperkecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Makan nasi tiga kali sehari sudah jadi kebiasaan orang kita. Namun, sadarkah bahwa perkembangan zaman membuat kita mengonsumsi KH dalam jumlah besar dan dengan frekuensi tinggi? Sekadar contoh, banyak yang bilang belum makan kalau belum makan nasi. Padahal dia sudah menyantap 1 - 2 potong roti isi daging, keju, atau pisang cokelat.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-1285"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Bahkan, ada yang doyan ngemil di antara waktu makan nasi tiga kali sehari. Dalam tujuh jam kerja misalnya, seorang karyawan bisa mengonsumsi kopi atau teh tiga kali, masing-masing dengan gula sebanyak 3 - 4 sendok teh. Belum lagi makan camilan. Artinya, sepanjang hari mereka melahap berbagai makanan sumber KH.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak bisa disangkal, industri makanan seperti cake, cookies, permen, dan berbagai jenis soft drink membuat kita dengan mudah mengonsumsi camilan ber-KH tinggi itu. Belum lagi produk junk food yang hadir untuk memenuhi kebutuhan orang makan cepat lantaran desakan waktu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila hal itu berlanjut, kita akan ketagihan untuk terus-menerus mengonsumsi KH dalam jumlah besar. Kita pun masuk dalam keadaan yang disebut adiksi KH, yakni suatu ketidakseimbangan fisik yang membuat kita terpaksa terus merasa lapar akan makanan sumber KH. Yang termasuk dalam makanan sumber KH di antaranya nasi, roti, cake, sereal, es krim, cokelat, potato chips, kentang, popcorn, dan berbagai makanan manis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa bahayanya? Yang pasti, berbagai penyakit bisa muncul. Termasuk di dalamnya kuartet penyakit mematikan - obesitas, diabetes mellitus, hipertensi, dan penyakit jantung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Celakanya, terapi atau pengobatannya sering memberatkan atau bahkan mustahil dijalankan oleh sebagian penderitanya. Untuk mengontrol tekanan darah tinggi misalnya, selain harus mengonsumsi obat hipertensi, seorang penderita juga mesti menjalani modifikasi gaya hidup berupa diet dan olahraga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia kudu menjalani diet dengan membatasi asupan lemak, kalori, dan garam. Ini yang sering membuat penderita berjuang keras mengubah pola makannya dan frustrasi karena tubuh mereka tak henti-hentinya menuntut makan. Akhirnya, ia gagal menjalaninya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, jangan khawatir. Para dokter dan ilmuwan menemukan bahwa hiperinsulinemi (kelebihan kadar insulin dalam darah) dan resistensi insulin (penolakan tubuh atas aksi hormon insulin) bertanggung jawab atas perkembangan penyakit-penyakit itu. American Heart Association pernah menyatakan, kadar insulin yang tinggi telah menjadi penanda adanya risiko serangan jantung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan adanya pengetahuan baru ini, metode pencegahan dan perbaikan kondisi penderita penyakit obesitas, diabetes mellitus, hipertensi, dan penyakit jantung berubah sama sekali. Kini penderita tidak perlu menjalani program diet memberatkan. Pada dasarnya program baru itu bertujuan mengontrol kadar insulin dalam darah. Anda dapat makan sebanyak Anda suka, karena jumlah kalori yang dikonsumsi tidak berarti berkaitan dengan penambahan bobot badan. Yang penting, apa yang dimakan dan bagaimana cara memakannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Jenuh” insulin&lt;br /&gt;Begini ceritanya. Tubuh kita memiliki keseimbangan hormonal untuk mengatur metabolisme. Energi dari makanan di dalam tubuh akan diubah menjadi gula darah. Untuk menyimpan gula itu sebagai cadangan energi, hadirlah hormon insulin. Sementara hormon glukagon berperan “memakai” atau membakar gula itu menjadi energi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di kala terjadi kelangkaan makanan atau kelaparan berkepanjangan, insulin meningkat perannya. Dalam kondisi itu energi sebisa mungkin dihemat. Hormon inilah yang membuat orang primitif bertahan hidup di zaman yang tidak mudah mendapatkan makanan. Sebaliknya, di zaman serba mudah memperoleh makanan, insulin justru membuat kita terbunuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika mengonsumsi makanan sumber KH, kadar insulin darah kita meningkat. Bahkan, peningkatan itu sudah berlangsung sejak melihat, mengecap, atau memikirkan makanan itu. Ini fase pertama gejala resistensi insulin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila kondisi dalam fase pertama berlanjut, sel-sel organ tubuh bakal “jenuh” dengan insulin. Sel-sel, terutama di hati dan otot, memblok insulin sehingga insulin dan gula darah yang masuk ke dalam organ itu berkurang. Akibatnya, si insulin menuju ke jaringan lemak. Tabungan lemak kita pun menjadi bertumpuk dan obesitas mulai menampakkan diri. Tahapan ini dinamakan fase kedua resistensi insulin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada fase ini kelainan-kelainan mulai muncul, seperti peningkatan tekanan darah dan kandungan kolesterol darah. Akibatnya, pembuluh darah menjadi kaku dan menyempit. Istilah medisnya, arterosklerosis. Bila terjadi pada pembuluh darah jantung, pintu masuk penyakit jantung koroner pun terbuka lebar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seandainya fase kedua terus berlanjut, sejumlah organ kita mengalami kekurangan gula (hipoglikemi). Organ paling peka terhadap kondisi ini adalah otak. Kalau pasokan gula untuk sel-sel otak tidak cukup, muncullah gejala berupa perubahan mood yang membuat kita irritable, kelelahan, tak mampu berkonsentrasi, depresi, dan sakit kepala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk mengatasinya tubuh akan semakin keras mencari gula. Kita pun dibuat sedemikian rupa untuk harus mengonsumsi makanan sumber KH. Konsumsi KH kita semakin tak terkontrol. Kita pun masuk ke fase ketiga resistensi insulin. Pada fase ini tekanan darah dan proses arterosklerosis semakin meningkat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu lemak menjadi “jenuh” insulin, kita memasuki fase keempat. Insulin dan gula darah tidak lagi bisa disalurkan ke mana-mana. Keduanya terjebak dalam peredaran darah. Maka terjadilah diabetes tipe 2 - diabetes yang didapat setelah dewasa. Saat ini tekanan darah sulit dikontrol dan arterosklerosis memasuki tahap lanjut. Serangan jantung tinggal menunggu waktu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Insulin menaikkan tekanan darah melalui dua cara. Pertama, mempengaruhi secara langsung sistem saraf simpatis yang langsung meningkatkan kerja jantung. Kedua, dengan menahan natrium dan air dalam darah sehingga volume darah meningkat, yang akhirnya akan meningkatkan tekanan darah. Ketiga, arterosklerosis membuat pembuluh darah menyempit sehingga tekanan yang dibutuhkan untuk mengalirkan darah lebih tinggi. Jadi, insulin bertanggung jawab terhadap kasus-kasus hipertensi primer.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena insulin merupakan pintu menuju sejumlah penyakit tadi, maka insulin pulalah yang menjadi kunci pemecahannya. Mencegah resistensi insulin dengan menjalani gaya hidup yang dapat mengontrol kadar insulin perlu dilakukan untuk membebaskan diri dari empat penyakit yang disebut di muka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Utamakan rendah KH&lt;br /&gt;Hal pertama yang perlu dilakukan untuk menggempur resistensi insulin yaitu membebaskan diri dari adiksi KH. Caranya, mengurangi jumlah KH dan mengimbangi makanan tinggi KH dengan makanan ber-KH rendah dalam komposisi menu makanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sebuah program jantung sehat untuk orang teradiksi KH, dr. Richard Heller dan dr. Rachel Heller menganjurkan agar makanan sumber KH dikonsumsi sekali dalam jadwal makan kita sehari-hari. Itu pun tidak hanya berisi makanan sumber KH, melainkan diimbangi juga dengan protein dan sayuran yang ber-KH rendah dalam porsi yang sama besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gampangnya, bagilah porsi makanan kita dalam tiga bagian yang sama besar; 1/3 bagian makanan sumber KH, 1/3 bagian makanan sumber protein ber-KH rendah, dan sisanya sayuran ber-KH rendah. Untuk jadwal makan lainnya dianjurkan mengonsumsi makanan rendah KH. Ngemil boleh saja, asalkan makanannya rendah KH.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi orang Indonesia makanan sumber KH yang utama adalah nasi. Makanan sumber protein ber-KH rendah meliputi daging (ikan, sapi, ayam, dsb.), tempe, tahu, dll. Semua sayuran, di antaranya bayam dan kangkung, juga ber-KH rendah. Pada metode diet Heller kita dianjurkan makan nasi hanya satu kali sehari (umumnya kita makan tiga kali sehari), disertai makanan sumber protein dan sayur dengan perbandingan yang sama. Untuk jadwal makan lainnya kita boleh melahap makanan sumber protein dan sayuran sesuka kita, tetapi tanpa nasi!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perlu diingat, buah merupakan bahan makanan yang mengandung fruktosa sehingga dapat pula menimbulkan peningkatan kadar insulin. Namun, bila buah dimakan sebagai buah utuh, fruktosa masih diimbangi oleh serat yang dikandung buah tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lain cerita bila buah tersebut dijus. Pada buah yang dijus, seratnya sudah hancur sehingga tidak ada yang mengimbangi kehadiran fruktosa yang bisa merangsang peningkatan insulin. Berbagai buah tersebut, seperti apel, pisang, mangga, nenas, jeruk, dll., dianjurkan untuk dikonsumsi saat kita menyantap makanan ber-KH tinggi dan tidak dianjurkan dilakukan pada jadwal makan lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Makanan sumber KH sebaiknya dihabiskan sekaligus dalam waktu tidak lebih dari satu jam. Jadi, jangan dicicil! Misalnya, kita makan cake satu jam setelah kita makan nasi. Bila hal itu terjadi, maka tubuh kita akan dua kali melepaskan insulin dalam jumlah besar, sehingga kalau keseringan akan menimbulkan resistensi insulin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana dengan lemak?&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan, tidak semua lemak berbahaya bagi tubuh. Lemak yang meningkatkan insulin darah adalah lemak jenuh. Misalnya mentega, margarin, minyak kelapa, santan, dsb. Bahan-bahan tersebut biasanya tersembunyi dalam cookies, crackers, dan french fries. Sebaliknya, lemak tidak jenuh tidak berbahaya bagi insulin. Contohnya, minyak ikan, minyak zaitun, kacang, jagung, dsb.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita juga tidak perlu lagi pusing-pusing menghitung jumlah kalori makanan yang kita konsumsi serta diteror diet rendah lemak dan diet rendah garam. Besarnya kalori yang kita makan tidak menentukan berat tubuh kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu buktinya, Miller dan P. Mumford mencatat pada 1967 beberapa orang mengonsumsi 8.000 - 10.000 Kalori per minggu, tingkat konsumsi yang lebih tinggi dari umumnya, tetapi mereka masih bisa kehilangan bobot badannya. Sebaliknya, ada pula orang yang makan jauh lebih sedikit dari umumnya, tapi bobot tubuhnya bertambah terus. Jadi, tidak penting berapa banyak Anda makan, tetapi perhatikan apa yang dimakan dan cara memakannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diet yang benar meletakkan dasar yang kokoh untuk menjalani program-program berikutnya. Untuk menambah vitalitas, kita bisa melakukan olaraga. Yang tak kalah penting, mengelola stres sehari-hari. Kurang aktif secara fisik dan stres bisa pula memicu insulin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Khusus bagi kaum perempuan, perlu juga memberi perhatian pada berbagai kontrasepsi hormonal. Substansi kontrasepsi tersebut juga dapat merangsang produksi insulin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh : &lt;a href="mailto:gsianturi@gizi.net"&gt;Gsianturi&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.co.id/"&gt;http://www.gizi.net&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-5379230217398086336?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/5379230217398086336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/mengonsumsi-makanan-ber-karbohidrat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/5379230217398086336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/5379230217398086336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/mengonsumsi-makanan-ber-karbohidrat.html' title='mengonsumsi makanan ber karbohidrat (untuk diabetesi)'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-3213443513500523515</id><published>2009-01-21T04:46:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T04:48:19.507-08:00</updated><title type='text'>diet dan olah raga kunci diabetes miletus</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Diabetes bukan penyakit baru. Sejak 1552 SM penyakit yang ditandai dengan seringnya buang air kecil dalam jumlah banyak serta penurunan berat badan yang drastis ini, sudah dikenal dan disebut dengan istilah &lt;em&gt;Poliuria&lt;/em&gt;. Tahun 400 SM, seorang penulis India Sushratha menamainya “penyakit kencing madu”. Nama &lt;em&gt;diabetes mellitus&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;diabetes&lt;/em&gt; = mengalir terus, &lt;em&gt;mellitus&lt;/em&gt; = manis) akhirnya diberikan oleh Aretaeus sekitar 200 tahun sebelum Masehi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Mengelola penyakit ini sebenarnya mudah asal penderita bisa mendisiplinkan diri dan melakukan olahraga secara teratur, menuruti saran dokter, dan tidak mudah patah semangat.&lt;br /&gt;Seseorang dikatakan menderita diabetes bila kadar glukosa dalam darah di atas 120 mg/dl dalam kondisi berpuasa, dan di atas 200 mg/dl setelah dua jam makan. Tanda lain yang lebih nyata adalah apabila air seninya positif mengandung gula.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span id="more-1287"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Diabetes muncul lantaran hormon insulin yang dikeluarkan oleh sel-sel beta dari pulau langerhans (struktur dalam pankreas yang bertugas mengatur kadar gula dalam darah) tidak lagi bekerja normal. Akibatnya, kadar gula dalam darah meninggi. Bila keadaan ini berlanjut dan melewati ambang batas ginjal, zat gula akan dikeluarkan melalui air seni.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sejauh ini dikenal dua kelompok penderita diabetes yakni mereka yang terkena sejak kecil atau remaja, dan mereka yang terkena ketika sudah dewasa (kebanyakan usia 50 tahun ke atas). Penderita diabetes sejak muda kebanyakan membutuhkan suntikan insulin, sementara yang dimulai di usia dewasa tidak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sejak ditemukan hormon insulin oleh Banting dan Best dari Kanada pada 1921, penderita diabetes yang membutuhkan insulin dapat diatasi sehingga angka kematian dan keguguran bayi pada ibu hamil yang menderita diabetes semakin berkurang. Selain hormon insulin, Franke dan Fuchs (1954) melakukan uji coba obat antidiabetes dan terbukti banyak menolong para penderita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Diabetes memang penyakit yang tidak bisa disembuhkan, namun dengan perawatan yang baik, setiap penderita dapat menjalani kehidupannya secara normal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Diet dan olahraga&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Selain mengontrol kadar gula secara teratur, melakukan diet makanan dan olahraga yang teratur menjadi kunci sukses pengelolaaan diabetes. Dalam hal makanan misalnya, penderita diabetes harus memperhatikan takaran karbohidrat. Sebab lebih dari separuh kebutuhan energi diperoleh dari zat ini. Menurut dr. Elvina Karyadi, M.Sc., ahli gizi dari SEAMEO-Tropmed UI, ada dua golongan karbohidrat yakni jenis kompleks dan jenis sederhana. Yang pertama mempunyai ikatan kimiawi lebih dari satu rantai glukosa sedangkan yang lain hanya satu. Di dalam tubuh karbohidrat kompleks seperti dalam roti atau nasi, harus diurai menjadi rantai tunggal dulu sebelum diserap ke dalam aliran darah. Sebaliknya, karbohidrat sederhana seperti es krim, jeli, selai, sirup, minuman ringan, dan permen, langsung masuk ke dalam aliran darah sehingga kadar gula darah langsung melejit.&lt;/span&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Dari sisi makanan penderita diabetes lebih dianjurkan mengkonsumsi karbohidrat berserat seperti kacang-kacangan, sayuran, buah segar seperti pepaya, kedondong, apel, tomat, salak, semangka dll. Sedangkan buah-buahan yang terlalu manis seperti sawo, jeruk, nanas, rambutan, durian, nangka, anggur, tidak dianjurkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Peneliti gizi asal Universitas Airlangga, Surabaya, Prof. Dr. Dr. H. Askandar Tjokroprawiro, menggolongkan diet atas dua bagian, A dan B. Diet B dengan komposisi 68% karbohidrat, 20% lemak, dan 12% protein, lebih cocok buat orang Indonesia dibandingkan dengan diet A yang terdiri atas 40 - 50% karbohidrat, 30 - 35% lemak dan 20 - 25% protein. Diet B selain mengandung karbohidrat lumayan tinggi, juga kaya serat dan rendah kolesterol. Berdasarkan penelitian, diet tinggi karbohidrat kompleks dalam dosis terbagi, dapat memperbaiki kepekaan sel beta pankreas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Sementara itu tingginya serat dalam sayuran jenis A(bayam, buncis, kacang panjang, jagung muda, labu siam, wortel, pare, nangka muda) ditambah sayuran jenis B (kembang kol, jamur segar, seledri, taoge, ketimun, gambas, cabai hijau, labu air, terung, tomat, sawi) akan menekan kenaikan kadar glukosa dan kolesterol darah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Bawang merah dan putih (berkhasiat 10 kali bawang merah)serta buncis baik sekali jika ditambahkan dalam diet diabetes karena secara bersama-sama dapat menurunkan kadar lemak darah dan glukosa darah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Pola 3J&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Ahli gizi lain, dr. Andry Hartono D.A. Nutr., dari RS Panti Rapih, Yogyakarta menyarankan pola 3J: yakni jumlah kalori, jadwal makan, dan jenis makanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Bagi penderita yang tidak mempunyai masalah dengan berat badan tentu lebih mudah untuk menghitung jumlah kalori sehari-hari. Caranya, berat badan dikalikan 30. Misalnya, orang dengan berat badan 50 kg, maka kebutuhan kalori dalam sehari adalah 1.500 (50 x 30). Kalau yang bersangkutan menjalankan olahraga, kebutuhan kalorinya pada hari berolahraga ditambah sekitar 300-an kalori.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Jadwal makan pengidap diabetes dianjurkan lebih sering dengan porsi sedang. Maksudnya agar jumlah kalori merata sepanjang hari. Tujuan akhirnya agar beban kerja tubuh tidak terlampau berat dan produksi kelenjar ludah perut tidak terlalu mendadak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Di samping jadwal makan utama pagi, siang, dan malam, dianjurkan juga porsi makanan ringan di sela-sela waktu tersebut(selang waktu sekitar tiga jam).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Yang perlu dibatasi adalah makanan berkalori tinggi seperti nasi, daging berlemak, jeroan, kuning telur. Juga makanan berlemak tinggi seperti es krim, ham, sosis, &lt;em&gt;cake&lt;/em&gt;, coklat, dendeng, makanan gorengan. Sayuran berwarna hijau gelap dan jingga seperti wortel, buncis, bayam, caisim bisa dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak, begitu pula dengan buah-buahan segar. Namun, perlu diperhatikan bila penderita menderita gangguan ginjal, konsumsi sayur-sayuran hijau dan makanan berprotein tinggi harus dibatasi agar tidak terlalu membebani kerja ginjal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Diet kalori terbatas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Penderita bisa mengikuti contoh susunan menu diet B untuk 2.100 kalori (Simbardjo dan Indrawati, B.Sc. dari bagian ilmu gizi RSUD Dr. Sutomo Surabaya) seperti pada Tabel 1. Diet B tinggi serat itu termasuk diet diabetes umum, yang tidak menderita komplikasi, tidak sedang berpuasa atau pun sedang hamil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 150pt; margin-left: 0.5in; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="200"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0pt 5.4pt; width: 138pt;" valign="top" width="184"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Menu   diet B terdiri dari:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 86.25pt;" valign="top" width="115"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Protein&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Lemak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Karbohidrat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Kolesterol&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 40.5pt;" valign="top" width="54"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;65.49 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;45.89 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;377.45 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;112.5 mg&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 138pt;" valign="top" width="184"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Makan   pagi (pk. 06.30)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 86.25pt;" valign="top" width="115"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Nasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Daging&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Tempe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sayuran A&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sayuran B&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Minyak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 40.5pt;" valign="top" width="54"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;110 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;25 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;25 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;100 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;25 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;5 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 138pt;" valign="top" width="184"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Selingan   (09.30)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 86.25pt;" valign="top" width="115"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Pisang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 40.5pt;" valign="top" width="54"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;200 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 138pt;" valign="top" width="184"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Makan   siang (12.30)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 86.25pt;" valign="top" width="115"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Nasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Daging&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Tempe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sayuran A&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sayuran B&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Minyak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 40.5pt;" valign="top" width="54"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;150 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;40 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;25 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;100 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;50 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;10 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 138pt;" valign="top" width="184"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Selingan   (15.30)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 86.25pt;" valign="top" width="115"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Pisang/kentang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Pepaya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 40.5pt;" valign="top" width="54"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;200 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;100 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 138pt;" valign="top" width="184"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Makan   malam (18.30)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 86.25pt;" valign="top" width="115"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Nasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Daging&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Tempe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sayuran A&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sayuran B&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Minyak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 40.5pt;" valign="top" width="54"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;150 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;25 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;25 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;100 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;50 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;10 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 138pt;" valign="top" width="184"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Selingan   (21.30)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 86.25pt;" valign="top" width="115"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Pisang/kentang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Pepaya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 40.5pt;" valign="top" width="54"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;200 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;100 g&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sedangkan buku panduan “Perencanaan Makan Penderita Diabetes dengan Sistem Unit” terbitan Klinik Gizi dan Klinik Edukasi Diabetes RS Tebet, menuliskan tentang prinsip dasar diet diabetes, dengan pemberian kalori sesuai kebutuhan dasar. Untuk wanita, kebutuhan dasar adalah (Berat Badan Ideal x 25 kalori)ditambah 20% untuk aktivitas. Sedangkan untuk pria, (Berat Badan Ideal x 30 kalori) ditambah 20% untuk aktivitas. Untuk menentukan berat badan ideal (BBI) bisa diambil patokan: BBI = Tinggi Badan (cm) - 100 cm - 10%.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Contoh, seorang pria bertinggi badan 164 cm, berat badan 70 kg, maka BBI = 64 kg - 10% = 58 kg. Kebutuhan kalori dasar = 58 x 30 kalori = 1.740 kalori. Ditambah kalori aktivitas 20% = 2.088 kalori. Jadi, pria ini memerlukan diet sekitar 2.000 kalori sehari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Namun, rumusan ini tidak mutlak. Bila pasien sedang sakit, aktivitas berubah, atau berat badan jauh dari ideal, maka kebutuhan kalori akan berubah. Bila berat badan berlebih, jumlah kalori dikurangi dari kebutuhan dasar. Sebaliknya, bila pasien mempunyai berat badan kurang, jumlah kalori dilebihkan dari kebutuhan dasar. Begitu berat badan mencapai normal, jumlah kalori disesuaikan kembali dengan kebutuhan dasar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Prinsip makan selanjutnya adalah menghindari konsumsi gula dan makanan yang mengandung gula. Juga menghindari konsumsi hidrat arang olahan yakni hidrat arang hasil dari pabrik berupa tepung dengan segala produknya. Ditambah lagi mengurangi konsumsi lemak dalam makanan sehari-hari (lemak binatang, santan, margarin, dll.), sebab tubuh penderita mengalami kelebihan lemak darah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Yang perlu diperbanyak justru konsumsi serat dalam makanan, khususnya serat yang larut air seperti pektin (dalam apel), jenis kacang-kacangan, dan biji-bijian (bukan digoreng).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Bila penderita juga mengalami gangguan pada ginjal, yang perlu diperhatikan adalah jumlah konsumsi protein. Umumnya, digunakan rumus 0,8 g protein per kilogram berat badan. Bila kadar kolesterol/trigliserida tinggi, disarankan melakukan diet rendah lemak. Bila tekanan darahnya tinggi, dianjurkan mengurangi konsumsi garam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Kegagalan berdiet bisa disebabkan karena pasien kurang berdisiplin dalam memilih makanannya atau tidak mampu mengurangi jumlah kalori makanannya. Bisa juga penderita tidak mempedulikan saran dokter.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Untuk memudahkan penerapan, dibuat sistem unit 80 kalori. Tabel 2 menyajikan makanan yang mengandung 80 kalori per unitnya. Misalnya, seorang pasien yang memerlukan 1.600 kalori per harinya, akan mendapat makanan 20 unit sehari senilai 80 kalori setiap unitnya. Jumlah 20 unit terbagi atas sarapan empat unit, makanan kecil (pk. 10.00) dua unit, makan siang enam unit, makanan kecil (pk. 16.00) dua unit, dan makan malam enam unit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Tabel di bawah ini yang menunjukkan contoh lima kelompok makanan: makanan pokok, lauk pauk, sayuran, makanan ringan/siap santap, buah-buahan, dan minuman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 258pt; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="344"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0pt 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Jenis   makanan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 50.25pt;" valign="top" width="67"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 43.5pt;" valign="top" width="58"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 60pt;" valign="top" width="80"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 58.5pt;" valign="top" width="78"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Makanan   pokok&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Lauk pauk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sayuran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Siap   santap&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Buah-buahan   Makanan ringan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Minuman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 50.25pt;" valign="top" width="67"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;nasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;pepes   ikan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;sayur   bening&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;ketoprak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;apel&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;lemper&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;teh/kopi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 43.5pt;" valign="top" width="58"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;roti&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;sate&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;lodeh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;hamburger&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;pisang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;kroket&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;es campur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 60pt;" valign="top" width="80"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;kentang   goreng&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;rendang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;buntil&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;pizza&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;anggur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;lapis   legit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;minuman   ringan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Makanan dalam kelompok A bisa dibilang berkomposisi paling baik, karena mengandung serat dan atau rendah hidrat arang olahan serta rendah lemak. Sementara golongan C kurang baik karena kandungan gulanya tinggi, rendah atau tanpa serat, dan terlalu banyak lemak. Jadi, dianjurkan untuk memilih A atau B, bukan C. Nasi lebih baik daripada bubur, karena kandungan serat lebih baik sehingga lebih lama bertahan di usus. Pemanis gula bisa diganti dengan pemanis buatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Di sini diberikan pula contoh menu yang dapat diikuti (20 unit atau 1.600 kalori):&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 223.5pt; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="298"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0pt 5.4pt; width: 211.5pt;" valign="top" width="282"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Makan   pagi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Setangkap   roti tawar &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sebutir   telur ayam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;1 sendok   teh selai&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;1 gls   susu skim&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 38.25pt;" valign="top" width="51"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;1,50 unit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;1,25 unit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;0,25 unit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;0,75 unit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 211.5pt;" valign="top" width="282"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Selingan   (di kantor):&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Arem-arem&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Teh   tanpa gula&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 38.25pt;" valign="top" width="51"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;2,75 unit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 211.5pt;" valign="top" width="282"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Makan   siang:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Nasi   putih&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Daging   cah kembang kol&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sayur   bening bayem&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Pepaya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 38.25pt;" valign="top" width="51"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;1,25 unit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;3,00 unit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;0,25 unit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;0,50 unit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 211.5pt;" valign="top" width="282"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Selingan   sore&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Serabi   pandan (kue basah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;1 gls   jus melon&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 38.25pt;" valign="top" width="51"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;1,75 unit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;0,50 unit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 211.5pt;" valign="top" width="282"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Makan   malam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Nasi,   sayur, daging, ikan goreng, gado-gado&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;1 gls   jus tomat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 38.25pt;" valign="top" width="51"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;3,75 unit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;0,25 unit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 211.5pt;" valign="top" width="282"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Selingan   malam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0pt 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;1 pisang   ambon&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0pt 5.4pt; width: 38.25pt;" valign="top" width="51"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;1,25 unit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Dengan melakukan diet yang teratur dan disiplin pasti kadar gula dapat dikendalikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Jangan lupa olahraga&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Selain memperhatikan pola makan sehari-hari, penderita harus melakukan latihan fisik. Pada prinsipnya olahraga bagi penderita diabetes tidak berbeda dengan yang untuk orang sehat. Juga antara penderita baru atau pun lama. Olahraga itu terutama untuk membakar kalori tubuh, sehingga glukosa darah bisa terpakai untuk energi. Dengan demikian kadar gulanya bisa turun.&lt;/span&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“Saya punya banyak pasien diabetes. Hanya dengan latihan olahraga mereka sanggup hidup seperti orang-orang sehat tanpa obat,” papar dr. Hario Tilarso. Lebih baik menyembuhkan secara alamiah, itu prinsipnya. Kalau dengan latihan, gula darahnya bisa turun, mengapa harus dengan obat. Obat baru diberikan kalau penurunannya alot sehingga dikhawatirkan timbul komplikasi macam-macam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“Pengalaman saya menunjukkan, orang-orang yang tidak tergantung insulin, bisa turun kadar gulanya hanya dengan &lt;em&gt;exercise&lt;/em&gt;. Bahkan, ketika menghadiri pesta, penderita diabetes bisa makan banyak. Tapi, besoknya dia harus lari untuk membakar kalori yang telah masuk,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Penderita diabetes yang telah lama dikhawatirkan bisa mengalami arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Namun, dengan berolahraga timbunan kolesterol di pembuluh darah akan berkurang, sehingga risiko terkena penyakit jantung juga menurun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Menurut dokter olahraga di Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) DKI Jaya ini, sebaiknya jenis olahraga bagi penderita diabetes dipilih yang memiliki nilai aerobik tinggi, macam jalan cepat, lari (joging), senam aerobik, renang, dan bersepeda. Jenis olahraga lainnya, tenis, tenis meja, bahkan sepakbola, pun boleh dilakukan asal dengan perhatian ekstra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;FID (frekuensi, intensitas, dan durasi) olahraga bagi penderita diabetes pada prinsipnya tidak berbeda dengan yang diterapkan untuk orang sehat. Frekuensi berolah raga adalah 3 – 5 kali seminggu. “Sebaiknya, dipilih waktu yang tepat karena panas matahari bisa membakar kalori lebih banyak. Ini berbahaya karena bisa menyebabkan hipoglikemia, kekurangan gula darah,” jelas dr. Hario.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Cuma, penderita yang menggunakan suntikan insulin harus hati-hati. Harus diperhatikan waktu puncak kerja insulin yang disuntikkan. “Jangan sampai saat puncak insulin bekerja, penderita berolahraga. Saat itu kadar gula darah akan banyak turun. Kalau ditambah latihan, bisa tambah turun lagi, bisa kena hipoglikemia,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Jadi, insulin yang digunakan harus diketahui dulu kerjanya, &lt;em&gt;short acting&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;long acting&lt;/em&gt;. Biasanya, berdasarkan kondisi penderita, dokter menentukan jenis insulin yang diberikan. Nah, jadwal olahraganya disesuaikan dengan kerja insulin itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Intensitasnya berkisar 60 – 75% DSM (denyut nadi maksimal, yang perhitungannya 220 – umur dalam tahun). Durasinya kira-kira 60 menit setiap kali berolahraga pada zone latihan. Untuk penderita diabetes yang berbadan gemuk, durasinya bisa ditambah, misal 90 menit. “Dengan penambahan lama latihan, tidak cuma gula darah yang berkurang, lemak tubuh pun ikut dibakar,” tutur dr. Hario.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Bila kepala melayang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Latihan beban juga dianjurkan untuk penderita diabetes. “Di samping memelihara kadar gula darah, penderita juga memelihara massa ototnya agar ototnya tetap kokoh, sehingga bisa tetap produksi seperti yang lain,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Khusus yang sudah sangat parah, misalnya saraf kakinya sudah terganggu, dipilih olahraga yang ringan dan tidak terlalu banyak serta keras benturannya. Misalnya bersepeda. Itu pun harus hati-hati, terutama kalau sudah sampai terjadi retinopati diabetik (gangguan retina mata), karena kemungkinan terjadinya perdarahan sangat besar. Bila penyakitnya lebih parah, misalnya dengan kadar gula di atas 400 yang tak memungkinkannya bergerak aktif, penanganannya lebih diserahkan pada dokter penyakit dalam. “Pilihannya memang agak sulit. Kita harus bekerja secara interdisiplin. Jadi, yang bisa berolahraga hanya mereka yang betul-betul masih aktif, tidak ada keterbatasan pada &lt;em&gt;musculuskeletal&lt;/em&gt;, tidak ada atritis, dan keterbatasan lainnya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Sedangkan penderita diabetes berbadan gemuk, jenis olahraganya dikombinasikan dengan latihan untuk obesitas. “Biasanya, lamanya tidak satu jam, melainkan dua jam misalnya. Maksudnya, supaya pembakarannya lebih banyak, gula darahnya turun, dan lemak tubuhnya berkurang. Kalau dia betul-betul menuruti aturan, semuanya tidak masalah,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Dalam melakukan olahraga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kadar gula darah penderita saat melakukan olahraga harus berada pada kisaran 100 – 300 mg/dl. “Lebih dari 300 mg/dl dikhawatirkan terjadi ketosis (kelebihan keton dalam jaringan), misalnya. Penderita dengan kadar gula yang terlalu rendah juga dilarang melakukan latihan. Sementara jika kadar gulanya sudah normal lalu melakukan olahraga, ditakutkan malah terjadi hipoglikemia.” Supaya aman, katanya, penderita harus berolahraga bersama orang lain. Kalau ada apa-apa, ada yang bisa membantu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Penderita diabetes sebaiknya juga berbekal sedikit makanan atau minuman yang manis-manis. Boleh roti manis, permen, teh manis. “Kalau kepala sudah mulai melayang, langsung saja makan atau minum bekal itu secukupnya. Juga bila keringat dingin sudah mulai keluar. Kepala melayang dan keringat dingin itu menunjukkan gula darahnya sudah turun berlebih,” papar Hario.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Pada penderita diabetes, kalau kebanyakan gula bisa menimbulkan hiperglikemia dan ini bisa membuat keracunan. Tapi ini efeknya lama. Yang cepat pengaruhnya dan bisa menimbulkan kematian justru hipoglikemia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Mereka yang memilih jenis olahraga yang memerlukan waktu lama, macam tenis lapangan atau sepakbola, sebaiknya setiap 30 menit mengkonsumsi glukosa (makanan atau minuman manis). Dengan cara itu kadar gula darahnya bisa dijaga agar tidak terlalu turun. Yang perlu diperhatikan pula saat berolahraga adalah cuaca. Pada cuaca sangat panas, penyerapan insulin banyak sekali. Berarti gula darah lebih terserap lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Menjaga kebersihan dan kesehatan kaki juga penting dalam berolahraga. Ketika sedang joging atau jalan, kaki akan bergesekan dengan sepatu. Karena itu, kaus kaki yang dikenakan harus bersih. Sepatu pun harus yang lunak bagian dalamnya untuk menghindari lecet. Pakailah sepatu sesuai penggunaannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Dengan rajin berolahraga ditambah mengatur menu makanan serta mengontrol kadar gula darah secara teratur, komplikasi akibat diabetes dapat dihindari. (Nanny Selamihardja/I Gede Agung Yudana) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Sumber : http://www.indomedia.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-3213443513500523515?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/3213443513500523515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/diet-dan-olah-raga-kunci-diabetes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/3213443513500523515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/3213443513500523515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/diet-dan-olah-raga-kunci-diabetes.html' title='diet dan olah raga kunci diabetes miletus'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-8710521738015317037</id><published>2009-01-20T19:52:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T19:56:53.733-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jowo'/><title type='text'>singkatan interlokal  boso jowo</title><content type='html'>Bermula dari Jabotabek, eh sekarang Jabodetabek.&lt;br /&gt;Muncul pula &lt;strong&gt;Gerbangkertosusila&lt;/strong&gt; (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya , Sidoarjo, Lamongan),&lt;br /&gt;Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen),&lt;br /&gt;Pawonsari Bakulrejo (Pacitan Wonogiri Wonosari, Bantul, Kulon Progo, Purworejo),&lt;br /&gt;atau Joglosemar (Jogja Solo Semarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung tidak ada yang membalik urutannya menjadi Semarang Solo Yogya, disingkat menjadi Semar Loyo.&lt;br /&gt;Mungkin di masa mendatang akan muncul juga Dibalang Sendal (Purwodadi, Batang, Pemalang, Semarang , Kendal),&lt;br /&gt;atau Kasur Bosok (Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Solo, Klaten).&lt;br /&gt;Asal jangan Susu Mbokde (Surakarta , Sukoharjo, Mboyolali, Kartasura, Delanggu)&lt;br /&gt;atau Tanteku Montok (Panjatan, Tegalan, Kulwaru, Temon, Toyan, Kokap)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak muda Jogja tidak kalah kreatifnya untuk ikut-ikutan menyingkat nama tempat.&lt;br /&gt;Sebut saja Amplas untuk Ambarukmo Plaza , atau Jakal (Jalan Kaliurang), Jamal (Jalan Magelang).&lt;br /&gt;Kalau sampeyan sekolah di SMA 6, bisa nyombong kalau sampeyan sekolah di Depazter alias Depan Pasar Terban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dari pusat kota Jogja, sangat mudah untuk mencapai Paris (Parangtritis),&lt;br /&gt;atau Pakistan (Pasar Kidul Stasiun alias Sarkem),&lt;br /&gt;bahkan Banglades (Bangjo Lapangan Denggung Sleman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampeyan seorang yang enthengan, ringan tangan, suka membantu, ndak pernah menolak untuk dimintai tolong?&lt;br /&gt;Berarti sampeyan layak menyandang nama Willem Ortano, alias Dijawil Gelem Ora Tau Nolak.&lt;br /&gt;Atau kalau sampeyan pinter omong, jualan obat, meyakinkan orang dengan omongan sampeyan&lt;br /&gt;yang nggak karuan bener salahnya, maka jangan marah kalau sampeyan dipanggil&lt;br /&gt;sebagai Toni Boster, alias Waton Muni Ndobose Banter.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-8710521738015317037?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/8710521738015317037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/singkatan-interlokal-boso-jowo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/8710521738015317037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/8710521738015317037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/singkatan-interlokal-boso-jowo.html' title='singkatan interlokal  boso jowo'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-1597283979522104194</id><published>2009-01-19T01:38:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T02:03:44.895-08:00</updated><title type='text'>daun salam untuk obat diabetes</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Sifat dan Khasiat :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Daun rasanya kelat dan astrigen&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Kandungan Kimia :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salam menganung minyak asiri (sitral, eugenol), tanin dan flavonoid&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Bagian yang digunakan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagian yang digunakan adalah daun. Selain itu kulit batang, akar dan buah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;juga berkhasiat sebagai obat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Indikasi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Daun digunakan untuk pengobatan:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kolesterol tinggi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kencing manis (Diabetes mellitus)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tekanan darah tinggi (Hipertensi)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Radang lambung/maag (gastritis)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Diare&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Buah digunakan untuk pengobatan Mabuk alkohol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cara pemakaian:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk obat yang diminum, minum rebusan 7-20 lembar daun segar atau daun yang telah dikeringkan. Untuk pemakaian luar, giling daun, kulit batang atau akar sampai halus, lalu bubuhkan ke tempat yang sakit, seperti kudis dan gatal-gatal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Diare&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cuci 15 lembar daun salam segar samapi bersih. Tambahkan 2 gelas air, lalu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;rebus sampai mendidih (Selama 15 menit). Selanjutnya masukkan sedikit garam. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Kencing manis (Diabetes Mellitus)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cuci 7-15 lembar daun salam segar, lau rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus sebelum makan. Lakukan sehari 2 kali.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Menurunkan kadar kolesterol darah yang tinggi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cuci 10-15g daun salam segar sampai bersih, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus di malam hari. Lakukan pengobatan ini setiap hari.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Menurunkan tekanan darah tinggi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cuci 7-10 lembar daun salam sampai bersih, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Sakit maag&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Daun salam segar sebanyak 15-20 lembar dicuci bersih. Rebus dengan 1/2 liter air sampai mendidih selama 15 menit. Tambahkan gula enau secukupnya. Setelah dingin, minum airnya sebagai teh. Lakukan setiap hari sampai rasa perih dan penuh dilambung hilang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Mabuk alkohol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cuci 1 genggam buah salam masak sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Peras dan saring, lalu air yang terkumpul diminum sekaligus&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kromatografi gas menunjukkan minyak asiri dan salam mengandung 28 gas komponen, salah satunya eugenol. Dengan kromatografi lapis tipis disimpulkan bahwa minyak asiri daun salam terdiri dari seskuiterpen lakton yang mengandung fenol. Konsentrasi terkecil minyak asiri yang mampu menghambat pertumbuhan E.Coli adalah 40%, sedangkan terhadap S.aureus sekitar 5% (Retno Sadewi, FF UGM, 1992)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Uji mikrobiologi dengan menggunakan metode cakram menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun salam dapat, menghambat pertumbuhan bakteri E.coli, Vibrio cholera, Salmonella sp. tetapi Enterobacter sp. bersifat resisten. (Beni Wraman, JF FMIPA UNAND)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ekstrak air daun salam memiliki efek hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah). Pada tikus penderita diabetes mellitus yang tidak tergantung pada insulin (DMTTI), sedangkan pada tikus penderita diabetes mellitus yang tergantung pada insulin tidak nampak efek hipoglikemik. (Ni Putu Maryati, FF UGM, 1989)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/Nty&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div id="addthis"&gt; &lt;div align="right"&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;          addthis_url    = 'http://kenapadiabet.blogspot.com/2008/10/daun-salam-obat-diabetes.html';             addthis_title  = 'Daun Salam Obat Diabetes'            addthis_pub    = '';             &lt;/script&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;span id="atbe3f03c4e5572a3"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;/p&gt; &lt;span class="post-author vcard"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-1597283979522104194?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/1597283979522104194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/daun-salam-untuk-obat-diabetes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/1597283979522104194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/1597283979522104194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/daun-salam-untuk-obat-diabetes.html' title='daun salam untuk obat diabetes'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-349919761539652198</id><published>2009-01-17T00:47:00.001-08:00</published><updated>2009-01-17T01:22:15.609-08:00</updated><title type='text'>Dia betes bukan penyakit gula darah ???????</title><content type='html'>&lt;em class="info"&gt;Posted by jakapantura in &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/kesehatan/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Kesehatan" rel="category tag"&gt;Kesehatan&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/diabetes/" title="Lihat seluruh tulisan dalam diabetes" rel="category tag"&gt;diabetes&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Tags: &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/diabates/" rel="tag"&gt;diabates&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/gula-darah/" rel="tag"&gt;gula darah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;          &lt;a href="http://jakapantura.wordpress.com/2008/10/20/diabetes-bukanlah-penyakit-gula-darah/trackback/" title="trackback url"&gt;trackback&lt;/a&gt;     &lt;/em&gt;        &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Diambil dari http://healindonesia.wordpress.com&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Diabetes Bukanlah Penyakit Gula Darah!, Oleh:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ron Rosedale, MD&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Seperti yang saya nyatakan sebelumnya dan satu konsep yang saya ingin semua orang ketahui untuk menyelamatkan ribuan atau bahkan jutaan nyawa adalah bahwa diabetes bukanlah penyakit gula darah, tapi merupakan penyakit insulin dan mungkin lebih penting lagi yaitu penyakit signal leptin. &lt;/span&gt; &lt;span&gt;Dan ketika konsep ini &lt;a href="http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2005/05/31/diabetes-control.aspx"&gt;mulai diketahui di komunitas medis, artikel-artikel seperti ini &lt;/a&gt;&lt;span&gt; secara otomatis pasti akan terus dipublikasikan sehingga terungkaplah kekurangan pengobatan medis konvensional dalam mengatasi penyakit-penyakit kronis seperti misalnya diabetes dan penyakit jantung, serta kesalahan mereka tentang nutrisi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ciri khas dari perawatan konvensional adalah mengatasi gejala, dalam kasus ini berarti naiknya kadar gula darah dan bukannya fokus kepada penyebabnya. Gejala merupakan cara alam mengajarkan tubuh kita bagaimana caranya mengatasi suatu penyakit. Sebagai contoh, pilek adalah gejala yang dirancang untuk membersihkan hidung dan sinus dari virus dan bakteri ketika seseorang sedang “flu”. Minum decongestant akan menghalangi mekanisme tubuh kita dalam mengatasi infeksi tersebut dan dengan demikian akan memperpanjang infeksi&lt;em&gt;. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sama juga dengan perawatan yang berfokus semata-mata hanya untuk mengurangi kadar gula bagi diabetes dengan cara meningkatkan insulin, akan dapat memperparah diabetes itu sendiri dibandingkan jika kita mengobati masalah sesungguhnya, yaitu “miskomunikasi metabolik”. Penanganan seperti ini sama saja dengan lingkaran setan. &lt;/span&gt; &lt;span&gt;Naiknya level insulin berhubungan dan bahkan menyebabkan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;penyakit jantung, &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;peripheral vascular,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;stroke,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;tekanan darah tinggi,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;kanker,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;kegemukan dan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;masih banyak penyakit lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sejak kebanyakan perawatan untuk diabetes (tipe 2, kebal insulin) menggunakan obat-obatan yang menaikkan insulin atau menyuntikkan insulin, hasilnya pun menjadi tragis, dimana perawatan medis konvensional malah menimbulkan beberapa efek samping&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan memperpendek usia pasien.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Untuk Bisa Menang, Ketahuilah Musuhmu &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Pengobatan konvensional tidaklah cocok untuk diabetes. Selama 2 milenium diabetes dianggap sebagai penyakit gula. Walaupun berabad-abad telah ada perkembangan ilmu pengetahuan seperti misalnya ditemukannya insulin dan akhir-akhir ini adalah ditemukannya leptin, tetap saja dunia medis konvensional tidak berubah.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sepertinya obat medis membuat sedikit atau bahkan tidak ada perubahan pada diabetes. Lebih jauh lagi, peran insulin yang sebenarnya dalam tubuh kita, telah disalahpahami secara luas di antara komunitas medis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Peran Utama Insulin Bukanlah Untuk Menurunkan Kadar Gula Darah &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ini mungkin mengejutkan Anda, begitu juga dengan dokter Anda, bahwa peran utama insulin dalam tubuh kita bukanlah untuk mengendalikan kadar gula darah. Pengendalian gula darah pada umumnya ke arah atas, bukannya ke bawah. Beberapa jenis jaringan dan sel dalam tubuh kita seperti misalnya sel darah merah, memerlukan glukosa untuk energi (sisanya lebih cenderung membakar lemak atau ketone dari hasil metabolism lemak). Oleh karena itu adalah penting&lt;span&gt; &lt;/span&gt;untuk selalu memiliki sedikit glukosa di dalam darah kita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dari sejak dahulu kala, trik alam adalah menjaga agar gula&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dalam darah tidak sampai terlalu rendah karena dulu tidak banyak ada gula. Kebanyakan tajin dan padi-padian yang akan diubah menjadi gula tidak bisa dicerna kecuali dimasak. Anda pasti akan memaksa rahang dengan keras untuk bisa mengunyah kentang yang tidak dimasak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sumber utama gula adalah dari buah-buahan dan biasanya tersedia secara musiman. Dan bahkan kita perlu bekerja dan berjuang untuk bisa mendapatkannya. Setelah itu, tubuh “membakar” gula dari buah yang kita makan serta tubuh kita otomatis menjaga gula tersebut untuk tidak naik terlalu tinggi. Hormon-hormon seperti cortisone, epinephrine, norepinephrine, glucagon, dan hormone pertumbuhan memastikan bahwa kita memiliki cukup glukosa bagi sel atau jaringan tubuh yang membutuhkannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Gula Darah Tinggi Jaman Dulu Jarang Ada&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span&gt;Namun ketika kadar gula kita mulai naik, ini adalah suatu tanda bahwa kita telah memiliki energi yang lebih untuk bisa kita bakar dan dengan demikian, tubuh berpikir bahwa adalah ide yang baik jika tubuh menyimpan kelebihan yang ada. Boleh dikata, “agar tidak mubazir”, toh makanan tidak selalu tersedia. “Makan atau lapar” adalah hukum alam yang berlaku di sini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Pada saat gula darah naik, ini adalah suatu tanda &lt;span&gt; &lt;/span&gt;bagi insulin untuk terlepas dan mengarahkan kelebihan energi ke dalam penyimpanan. &lt;/span&gt; &lt;span&gt;Sejumlah kecil tersimpan sebagai tajin yang disebut glycogen di dalam tubuh, tapi kebanyakan disimpan sebagai stok energi utama kita, yaitu lemak. Demikianlah kita tahu bahwa peran utama insulin bukanlah untuk menurunkan kadar gula darah, tapi untuk menyimpan kelebihan energi yang ada bagi keperluan di masa datang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Insulin menurunkan kadar glukosa sebagai efek samping dari mengarahkan kelebihan energi ke penyimpanan. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;Peran insulin bahkan melangkah lebih jauh lagi dari itu. Insulin saat ini sedang diteliti dengan penuh perhatian oleh para ilmuwan yang mempelajari biologi penuaan. Telah ditemukan bahwa ketika insulin dipertahankan tetap rendah, baik itu dengan cara diet atau lewat manipulasi genetik pada hewan percobaan, ternyata mereka hidup lebih lama dan penuaanpun berkurang. Ini terbukti benar pada spesies hewan yang berbeda-beda, mulai dari sel tunggal ragi, kemudian cacing, lalat, dan sepertinya juga pada primata. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Kelihatannya, rendahnya insulin adalah suatu tanda bahwa energi yang ada adalah langka dan hewan perlu memfokuskan energi mereka untuk mempertahankan dan memperbaiki metabolisme mereka sendiri sehingga mereka bisa lebih lama bertahan hidup dan berkembangbiak. Jadi peran insulin adalah mengendalikan gula darah, menyimpan stok energi, dan juga mengatur tingkat penuaan termasuk gejala-gejala utama dari penuaan, seperti misalnya: diabetes, penyakit jantung, obesitas, osteoporosis, demensia, dan bahkan kanker.&lt;/span&gt; &lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Semua Penyakit Kronis Dikarenakan Oleh Karena Miskomunikasi Pesan di Dalam dan Di Antara Sel&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span&gt;&lt;a href="http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2005/05/28/cholesterol-heart.aspx"&gt;Sebagaimana pernah saya nyatakan dalam artikel sebelumnya&lt;/a&gt;, semua penyakit kronis terjadi oleh karena adanya miskomunikasi pesan di dalam dan di antara sel. Tentu saja diabetes merupakan penyakit miskomunikasi pada insulin dan mengenal peran sebenarnya dari insulin bagi tubuh akan membantu kita untuk bisa menggali lebih dalam lagi akar permasalahan diabetes dan penyakit kronis lainnya. &lt;/span&gt; &lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Insulin Juga Belum Tentu Merupakan Hormon Paling Utama dalam Diabetes atau Penyakit Kronis Lainnya &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span&gt;Penghormatan paling utama jatuh pada &lt;a href="http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2005/04/02/leptin-diabetes.aspx"&gt;&lt;span&gt;leptin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span&gt;Nampak sepertinya hormon leptin secara meluas bertanggung jawab terhadap keakuratan signal insulin dan menentukan apakah seseorang bakal kebal insulin (insulin resistant / diabetes tipe 2) atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Leptin, hormon yang baru-baru ini ditemukan diproduksi dari lemak, berfungsi memberi informasi kepada tubuh dan otak tentang berapa banyak energi yang dimiliki, apakah perlu tambahan lagi (melalui rasa lapar) atau apakah perlu menghilangkan beberapa (stop rasa lapar), dan yang penting juga &lt;span&gt; &lt;/span&gt;memberi informasi akan apa yang harus dilakukan dengan energi yang telah dimiliki (diproduksi kembali, meregulasi perbaikan sel atau tidak). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Penelitian penting baru-baru ini mengungkapkan 2 organ tubuh paling penting yang akan menentukan apakah seseorang menjadi diabetes (tipe 2) atau tidak adalah organ hati dan otak, dan itu pun&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2005/04/02/leptin-diabetes.aspx"&gt;&lt;span&gt;bergantung dari kedua organ ini dalam “mendengar “ pesan dari leptin.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Leptin sangat mempengaruhi (jika tidak mengendalikan) fungsi dari hypothalamus dalam otak kita, termasuk: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Reproduksi,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Fungsi Thyroid,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Fungsi Adrenal dan,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sistem syaraf simpatik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Lemak dan leptin, sangat mempengaruhi peradangan kronis dan dengan demikian penyakit-penyakit yang berhubungan dengan hal ini adalah termasuk penyakit jantung, Alzheimer, dan diabetes. Sekarang telah nampak bahwa dalam kasus ini bukanlah otak yang mengendalikannya, tapi lemak melalui leptin yang berperan utama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Sang Musuh Bukan Hanya Asing Bagi Komunitas Medis, Tapi Juga Tidak Dimengerti Sama Sekali &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Tidaklah heran jika diabetes (tipe 2) tidak bisa ditaklukkan oleh medis konvensional. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dari statistik yang ada, diabetes telah meningkat lebih dari 700% selama 50 tahun ini. Ini mengungkapkan 2 fakta yang sangat penting: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Diabetes bukanlah penyakit genetika karena statistik diambil dari tempat dengan generasi yang sama dan genetika yang sama. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Apa yang telah kita lakukan      sudah jelas salah dan perlu dirubah. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Apa yang salah itu adalah diet (pola makan). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Adalah susah atau bahkan mustahil untuk membuktikan bahwa sesuatu itu benar.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Namun tidaklah susah untuk membuktikan bahwa sesuatu itu salah. Selama 50 tahun, orang Amerika telah mengikuti (setidaknya sebagian) rekomendasi nutrisi yang pola makannya kaya akan karbohidrat kompleks dan rendah lemak jenuh dari: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;American Dietetic Association,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;American Heart Association, dan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;American Diabetes Association&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ini merupakan kekonyolan karena kebanyakan dari karbohidrat kompleks tersebut, seperti misalnya kentang, nasi, sereal, pasta, dan roti dengan cepat diubah menjadi gula oleh tubuh dan kelebihan gula yang ada (glukosa) dengan cepat diubah menjadi asam lemah jenuh berantai panjang (palmitic acid; “palm oil”). Serentak dengan rekomendasi diet yang salah tersebut, tingkat diabetes dan obesitas jadi melambung tinggi dan menjadi salah satu epidemik dunia terburuk dari yang pernah ada. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Makan dengan pola tinggi karbohidrat “kompleks” dan rendah lemak jenuh untuk mencapai kesehatan yang baik dan umur panjang telah terbukti salah. Setidaknya ada sedikit akal sehat yang mengatakan pada kita untuk mencoba diet yang lain. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Diabetes adalah Penyakit Nutrisi dan Sains Nutrisilah yang Bisa Mengatasinya &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ilmu pengetahuan atau sains memberitahukan kepada kita bahwa kita harus memiliki pola makan atau diet yang memaksimalkan keakuratan penyampaian pesan insulin dan leptin kepada sel tubuh kita. Dan cara untuk supaya penyampaian pesan kedua hormone tersebut bisa “terdengar” dengan baik adalah dengan merendahkan level insulin dan leptin itu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Itu berarti pola makan Anda haruslah menekankan pngkonsumsian lemak yang baik dan mengurangi karbohidrat non-serat/tajin sebagaimana tertulis di buku saya “&lt;a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0060565721/optimalwellnessc"&gt;The Rosedale Diet&lt;/a&gt;” dan buku Dr. Mercola, “&lt;a href="http://www.mercola.com/forms/total_health_book.htm"&gt;Total Health Program&lt;/a&gt;“. Dengan melakukan hal tersebut akan meningkatkan dengan drastic bahkan menyembuhkan diabetes tipe 2, penyakit jantung, hipertensi, dan banyak penyakit kronis lainnya bahkan memperlambat penuaan itu sendiri, sebagaimana banyak dari pasien saya yang sanggup secara total menghentikan penggunaan obat-obatan mereka termasuk insulin. Dengan mengikuti panduan tadi, Anda (dan gen Anda), akan “menjadi yang terbaik dari apa yang Anda inginkan.” &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Referensi: &lt;a href="http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2005/05/31/diabetes-disease.aspx"&gt;http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2005/05/31/diabetes-disease.aspx&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;KOMENTAR AWAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Menaklukkan diabetes dengan teknik Ron Rosedale telah terbukti dari pengalaman saya sendiri. Tiap pasien diabetes yang saya rawat selalu saya berikan perbaikan nutrisi dan hasilnya sungguh mencengangkan dan lebih cepat dari yang saya duga.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Pernah saya memiliki pasien dengan diabetes tipe 2 yang kondisinya sangat parah. Sebut saja nama beliau adalah Bu Ani. Beliau adalah wanita berusia 70-an tahun, menderita diabetes selama 30-an tahun dan oleh karena diabetesnya, beliau buta selama belasan tahun. Untuk kebutaannya, Bu Ani telah dioperasi laser namun tidak ada perbaikan sama sekali pada kedua matanya. Selain itu, kondisi tubuh Bu Ani sangat lemah, tidak bisa bergerak kemana-mana, kurus, dan dalam sehari bisa mencret 7 kali. Sungguh keadaan yang menyedihkan. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Saya cek apa saja yang sebenarnya telah diberikan oleh dokter dan bagaimana dietnya. Saya mendapati bahwa apa yang dianjurkan oleh dokter adalah salah begitu juga dengan obat-obatan yang dikonsumsi. Jadi saya menganjurkan supaya keluarga Bu Ani jangan memberikan obat-obatan dokter lagi dan mengganti diet dokter dengan diet saya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Mereka melakukan apa yang saya anjurkan dan tiga hari kemudian diarenya berhenti total dan sebulan kemudian ada perbaikan pada penglihatannya dan Bu Ani bisa bebas bergerak ke mana saja Bu Ani kehendaki.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Kemajuan yang dialami Bu Ani ini sungguh mengejutkan saya sendiri karena kalkulasi saya adalah jika beliau sudah 30-an tahun menderita diabetes dan kondisinya makin parah pada waktu itu, mungkin saya perlu waktu 6 bulan untuk memulihkannya. Tapi ternyata Bu Ani bisa pulih dalam waktu yang sangat cepat.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Sekarang bagi pembaca yang menderita diabetes atau mungkin Anda memiliki keluarga yang menderita diabetes, silahkan memilih perawatan manakah yang akan Anda ambil: perawatan medis dokter atau perawatan holistik modern.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Perawatan medis dokter didasarkan pada teknik buatan manusia sedangkan penyembuhan holistik modern didasarkan pada ilmu pengetahuan mengenai alam ciptaan Tuhan dan bagaimana memanfaatkannya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Manakah yang Anda percaya paling manjur, alam ciptaan Tuhan atau obat-obatan buatan manusia?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;KOMENTAR SAYA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pengalaman saya seperti yang sudah saya tulis &lt;a href="http://jakapantura.wordpress.com/2008/10/15/diabetesoohhemge/"&gt;disini&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://jakapantura.wordpress.com/2008/10/16/terapi-yang-saya-jalani/"&gt;disini&lt;/a&gt; setidaknya memberikan gambaran bahwa obat herbal mempunyai efek yang lebih baik dari obat dokter dalam kasus DM.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;saya tidak berani menyalahkan obat dokter karena saya bukan peneliti ataupun ahlinya, saya hanya berkaca dari pengalaman. mertua saya, oang tua teman2 saya yang penderita DM selain mengkonsumsi obat dokter juga mengkonsumsi obat herbal seperti : teh cincau, biji mahoni, herbal dari sinshe, mahkota dewa dll. dan anda tau pola makan mereka?? mereka makan seperti biasa dan juga olahraga. rata rata mereka ini menderita DM lebih dari 15 tahun namun dengan pola makan tanpa diet dan belum terkena komplikasi sampe saat ini. bayangkan jika mereka juga diet dengan benar setidaknya mengurangi gula dan karbohidrat. sekarang anda bandingkan dengan orang2 yang anda kenal sudah menderita DM puluhan tahun tapi hanya mengkonsumsi obat dokter terutama yang tidak diet. bgmn kesehatan mereka setelah puluhan tahun menderita DM?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit tanpa ada obatnya..inilah yang saya pegang. artinya sebenarnya alam sudah memberikan obat untuk segala penyakit yang kita derita namun kebanyakan orang lebih percaya obat buatan manusia. saya hanya berharap selain mengkonsumsi obat dokter cobalah mengkonsumsi herbal yang cocok untuk penyakit tsb. seandainya ada progres yang bagus hendaknya konsumsi obat dokter yang dikurangi sampe benar2 lepas dari obat dokter tersebut.. tentu saja penggunaan baik obat dokter maupun herbal harus diawasi oleh ahlinya. &lt;strong&gt;janganlah mencoba sesuatu tanpa pengawasan dari ahlinya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alangkah indahnya kalo dokter di Indonesia juga mulai melirik obat herbal yang dikombinasikan dengan obat buatan. juga alangkah baiknya penelitian2 tentang herbal alami dipublikasikan secara besar2an dan juga didukung pemerintah dengan lebih banyak dana yang dikeluarkan untuk penelitia lebih lanjut..&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-349919761539652198?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/349919761539652198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/info-kesehatan-masih-tentang-diabetes.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/349919761539652198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/349919761539652198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/info-kesehatan-masih-tentang-diabetes.html' title='Dia betes bukan penyakit gula darah ???????'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-3366004145639975733</id><published>2009-01-17T00:41:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T00:42:44.312-08:00</updated><title type='text'>Teh Rosela Cegah Kencing Manis</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;ROSELA sebenarnya tanaman yang sudah sangat dikenal di Indonesia. Dulu, kelopak bunga tanaman tersebut dikenal sebagai frambozen dan sering digunakan untuk bahan pembuat sirup berwarna merah yang beraroma khas. Baru sekarang ini, kelopak bunga rosela dikenal sebagai bahan minuman yang disebut teh rosela. Tumbuhan itu banyak ditemukan sebagai tanaman pagar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Prof Bambang Wirjatmadi MD MS MCN PhD, spesialis Gizi mengatakan, tanaman rosela tumbuh di banyak negara, seperti Sudan, Meksiko, Jamaika, Brasil, Panama, hingga beberapa negara bagian AS dan Australia. Banyak orang menyebut tanaman itu berasal dari Afrika. Sebab, tumbuhan tersebut memang banyak ditemukan di sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;’’Penyebarannya tidak lepas dari para budak yang dikirim ke beberapa belahan dunia. Namun, di Indonesia, tanaman itu ditemukan kali pertama di Pulau Jawa, tepatnya di halaman sebuah rumah, oleh ahli botani asal Belanda yang bernama M. de L'Obel pada 1576. Diduga, tanaman itu dibawa oleh pedagang India saat datang ke Indonesia, sekitar abad ke-14,’’jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Menurutnya, tanaman tersebut dikenal dalam berbagai nama, seperti jamaican sorell (India Barat), oseille rouge (Prancis), quimbombo chino (Spanyol), karkade (Afrika Utara), dan bisap (Senegal). Sedangkan di Indonesia, tanaman tersebut lebih dikenal sebagai mrambos hijau (Jateng), asam jarot (Padang), asam rejang (Muara Enim), dan lain-lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;’’Pada tanaman itu, yang berkhasiat bukan bunga, melainkan kelopak yang berwarna merah. Memang, kelopak itu berbentuk seperti bunga, terlebih jika sudah dikeringkan,’’tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Kelopak bunga, lanjut Bambang dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun seduhan seperti teh. Kelopak bunga rosela dalam bentuk segar dapat dimanfaatkan untuk membuat makanan, seperti puding, campuran salad, jus, manisan, selai, dan sirup. Selain rasa yang enak, kelopak bunga itu memang memiliki efek farmakologis cukup lengkap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;’’Kelopak rosela tersebut berwarna merah tua, tebal, dan berair. Semakin pekat warna merah, rasanya kian asam dengan khasiat yang juga semakin besar,’’jelas Bambang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Ia menerangkan, bahan aktif dari kelopak bunga rosela adalah grossypeptin, antosianin, gluside hibiscin, dan flavonoid. Selain itu, kelopak bunga rosela mengandung vitamin C (260-280 mg setiap 100 g), vitamin D, vitamin B1, vitamin B2, niacin, riboflavin, betakaroten, zat besi, asam amino, polisakarida, omega 3, kalsium, dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;’’Rasa asam dari kelopak bunga itu disebabkan kandungan vitamin C, asam sitrat, dan asam glikolik,’’ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Flavonoid dalam kelopak bunga, kata Bambang sangat bermanfaat untuk mencegah kanker. Bahkan, beberapa ilmuwan menyebut flavonoid itu dapat mengobati kanker, terutama karena radikal bebas, seperti kanker lambung dan leukemia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Selain itu, teh rosela bisa digunakan untuk penderita hipertensi, penyakit hati, osteoporosis serta melancarkan air seni (sebagai diuretik), melancarkan aliran darah (dapat mengurangi kekentalan darah), mencegah infeksi (sebagai antibakteri, antiseptik, dan antiradang), mengobati sariawan (karena kandungan vitamin C), mengurangi kadar kolesterol darah, dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Khusus penderita diabetes mellitus, selain dapat menurunkan kadar gula darah. Kelopak bunga rosela bisa menyembuhkan penyakit (mungkin disebabkan peran flavonoid dalam menetralkan radikal bebas yang mengakibatkan kerusakan sel betapankreas yang memproduksi insulin).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;’’Syaratnya, teh rosela harus diminum secara teratur dan kontinu sebanyak satu hingga tiga cangkir per hari,’’tukasnya. (21)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-3366004145639975733?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/3366004145639975733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/teh-rosela-cegah-kencing-manis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/3366004145639975733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/3366004145639975733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/teh-rosela-cegah-kencing-manis.html' title='Teh Rosela Cegah Kencing Manis'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-8635034575561646038</id><published>2009-01-17T00:28:00.001-08:00</published><updated>2009-01-17T00:30:15.930-08:00</updated><title type='text'>misteri lagu tinggal kenangan</title><content type='html'>&lt;p&gt;“&lt;em&gt;Pernah ada rasa cinta&lt;/em&gt;&lt;span id="more-561"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;antara kita kini tinggal kenangan &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;Ingin kulupakan&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;semua tentang dirimu&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;Namun tak lagi kan seperti dirimu&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;oh bintangku&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;Jauh kau pergi meninggalkan diriku&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;disini aku merindukan dirimu&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;kini ku coba mencari penggantimu &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;namun tak lagi kan seperti dirimu&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;oh kekasih”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Ehm… BismiLLah Semoga tidak terjadi apa2 padaQ sTeLah postingin ini, Amien..&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span class="textberita"&gt;Syahdan, lagu ‘Tinggal Kenangan’ yang dinyanyikan Geby populer lebih dulu di Bali dan Jawa Timur. Di Denpasar, lagu ini ngetop di kalangan ABG sejak pertengahan 2007 dan biasa disebut ‘Lagu STMIK’. Meskipun berbeda judul, syairnya tetap sama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="textberita"&gt;Lagu itu biasa dikenal sebagai ‘Lagu STMIK’ karena kabarnya peciptanya adalah kekasih Geby yang kuliah di salah satu STMIK (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer) di Denpasar. Ini adalah salah satu versi cerita misteri Geby dan lagu Tinggal Kenangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="textberita"&gt;“Lagu ini disebut lagu STMIK karena penciptanya kabarnya orang STMIK,” kata penyiar Radio CDBS, Ferdy, kepada &lt;strong&gt;detikcom&lt;/strong&gt;, akhir pekan lalu. Ini tentunya versi lain dari misteri Geby dan lagu ‘Tinggal Kenangan’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="textberita"&gt;Beberapa radio swasta di Bali juga kerap memutar lagu ini pada acara musik Indie, seperti radio CDBS. “Kita pernah memutarnya sejak pertengahan hingga akhir 2007,” kata Ferdy.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="textberita"&gt;Meskipun sering memutar lagu ini, Ferdy tak mengetahui dengan pasti siapa pencipta dan penyanyi lagu misterius ini. “Pokoknya saat memutar lagu ini kita sebut lagu orang STMIK,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="textberita"&gt;Ferdy menuturkan bahwa lagu tersebut sangat terkenal di kalangan remaja di Denpasar. “Kita sering memutarnya karena lagunya familiar,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="textberita"&gt;Kalangan ABG di Denpasar pun mengaku mengenal lagu ini sejak akhir tahun 2007. “Saya sering mendengar di radio dan di HP,” kata mahasiswi Desak Made Parnadewi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.bukukita.com/"&gt;&lt;img src="http://www.bukukita.com/images/bk/bk234x60-web.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Versi lagu “Tinggal Kenangan” yang penciptanya punya nama Gaby. Tahu ga sih kalau lagu ini penuh kontroversial. Katanya sich kLo pencipta dan penyanyi Lagu ini sudah meninggal bunuh diri gara-gara pacarnya meninggaL.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Masih penasaran banget.. namun belum jelas dan lengkap ceritanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Nah pas aku cari-cari tahu akhirnya ketemu ceritanya itu kaya gimana.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Begini ceritanya:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Namanya Gaby alias Ega, Dia anak SMU bLora di Madiun (katanya), dia juga anak Band khususnya vokaL (band Caramel (Stikom Bali)), sewaktu itu dia kLas 3 SMA mau menempuh ujian pastinya. Dia punya pacar anak pembaLap, suka baLapan motor. Nah, pas masa2 ujian itu mereka jarang komunikasi krn sibuk belajar. Tanpa diketahui Gaby, ternyata pacarnya meninggaL gara2 kecelakaan. Orang tua pacarnya maupun temen2nya g mau kasih tau Gaby takut mengganggu konsen bLajarnya. Akhirnya setelah seLese ujian Gaby ke rumah pacarnya bermaksut buat ketemu, so pasti kangen lah, dan mau marah2 juga cz knp seteLah ujian pacarnya g ngabarin apa2. Tyuz pas di rumah pacarnya, Gaby kaget kok rame2, banyak orang baca yasin. Ibu pacarnya akhirnya kasih tau ke Gaby kLo pacarnya uD gDa, meninggaL! Gaby syok banget pastinya, Dia stress berat! Temen dan keLuarganya mensuport dia untuk bangkit. Sampai akhirnya dia berhasiL menciptakan Lagu itu, Lagu ttg perasaan dia kaLi yah? Niatnya Lagu itu akan dipentaskan pas perpisahan sekoLah. Tapi sayanknya Gaby memiLih ketemu ma pacarnya, dia dikabarkan gantung Diri! Itu terjadi di Tahun 2007 kemaren.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Nah setelah itu menyebarLah Lagu2nya Dan banyak yg bilang setelah ndengerin Lagu itu banyak yg didatangi cewek cantik alias Hantunya Gaby. Katanya juga banyak kejadian2 gitu sekitar bulan desember yaitu pas bulan keLahiran Gaby.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Ya begituLah ceritanya yg semuanya berakhir dgn kata “katanya” hehehe..&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Jujur c, setelah denger cerita dr adikQ dan lain-lain aQ agak merinding, Lha habisnya mulai dari pagi ampe maLem aQ ma adikQ dengerin lagu itu. Biznya bagus bgt, nyanyinya pake Hati gitu kayaknya..&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Eh tahu ga…. lagu ini kan ga mpe habis, coz kepotong maklum “katanya sich” direkam pake HP jadi ada lirik lagu yang keputus… Di lagu versi ini ternyata terdapat secred wordnya yang hanya terdengar bila lagu itu direverse….tapi setelah direverse (diputar terbalik) terdengar kata2 berikut:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;em&gt;Ku ingin memiliki nafasmu jikalau aku mati&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;em&gt;Bisakah Aku memiliki nafasmu jikalau aku mati”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Thanks buat mbak Gaby atas lagu yang indah ini…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Semoga kau damai berada di sisi-Nya…amin…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.bukukita.com/"&gt;&lt;img src="http://www.bukukita.com/images/bk/bk538x66-web.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;img src="http://www.email2friend.com/tiny.gif" /&gt;&lt;a href="javascript:window.open('http://email2friend.com/send?url=http%3A%2F%2Fwww.untukku.com%2Fartikel-untukku%2Fmisteri-lagu-tinggal-kenangan-lagu-stmik-geby-or-gaby-untukku.html','email2friend','height=635,width=370');if(window.focus) {newwindow.focus()}"&gt;&lt;strong&gt; BERITAHU TEMAN KAMU TENTANG ARTIKEL INI !!&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;      &lt;strong&gt;Artikel Terkait : &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.untukku.com/berita-untukku/roy-suryo-lagu-gabygeby-cuma-bualan-untukku.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Roy Suryo: Lagu Gaby/Geby Cuma Bualan"&gt;Roy Suryo: Lagu Gaby/Geby Cuma Bualan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.untukku.com/berita-untukku/roy-suryo-hadirkan-penyanyi-lagu-geby-untukku.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Roy Suryo Hadirkan Penyanyi Lagu ‘Geby’"&gt;Roy Suryo Hadirkan Penyanyi Lagu ‘Geby’&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.untukku.com/review-untukku/hantu-geby-2-memanggil-geby-untukku.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Hantu Geby #2 : Memanggil Geby"&gt;Hantu Geby #2 : Memanggil Geby&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.untukku.com/berita-untukku/caramel-somasi-band-pelantun-lagu-geby-untukku.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Caramel Somasi Band Pelantun Lagu ‘Geby’"&gt;Caramel Somasi Band Pelantun Lagu ‘Geby’&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.untukku.com/berita-untukku/abe-membenarkan-lagu-gaby-miliknya-untukku.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Abe Membenarkan Lagu Gaby Miliknya"&gt;Abe Membenarkan Lagu Gaby Miliknya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;                                     &lt;a target="blank" href="http://www.formulabisnis.untukku.com/"&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/images/bannerfb_jk.gif" style="margin: 0pt; padding: 0pt; display: block;" alt="125x125 banner ad" /&gt;&lt;/a&gt;                                                         &lt;div class="post-nav"&gt;          &lt;br /&gt;&lt;span class="previous"&gt;&lt;a href="http://www.untukku.com/berita-untukku/nokia-n78-bawa-komunitas-online-dalam-genggaman-untukku.html"&gt;Nokia N78, Bawa Komunitas Online dalam Genggaman&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;           &lt;span class="next"&gt;&lt;a href="http://www.untukku.com/berita-untukku/ninja-250r-motor-sport-baru-dari-kawasaki-untukku.html"&gt;Ninja 250R, Motor Sport Baru dari Kawasaki&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;        &lt;/div&gt;                     &lt;!-- Added By Send to a Friend Plugin. Version 0.4.3 --&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;var staf_confirmtext = 'Email Telah Terkirim'&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.untukku.com/wp-content/plugins/sendtoafriend/js.php"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-8635034575561646038?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/8635034575561646038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/8635034575561646038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/8635034575561646038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/blog-post.html' title='misteri lagu tinggal kenangan'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-5882732790725500699</id><published>2009-01-17T00:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T00:18:48.487-08:00</updated><title type='text'>tanaman dan suplemen anti diabetes</title><content type='html'>&lt;p&gt;Apakah tumbuhan atau suplemen dapat membantu anda mengendalikan diabetes? 10 bahan dibawah ini berhasil menunjukkan janji yang kuat dalam membantu menurunkan penurunan gula darah, meningkatkan sensitifitas insulin, menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol, serta banyak lagi yang lain. Coba konsultasikan dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi bahan2 ini. Jika tidak ada perubahan setelah satu atau dua bulan, hentikan dan jangan buang2 lagi uang anda.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman1.jpg" /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman2.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-859"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Gymnema Sylvestre&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utama: Menurunkan gula darah&lt;br /&gt;Dosis umum: 200 - 250 miligram per hari&lt;br /&gt;Nama Hindi tumbuhan ini berarti “penghancur gula,” dan tanaman ini dikatakan memiliki kemampuan untuk menurunkan kemampuan mendeteksi rasa manis. Tanaman ini dianggap sebagai tanaman paling kuat untuk mengendalikan gula darah. Kemungkinan besar, cara kerjanya adalah dengan meningkatkan aktivitas enzym yang membantu sel tubuh untuk menggunakan glukosa atau dengan merangsang produksi insulin. Walaupun belum ada penelitian intensif, tapi belum ditemukan adanya efek samping serius untuk penggunaan tanaman ini.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman3.jpg" /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman4.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Pare&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utama: Menurunkan gula darah&lt;br /&gt;Dosis umum: 50 - 100 mililiter (3-6 sdm) jus per hari&lt;br /&gt;Pare yang pahit ini dianggap mampu membantu sel menggunakan glukosa secara lebih efektif dan meredam penyerapan gula di dalam usus. Para peneliti di Filipina yang meneliti konsumsi pare kepada pria dan wanita dalam bentuk kapsul selama 3 bulan menemukan adanya penurunan gula darah, walaupun sedikit, tetapi konstan. Permasalahan yang muncul adalah masalah pencernaan, tapi tidak jelas apa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman5.jpg" /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman6.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Magnesium&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utama: Menurunkan gula darah&lt;br /&gt;Dosis umum: 250 - 350 miligram per hari&lt;br /&gt;Kekurangan magnesium tidak jarang ditemui sebagai salah satu penyeban diabetes, bahkan gejala ini memperburuk kondisi gula darah dan resistansi insulin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen magnesium dapat memperbaiki fungsi insulin dan menurunkan gula darah. Coba konsultasikan dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi insulin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman7.jpg" /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman8.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. (Daging buah kaktus) Prickly Pear Cactus&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utama: Menurunkan gula darah&lt;br /&gt;Dosis umum: jika dikonsumsi sebagai makanan, 150 gr rebusan kaktus per hari, jika tidak ukuti instruksi yang ada.&lt;br /&gt;Buah matang dari kaktus ini ditemukan mampu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Bentuk yang bisa ditemui adalah dalam bentuk buah, atau jus, atau bubuk. Para peneliti menemukan bahwa buah ini menurunkan kadar gula darah karena adanya komponen yang mirip dengan insulin. Buah ini juga tinggi kadar seratnya.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman9.jpg" /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman10.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Gamma-Linolenic Acid (Asam Linoleat Gamma)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utama: Mengurangi sakit saraf&lt;br /&gt;Dosis umum: 270 - 540 milligrams sekali perhari&lt;br /&gt;Asam Linoleat Gamma, atau GLA adalah asam lemak yang ditemukan dalam minyak bunga evening primrose. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes adalah orang yang memiliki level GLA rendah dalam darah, dan penelitian menunjukkan bahwa suplemen ini dapat menurunkan, bahkan mencegah sakit di saraf yang muncul akibat diabetes.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman11.jpg" /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman12.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. Chromium (Krom)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utama: Menurunkan kadar gula&lt;br /&gt;Dosis umum: 200 mikrogram per hari.&lt;br /&gt;Mineral ini dianggap mampu meningkatkan kinerja insulin dan terlibat juga dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Beberapa penelituan menunjukkan bahwa mineral ini membantu menurunkan gula darah, tapi hanya untuk mereka yang memang kekurangan krom.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman13.gif" /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman14.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. Bilberry&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utama: Melindungi mata dan syaraf&lt;br /&gt;Dosis umum: 80-120 miligram standar billberry extract per hari.&lt;br /&gt;Saudara bleuberry ini memiliki antioksidan kuat dalam buah dan daunnya. Antioksidan yang dinamai antosianidin ini, membantu mencegah kerusakan sel darah kecil yang dapat merusak saraf dan retina mata. Penelitian terhadap hewan menunjukkan adanya penurunan gula darah juga akibat konsumsi buah ini.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman15.jpg" /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman16.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;8. Alpha-Lipoic Acid (Asam Alpha Lopoic)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utama: Mengurangi rasa sakit syaraf, dan menurunkan kadar gula darah&lt;br /&gt;Dosis umum: 600-800 miligram per hari.&lt;br /&gt;Disingkat ALA, bahan yang mirip vitamin ini menetralkan berbagai radikal bebas. Pembentukan radikal benas adalah salah satu faktor peningkatan gula darah, dapat membuat kerusakan saraf dan berbagai masalah lain. ALA jg mampu membantu sel otot untuk menyerap gula darah. Di salah satu penelitian di Jerman, sekelompok peneliti memerika 40 orang dewasa yang mengkonsumsi ALA dan placebo. Di akhir studi selama 4 minggu, ditemukan bahwa ALA meningkatkan sensitifitas insulin sebanyak 27 persen.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman17.jpg" /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman18.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;9. Fenugreek&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utama: Menurunkan gula darah.&lt;br /&gt;Dosis umum: 5 sampai 30 gram setuap makan, atau 15 sampai 90 gr per hari.&lt;br /&gt;Biji2an ini, yang digunakan sebagai bumbu masakan india, telah ditemukan mampu menurunkan tekanan darah, meningkatkan sensitifitas insulin, dan menurunkan kolesterol, menurut beberapa penelitian. Efek ini mungkin timbul karena tingginya kadar serat. Bijinya jg mengandung asama amino yang meningkatkan produksi insulin. Di salah satu penelitian terhadap fenugreek, 60 orang yang mengkonsumsi 25 gr bumbu ini menunjukkan peningkatan yang baik terhadap pengendalian gula darah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;10. Ginseng&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utama: Menurunkan gula darah.&lt;br /&gt;Dosis umum: 1-3 gram per hari dalam bentuk kapsul atau tablet, 3-5 mililiter dalam bentuk tincture 3kali sehari.&lt;br /&gt;Dikenal karena kemampuanya yang mendorong sistem kekebalan tubuh, ginseng ini memiliki beberapa hasil positif mengenai diabetes. Para peneliti menemukan bahwa ginseng memperlambat penyerapan karbohidrat, meningkatkan kemampuan sell dalam menyerap glukosa, dan meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas. Ditemukan juga di Toronto dalam suatu penelitian, bahwa ginseng mampu menurunkan kadar gula sampai 15-20 persen.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman19.gif" /&gt;&lt;img src="http://www.untukku.com/wp-content/uploads/tanaman20.jpg" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-5882732790725500699?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/5882732790725500699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/tanaman-dan-suplemen-anti-diabetes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/5882732790725500699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/5882732790725500699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/tanaman-dan-suplemen-anti-diabetes.html' title='tanaman dan suplemen anti diabetes'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-1418824747423176002</id><published>2009-01-16T20:39:00.001-08:00</published><updated>2009-01-16T20:49:05.619-08:00</updated><title type='text'>diabetes miletus (kencing manis)</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan kesehatan di mana kadar gula dalam darah seseorang menjadi tinggi karena gula dalam darah tidak dapat digunakan oleh tubuh. Diabetes Mellitus / DM dikenal juga dengan sebutan penyakit gula darah atau kencing manis yang mempunyai jumpah penderita yang cukup banyak di Indonesia juga di seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Pada orang yang sehat karbohidrat dalam makanan yang dimakan akan diubah menjadi glokosa yang akan didistribusikan ke seluruh sel tubuh untuk dijadikan energi dengan bantuan insulin. Pada orang yang menderita kencing manis, glukosa sulit masuk ke dalam sel karena sedikit atau tidak adanya zat insulin dalam tubuh. Akibatnya kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi yang nantinya dapat memberikan efek samping yang bersifat negatif atau merugikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Kadar gula yang tinggi akan dibuang melalui air seni. Dengan demikian air seni penderita kencing manis akan mengandung gula sehingga sering dilebung atau dikerubuti semut. Selanjutnya orang tersebut akan kekurangan energi / tenaga, mudah lelah, lemas, mudah haus dan lapar, sering kesemutan, sering buang air kecil, gatal-gatal, dan sebagainya. Kandungan atau kadar gula penderita diabetes saat puasa adalah lebih dari 126 mg/dl dan saat tidak puasa atau normal lebih dari 200 mg/dl. Pada orang normal kadar gulanya berkisar 60-120 mg/dl.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Penyakit yang akan ditimbulkan oleh penyakit gula darah ini adalah gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh dan membusuk / gangren, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke dan sebagainya. Tidak jarang bagi penderita yang parah bisa amputasi anggota tubuh karena pembusukan. Oleh sebab itu sangat dianjurkan melakukan perawatan yang serius bagi penderita serta melaksanakan / menjalani gaya hidup yang sehat dan baik bagi yang masih sehat maupun yang sudah sakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Terdapat dua tipe diabetes mellitus, DM tipe 1 adalah di mana tubuh kekurangan hormon insulin atau istilahnya Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) dan DM tipe 2 di mana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya atau istilahnya Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Diabetes bukan 100% penyakit turunan. Diabetes melistus bisa disebakan riwayat keturunan maupun disebabkan oleh gaya hidup yang buruk. Setiap orang bisa terkena penyakit kencing manis baik tua maupun muda. Waspada bagi anda yang memiliki orang tua yang merupakan pengidap diabetes, karena anda akan juga memiliki bakat gula darah jika tidak menjalankan gaya hidup yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Resiko terkena diabetes dapat dikurangi dengan mengatur pola makan yang sehat, rajin olahraga, tidur yang cukup, menghindari rokok mirasantika dan lain sebagainya. Bagi anda yang sudah terkena diabetes sebaiknya berolahraga setiap pagi, makan makanan yang bergizi rendah karbohidrat dan lemak namun tinggi protein, vitamin dan mineral. Perbanyak makan sayuran dan makanan berserat tinggi lainnya. Rajin-rajin memeriksakan kandungan gula darah anda dan menginjeksi insulin ke dalam tubuh dan minum obat jika diperlukan sesuai petunjuk dokter secara teratur. Dengan begitu anda dapat menghindar dari resiko efek yang lebih parah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-1418824747423176002?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/1418824747423176002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/diabetes-miletus-kencing-manis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/1418824747423176002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/1418824747423176002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/diabetes-miletus-kencing-manis.html' title='diabetes miletus (kencing manis)'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-3096364039549797032</id><published>2009-01-16T20:10:00.001-08:00</published><updated>2009-01-16T20:37:57.661-08:00</updated><title type='text'>tanaman obat untuk diabetes (kencing manis)</title><content type='html'>Banyak tanaman disekitar kita yang dapat digunakan untuk mengobati kencing manis. Mudah ditanam dan dimanfaatkan. Selain pengaturan diet yang baik beberapa tanaman berikut secara empiris digunakan sebagai obat kencing manis.         &lt;p class="wn"&gt;Tabel 1. Daftar tanaman          tunggal yang secara empirik digunakan untuk diabetes dan cara             penggunaannya.&lt;/p&gt;         &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse; color: rgb(255, 255, 0);" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;No&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 87.9pt;" valign="top" width="117"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Nama tanaman&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Bagian  digunakan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Jmlh diolah&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Cara olah&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Dosis/hari&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;1&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 87.9pt;" valign="top" width="117"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Sambiloto&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun segar&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;½ ggm&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Rebus&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;2&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 87.9pt;" valign="top" width="117"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Lidah buaya&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun segar&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;2 helai&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Rebus&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 87.9pt;" valign="top" width="117"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Pule&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Kulit kayu&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;2 jari&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Rebus&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;4&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 87.9pt;" valign="top" width="117"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Sembung&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Biji kering&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;20 lb&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Rebus&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;5&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 87.9pt;" valign="top" width="117"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Jamblang&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Biji&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;1 sdt&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Seduh&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;6&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 87.9pt;" valign="top" width="117"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Petai Cina&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Umbi&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;1 sdt&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Seduh&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;7&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 87.9pt;" valign="top" width="117"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Bidara Upas&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Umbi&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;1/3 jr&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Parut + 20 ml air&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;8&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 87.9pt;" valign="top" width="117"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Mengkudu&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Buah masak&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;2 bh&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Diparut, disari&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;9&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 87.9pt;" valign="top" width="117"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun lampas&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun segar&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¾ ggm&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Rebus&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;10&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 87.9pt;" valign="top" width="117"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Terung ngor&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Buah&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;10 bh&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Dimakan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;11&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 87.9pt;" valign="top" width="117"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Mahoni&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Biji kering&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;½ sdt&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Seduh&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;12&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 87.9pt;" valign="top" width="117"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Tapak dara&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Slruh bgn tnman&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;30 lb+6 bt&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Rebus tinggal 3/4&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p style="color: rgb(255, 255, 0);" class="wn"&gt;Tabel 2. Ramuan berasal          dari tanaman obat untuk kencing manis&lt;/p&gt;         &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse; color: rgb(255, 255, 0);" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;No&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 105.9pt;" valign="top" width="141"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Ramuan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Bagian digunakan&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 82.8pt;" valign="top" width="110"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Jumlah diolah&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Cara olah&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Dosis/hari&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;1&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 105.9pt;" valign="top" width="141"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Sambiloto&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Kumis kucing&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Brotowali&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Batang&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 82.8pt;" valign="top" width="110"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;1/3 ggm&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;1/3 ggm&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¾   jr&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Direbus 3 gl , tinggal ¾ nya&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;2&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 105.9pt;" valign="top" width="141"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Meniran&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Sambiloto&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Ketumpangan uler&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Kumis kucing&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 82.8pt;" valign="top" width="110"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¼ ggm&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¼ ggm&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¼ ggm&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;1/3 ggm&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Direbus 3 gl , tinggal ¾ nya&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 105.9pt;" valign="top" width="141"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Duwet&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Pulai&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Mengkudu&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Temulawak&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Jahe&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Biji&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Kulit batang&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Buah&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Rimpang&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Rimpang&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 82.8pt;" valign="top" width="110"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;20 butir&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;1 jari&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;½ bh&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¾ jari&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¾ jari&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Direbus 5 gl hingga ½ nya&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;4&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 105.9pt;" valign="top" width="141"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Urat&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Brotowali&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Kumis kucing&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Adas &lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Pulosari&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Batang&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Buah&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Kulit batang&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 82.8pt;" valign="top" width="110"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;1/3 ggm&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;½ jari&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¼ ggm&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¾ sdt&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¾ jari&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Direbus 3 gl hingga ¾ nya&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;5&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 105.9pt;" valign="top" width="141"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Bidara upas&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Duwet&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Pulai&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Lidah buaya&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Meniran&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Kumis kucing&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Umbi&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Biji&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Kulit batang&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 82.8pt;" valign="top" width="110"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;½ jari&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;10 butir&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¾ jari&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;½ plh&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¼ ggm&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¼ ggm&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Direbus 3 gls hingga ¾ nya&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 25.5pt;" valign="top" width="34"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;6&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 105.9pt;" valign="top" width="141"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Iler&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Meniran &lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Murbei&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Kaki kuda&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Sembung&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Kumis kucing&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Adas&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Pulosari&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Daun&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Buah&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Kulit&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 82.8pt;" valign="top" width="110"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¼ ggm&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¼ ggm&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;1/5 ggm&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¼ ggm&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¼ ggm&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;1/5 ggm&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¾ sdt&lt;/p&gt;             &lt;p class="wn"&gt;¾ jari&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;Direbus 4 gls hingga ¾ nya&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 73.8pt;" valign="top" width="98"&gt;             &lt;p class="wn"&gt;3 x&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p class="wn"&gt;Keterangan : ggm =          genggam, bh = buah, btr = butir, jr = jari, gl = gelas, lb= lembar, bt=          batang.&lt;/p&gt;         &lt;class="wn"&gt;         &lt;/class="wn"&gt;&lt;p class="wn"&gt;&lt;class="wn"&gt;&lt;b&gt;Bacaan lebih lanjut          :&lt;/b&gt;&lt;/class="wn"&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="wn"&gt;&lt;class="wn"&gt;1. Widowati L, Dzulkarnain, Saroni. Tanaman obat untuk Diabetes Melitus. Cermin Dunia Kedokteran 1997; 116: 53-60&lt;/class="wn"&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt; &lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;span class="post-author"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-3096364039549797032?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/3096364039549797032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/tanaman-obat-untuk-diabetes-kencing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/3096364039549797032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/3096364039549797032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/tanaman-obat-untuk-diabetes-kencing.html' title='tanaman obat untuk diabetes (kencing manis)'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-2026585883425013620</id><published>2009-01-16T07:34:00.001-08:00</published><updated>2009-01-16T07:36:21.393-08:00</updated><title type='text'>khasiat dan kegunaan bawang putih untuk diabetes</title><content type='html'>&lt;div class="post-header-line-1"&gt; &lt;span class="post-author vcard"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fn"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="files"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OluBZAOzkw0/SUVIMl3ooRI/AAAAAAAAAEs/YFE-4Uspu8Q/s1600-h/bawang_putih.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OluBZAOzkw0/SUVIMl3ooRI/AAAAAAAAAEs/YFE-4Uspu8Q/s200/bawang_putih.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279705519322865938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kalau dengar bawang putih, mungkin yang terbayang adalah bau mulut yang mengganggu. Padahal bawang putih adalah salah satu dari tanaman obat yang banyak manfaatnya, sehingga dijuluki “umbi seribu khasiat”. Sesungguhnya zat apa yang terkandung didalamnya? Benarkah makin tajam aromanya berarti makin tinggi khasiatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman dengan nama latin “Allium sativum” ini termasuk bumbu dapur yang sangat popular di Asia. Ia memberikan rasa harum yang khas pada masakan, sekaligus menurunkan kadar kolesterol yang terkandung dalam bahan makanan yang mengandung lemak. Maka jangan heran jika pada masakan Cina, Korea dan Jepang banyak menggunakan bawang sebagai bumbu utamanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bawang putih telah digunakan sebagai obat selama ribuan tahun. Bahkan 3000 tahun SM, para pujangga Cina telah menguji dan menulis manfaat bawang putih! Cendekiawan Yunani kuno Aristoteles juga telah menguji bawang putih pada tahun 335 SM untuk digunakan sebagai pengobatan.Tulisan Mesir kuno mencatat bahwa bawang putih diberikan pada para pekerja yang membangun piramida untuk menjaga mereka agar tetap kuat dan sehat. Orang Rusia menjadikan bawang putih sebagai “ganti antibiotic” dan dikenal sebagai “Penisilin Rusia” karena dipercaya mengandung 1/10 kebaikan penisilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat bawang putih bagi kesehatan sudah sangat popular di tengah masyarakat sejak zaman dulu. Selain sebagai pendongkrak stamina seks, kini dapat dipastikan bawang putih juga mampu menangkal flu, membasmi cacing perut, mengobati rematik, dan meredakan insomnia. Juga mampu memerangi penyakit-penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, jantung koroner, diabetes, ketidakseimbangan kolesterol dan kanker. Dari sekian banyak manfaat bawang putih, para ahli telah menemukan manfaat baru bawang putih yaitu dapat mencegah berat badan dan bahkan menurunkan berat badan. Suatu tes laboratorium menunjukkan bahwa tikus-tikus yang diberikan gula diet akan mengalami penurunan berat jika mereka diberi juga komponen bawang putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kandungan Kimia dan Kegunaannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyawa yang ada pada bawang putih adalah aliin. Ketika bawang putih dimemarkan/dihaluskan, zat aliin yang sebenarnya tidak berbau akan terurai. Dengan dorongan enzim alinase, aliin terpecah menjadi alisin, amonia, dan asam piruvat. Bau tajam alisin disebabkan karena kandungan zat belerang. Aroma khas ini bertambah menyengat ketika zat belerang (sulfur) dalam alisin diterbangkan ammonia ke udara, sebab ammonia mudah menguap. Senyawa alisin berkhasiat menghancurkan pembentukan pembekuan darah dalam arteri, mengurangi gejala diabetes dan mengurangi tekanan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain alisin, bawang putih juga memiliki senyawa lain yang berkhasiat obat, yaitu alil. Senyawa alil paling banyak terdapat dalam bentuk dialil-trisulfida yang berkhasiat memerangi penyakit-penyakit degeneratif dan mengaktifkan pertumbuhan sel-sel baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memilih Bawang Putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawang putih yang dipakai di dapur hanyalah salah satu dari banyak varietas bawang putih. Ada yang warna kulitnya keungu-unguan, dan ada yang bersemu merah muda. Yang popular adalah yang berwarna putih, yaitu yang kita pakai sehari-hari di dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana memilih bawang yang baik? Varietas apapun yang anda beli, pilihlah yang umbinya mulus dan kulitnya kering. Umbi yang siungnya kecil, aromanya lebih kuat. Dalam keadaan kering, bawang putih tahan disimpan berbulan-bulan, asal ditaruh ditempat yang kering dan sejuk. Jangan disimpan dilemari es, karena akan tumbuh daun. Jika udara terlalu panas, bawang putih akan cepat mengkerut dan berbubuk abu-abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyakit Diabetes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai obat diabetes, bawang putih bias dikonsumsi setiap harisesudah makan. Pagi, siang dan malam masing-masing dua atau tiga suing sekali makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman, mereka yang bobot badannya di bawah 60 kg dianjurkan menggunakan dosis dua suing bawang atau setara dengan tujuh gram sekali makan. Sedang bagi mereka yang berbobot lebih dari 60 kg dengan dosis tiga suing bawang atau setara dengan sepuluh gram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara penggunaannya bias dibuat sambal kecap dengan diiris-iris bersama bawang merah dan cabe untuk teman makan nasi. Bisa juga dimemarkan kemudian diseduh dengan air panas sebanyak setengah gelas dan selanjutnya diblender atau dijus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain lagi adalah bawang diparut, kemudian diseduh air panas lalu diminum setelah hangat berikut ampas-ampasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penderita diabetes, sebaiknya periksa laboratorium dulu sebelum menggunakan resep ini. Setelah menggunakan resep ini selama seminggu sebaiknya cek lagi di laboratorium. Apabila terjadi penurunan kadar gula darah cukup banyak, dosis sebaiknya diturunkan. Apabila kadar gula dalam darah mendekati normal, kurangi lagi konsumsi bawang putihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : Majalah Nikah Vol. 5 No. 10, hal 15-16&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-2026585883425013620?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/2026585883425013620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/khasiat-dan-kegunaan-bawang-putih-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/2026585883425013620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/2026585883425013620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/khasiat-dan-kegunaan-bawang-putih-untuk.html' title='khasiat dan kegunaan bawang putih untuk diabetes'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OluBZAOzkw0/SUVIMl3ooRI/AAAAAAAAAEs/YFE-4Uspu8Q/s72-c/bawang_putih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-7020272037420125940</id><published>2009-01-15T05:46:00.002-08:00</published><updated>2009-01-15T05:51:22.684-08:00</updated><title type='text'>lagu tentang kelestarian alam ku</title><content type='html'>Lestari alamku&lt;br /&gt;Lestari desaku&lt;br /&gt;dimana Tuhanku&lt;br /&gt;menitipkan aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyi bocah-bocah di kala purnama&lt;br /&gt;Nyanyikan pujaan untuk nusa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damai saudaraku&lt;br /&gt;Suburlah bumiku&lt;br /&gt;Kuingat ibuku dongengkan cerita&lt;br /&gt;kisah tentang jaya Nusantara lama&lt;br /&gt;tenteram karta raharja disana…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tanahku rawan kini&lt;br /&gt;Bukit-bukit pun telanjang berdiri&lt;br /&gt;Pohon dan rumput enggan bersemi kembali&lt;br /&gt;Burung-burung pun malu bernyanyi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;,o^o;&lt;br /&gt;‘&lt;br /&gt;Kuingin bukitku hijau kembali&lt;br /&gt;Semak rumput pun tak sabar menanti&lt;br /&gt;Doa ‘kan kuucapkan hari demi hari&lt;br /&gt;Kapankah hati ini lapang kini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lestari alamku&lt;br /&gt;Lestari desaku&lt;br /&gt;dimana Tuhanku&lt;br /&gt;menitipkan aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyi bocah-bocah di kala purnama&lt;br /&gt;Nyanyikan pujaan untuk nusa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Lestari alamku&lt;br /&gt;Lestari desaku&lt;br /&gt;dimana Tuhanku&lt;br /&gt;menitipkan aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami ‘kan bernyanyi&lt;br /&gt;di purnama nanti&lt;br /&gt;nyanyikan bait&lt;br /&gt;padamu negeri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damai saudaraku&lt;br /&gt;Suburlah bumiku&lt;br /&gt;Kuingat ibuku dongengkan cerita&lt;br /&gt;kisah tentang jaya Nusantara lama&lt;br /&gt;tentram karta raharja disana…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link :&lt;br /&gt;1. http://jiwamusik.wordpress.com/&lt;br /&gt;2. http://musikku345.blogspot.com&lt;br /&gt;3. http://prabu.wordpress.com&lt;br /&gt;4. http://mp3dl.co.cc/index.php?search=koeswoyo&lt;br /&gt;5. http://www.4shared-mp3.blogspot.com/&lt;br /&gt;6. http://unduhmp3.blogspot.com/search/label/Franky%20S&lt;br /&gt;7. http://www.4shared.com/network/search.jsp?searchmode=2&amp;amp;searchName=gombloh&lt;br /&gt;8. http://www.4shared.com/minifolder/4945811/6d0c59c5/sharing.html?woHeader=1&lt;br /&gt;9. http://www.4shared.com/dir/7868999/d8d2734d/Iwan_Fals.html    &lt;span class="post-author vcard"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-7020272037420125940?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/7020272037420125940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/lagu-tentang-kelestarian-alam-ku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/7020272037420125940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/7020272037420125940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/lagu-tentang-kelestarian-alam-ku.html' title='lagu tentang kelestarian alam ku'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-3405009980903243632</id><published>2009-01-14T06:47:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T06:52:49.161-08:00</updated><title type='text'>info obat tradisional untuk diabetes miletus</title><content type='html'>&lt;div class="content"&gt;Diabetes adalah penyakit kronik (menahun) yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah. Peningkatan kadar gula darah ini terjadi akibat adanya gangguan pada hormon insulin yang berfungsi mentransfer glukosa (gula) dari dalam darah ke dalam sel (untuk dijadikan energi) secara tidak optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang patut diwaspadai dari penyakit ini adalah ancaman komplikasinya. Bentuk komplikasi itu antara lain: gangguan ginjal, gangguan penglihatan, gangguan seksual, kerusakan saraf, gangguan peredarah darah dan jantung, serta mudah terkena infeksi. Namun patut dicatat, aneka komplikasi ini bisa dicegah bila penderita diabetes bisa mengontrol kadar gula darahnya agar selalu dalam batas normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ini, penderita wajib menerapkan pola hidup sehat (misalnya tidak merokok, tidak menenggak minuman keras, dan menghindari stres), menjalankan pola makan yang baik, melakukan aktivitas fisik (olah raga) secara teratur dan memadai, dan jangan segan untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala. Jika semua ini belum juga mampu menormalkan kadar gula darah, segera lakukan pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi diabetes, ada sejumlah tanaman obat yang diyakini berkhasiat. Tanam-tanaman tersebut mengandung bahan aktif yang bersifat hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah). Apa saja tanaman berkhasiat itu? Salah satunya adalah mengkudu. Kandungan proxeronine dalam buah ini bisa membantu memperbaiki sel beta pankreas yang rusak. Selain itu, proxeronine juga mampu memperbaiki reseptor insulin yang tidak berfungsi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengkudu, ada beberapa tanaman lain yang juga mampu meredam kadar gula darah, yaitu pare, teh hijau, dan gymnema sylvestre. Penelitian menunjukkan, zat charantin dan polypeptide-P insulin pada pare mampu merangsang sel beta pankreas untuk mensekresi insulin. ''Dua zat aktif ini memiliki sifat yang menyerupai insulin (insulinomimetik),''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pula dengan daun teh hijau? Polifenol pada teh hijau mampu meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. Selain itu, kandungan mangan (Mn) pada teh juga dapat menguraikan molekul glukosa menjadi sumber energi.Sementara gymnema sylvestre sangat baik bagi penderita diabetes karena kandungan asam gymnemic-nya dapat meningkatkan sekresi insulin pada sel beta pankreas. ''Selain itu, tanaman ini juga bekerja dengan mencegah penyerapan glukosa pada usus.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-3405009980903243632?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/3405009980903243632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/info-obat-tradisional-untuk-diabetes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/3405009980903243632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/3405009980903243632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/info-obat-tradisional-untuk-diabetes.html' title='info obat tradisional untuk diabetes miletus'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-8208588929985000744</id><published>2009-01-14T00:21:00.002-08:00</published><updated>2009-01-14T01:33:40.301-08:00</updated><title type='text'>ritta rubby hartland</title><content type='html'>&lt;table class="box" align="center" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" width="551"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="3" align="center" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.serasi.com/kaset_price_list_files/70an.html"&gt;Tahun 70an&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.serasi.com/kaset_price_list_files/80an.html"&gt;Tahun 80an&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.serasi.com/kaset_price_list_files/carabeli.html"&gt;Cara Beli&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td colspan="3" align="center" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td width="8"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td colspan="3" align="center" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.serasi.com/kaset_price_list_files/images/ritarubby01.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td align="center" width="8"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;tbody&gt;   &lt;tr&gt;      &lt;td width="7"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td colspan="3" align="center" valign="top"&gt;&lt;table align="center" bgcolor="#ffffff" border="0" cellpadding="1" cellspacing="1" height="29" width="541"&gt;         &lt;tbody&gt;          &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;           &lt;td class="xl30" style="height: 15pt;" height="20" width="450"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;        &lt;/table&gt;       &lt;/td&gt;     &lt;td align="center" width="8"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;      &lt;td width="7"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td colspan="3" align="center" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman-teman yang rindu lagu-lagu tahun 70&lt;br /&gt;tahun 80 klik aja disini sekedar nostalgia&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-8208588929985000744?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/8208588929985000744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/ritta-rubby-hartland_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/8208588929985000744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/8208588929985000744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/ritta-rubby-hartland_14.html' title='ritta rubby hartland'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-9048273585759600918</id><published>2009-01-14T00:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T01:00:13.403-08:00</updated><title type='text'>ritta rubby hartland</title><content type='html'>&lt;table class="box" align="center" border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" width="551"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="3" align="center" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.serasi.com/kaset_price_list_files/70an.html"&gt;Tahun 70an&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.serasi.com/kaset_price_list_files/80an.html"&gt;Tahun 80an&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.serasi.com/kaset_price_list_files/carabeli.html"&gt;Cara Beli&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt; &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt; &lt;/td&gt;     &lt;td colspan="3" align="center" valign="top"&gt; &lt;/td&gt;     &lt;td align="center"&gt; &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td width="8"&gt; &lt;/td&gt;       &lt;td colspan="3" align="center" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.serasi.com/kaset_price_list_files/images/ritarubby01.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td align="center" width="8"&gt; &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;tbody&gt;   &lt;tr&gt;      &lt;td width="7"&gt; &lt;/td&gt;     &lt;td colspan="3" align="center" valign="top"&gt;&lt;table align="center" bgcolor="#ffffff" border="0" cellpadding="1" cellspacing="1" height="29" width="541"&gt;         &lt;tbody&gt;          &lt;tr style="height: 15pt;" height="20"&gt;           &lt;td class="xl30" style="height: 15pt;" height="20" width="450"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;        &lt;/table&gt;       &lt;/td&gt;     &lt;td align="center" width="8"&gt; &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;      &lt;td width="7"&gt; &lt;/td&gt;     &lt;td colspan="3" align="center" valign="top"&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-9048273585759600918?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/9048273585759600918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/ritta-rubby-hartland.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/9048273585759600918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/9048273585759600918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/ritta-rubby-hartland.html' title='ritta rubby hartland'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-4985944298882982769</id><published>2009-01-11T03:52:00.001-08:00</published><updated>2009-01-11T04:43:16.064-08:00</updated><title type='text'>Koleksi perangko ku yang terlupakan</title><content type='html'>Pagi ini, secara tak sengaja saya membuka sebuah album perangko milik anak saya. Album perangko ini sebenarnya adalah album koleksi perangko saya semasa saya masih smp kelas tiga di smpn 2 Baturetno, Wonogiri sekitar tahun 1982-1983, bisa dibayangkan berapa puluh tahun umur album perangko yang buatan cina itu, apalagi perangkonya ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya secara kepemilikan tidak berpindah tangan ke anak saya yang sekarang usianya sudah sepantar saya waktu mengoleksi perangko tersebut, hanya karena sudah dari pertengahan tahun 1990 an saya sudah tidak aktif lagi mengoleksi perangko, sebagai perangsang kepada anak saya untuk mengikuti jejak saya sebagai seorang filatelis, saya coba tunjukkan kepada anak saya apa dan bagaimana seluk beluk perangko itu, tapi yach !!! dasarnya anak sekarang memang eranya sudah lain dia lebih suka Frienster ataupun sms an, ternyata koleksi itu tidak disentuh sama sekali jadi seolah mubajir koleksian itu di tangan dia,  akhirnya koleksi perangko itu tetap aku simpan dengan kondisi seperti 20 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kondisi saya sudah tua dan sakit-sakitan kalau koleksi saya jatuh ketangan orang yang salah yang tidak menyukai koleksi atau bukan seorang filatelis sejati sangat di sayangkan meski itu anak saya sendiri, soalnya sebagai seorang filatelis mencintai dan merawat perangko itu seperti merawat diri sendiri bahkan lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang terpikir untuk menjual koleksi saya untuk biaya pengobatan saya, walaupun semasa kecil dan semasa muda telah banyak waktu, tenaga, biaya sudah saya keluarkan dan korbankan untuk koleksi saya ini, sebuah koleksi memang nilai nominalnya tidak bisa dihargai karena berhubungan dengan hati, perasaan dan kecintaan pada koleksian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari nanti saya berharap ada seorang dermawan yang mau membantu membeli koleksian saya dengan harga yang tinggi, untuk membantu biaya pengobatan saya yang sangat tinggi, demi untuk kesehatan akhirnya perangko yang telah sekian puluh tahun saya simpan dengan kasih sayang harus siap untuk di lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah koleksi perangko pertama saya, ketika masih duduk di smp : &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2006/01/perangko-1980.png" id="image141" alt="perangko-1980 Koleksi Perangko Pertama Saya" class="photo" title="Koleksi Perangko Pertama Saya" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-140"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Cara Melepas Perangko dari Amplop tanpa merusaknya&lt;/strong&gt; adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Gunting bagian amplop di sekitar perangko, sisakan jarak sekitar 1 cm antara bagian yang kita gunting dengan perangko yang menempel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Tuangkan air secukupnya ke mangkuk, atau tempat air lainnya. air biasa saja, asal bersih dan tidak mengandung cairan kimia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Masukkan potongan amplop yang tertempel perangko ke dalam air.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Tunggu beberapa saat sekitar 1-5 menit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Perangko akan mulai terlepas dengan sendirinya, jikapun belum terlepas kita dapat menunggunya beberapa menit lagi, atau bisa juga dengan menggunakan pinset (alat penjepit) untuk melepaskannya secara perlahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Keringkan perangko tersebut, sebaiknya cukup diangin-anginkan saja. Tidak perlu menjemurnya di bawah terik panas matahari langsung karena terkadang bisa merusak kertas perangko. Selama ini saya biasanya mengeringkannya diatas landasan plastik di dalam rumah. Dalam satu - tiga jam kemudian, perangko sudah kering dan bisa kita masukkan ke album&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2006/01/perangko-1945.png" id="image142" alt="perangko-1945 Koleksi Perangko Pertama Saya" class="photo" title="Koleksi Perangko Pertama Saya" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2006/01/perangko-1998.png" id="image143" alt="perangko-1998 Koleksi Perangko Pertama Saya" class="photo" title="Koleksi Perangko Pertama Saya" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2006/01/perangko-2000-kecil.png" id="image144" alt="perangko-2000-kecil Koleksi Perangko Pertama Saya" class="photo" title="Koleksi Perangko Pertama Saya" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://blog.kenz.or.id/wp-content/gudang/2006/01/perangko-2002.png" id="image145" alt="perangko-2002 Koleksi Perangko Pertama Saya" class="photo" title="Koleksi Perangko Pertama Saya" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt; &lt;/small&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-4985944298882982769?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/4985944298882982769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/koleksi-perangko-ku-yang-terlupakan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/4985944298882982769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/4985944298882982769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/koleksi-perangko-ku-yang-terlupakan.html' title='Koleksi perangko ku yang terlupakan'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-4771814250287689429</id><published>2009-01-10T07:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-10T07:11:56.027-08:00</updated><title type='text'>Refreshing  dulu dengan lagu kenangan Amayadory by Mayumi Itsuwa</title><content type='html'>&lt;pre&gt;AMAYADORI    Song By Mayumi Itsuwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Eki no homu de mikaketa&lt;br /&gt;&gt; Anata wa mukashi no koibito&lt;br /&gt;&gt; sono, natsukashi  yokogawa&lt;br /&gt;&gt; Omowazu koe mo kaketa watashi&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Anata wa odoroita you ni&lt;br /&gt;&gt; Tabako o otoshite shimatta&lt;br /&gt;&gt; Kudake chiita honoo no hibi ga&lt;br /&gt;&gt; Tsuka no mani, yomigaeri&lt;br /&gt;&gt; Mitsume au,&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; dou shiteru ima wa&lt;br /&gt;&gt; Arekara kimi wa,&lt;br /&gt;&gt; Genki ni shiteru wa&lt;br /&gt;&gt; Itsu datte watashi,&lt;br /&gt;&gt; Ocha demo nomou&lt;br /&gt;&gt; Sukoshi no jikan,&lt;br /&gt;&gt; Densha wa&lt;br /&gt;&gt; Toori sugite yuku&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Anatawa koohi kakuni&lt;br /&gt;&gt; Kakusato futatsu o irete&lt;br /&gt;&gt; Ima no boku wa, konna mono sato&lt;br /&gt;&gt; Warai nagara&lt;br /&gt;&gt; Kami o kaki ageta&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Sou dakedo fushigi ne&lt;br /&gt;&gt; Anohi wakareta koto mo&lt;br /&gt;&gt; Tada amari ni wakasugita dakedo futari&lt;br /&gt;&gt; Tagai ni yurushi aeru&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; *Aishitawa,  watashi&lt;br /&gt;&gt; Anata no koto o&lt;br /&gt;&gt; ima wa betsu betsu no&lt;br /&gt;&gt; Yume o ou kedo&lt;br /&gt;&gt; Meguri ai wa&lt;br /&gt;&gt; Suteki na koto ne&lt;br /&gt;&gt; Amayadori suru you ni futari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kebanyakan dari kita mengenal lagu ini lagu yang dirilis sekitar tahun 1985 ini membawa kenangan tersendiri buat generasi yang mengalami masa abg tahun 1980 an atau sekarang mungkin zona 80, memang lagu ini tidak sepopuler lagu kokoronotomo tapi untuk di ingat cukup oke lah selamat bersenandung&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-4771814250287689429?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/4771814250287689429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/refreshing-dulu-dengan-lagu-kenangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/4771814250287689429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/4771814250287689429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/refreshing-dulu-dengan-lagu-kenangan.html' title='Refreshing  dulu dengan lagu kenangan Amayadory by Mayumi Itsuwa'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2331383381852275380.post-4741149749671554581</id><published>2009-01-08T05:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T05:20:54.928-08:00</updated><title type='text'>tata rias wajah</title><content type='html'>Penampilan yang sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang wanita atau pria akan mengalami rasa percaya diri yang tinggi apa bila ditunjang dengan penampilan yang sempurna, terutama yang akan saya bahas kali ini yang berhubungan dengan kecantikan wajah wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai orang yang berusaha dibidang kecantikan terutama kosmetika saya menyarankan kepada anda pria maupun wanita, untuk memakai produk kecantikan  yang sesuai dengan sensitivitas kulit dan juga yang terutama disesuaikan dengan isi kocek anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang banyak produk kecantikan yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen, sebagai pemilik toko yang bergerak dibidang ini saya menyaran kan kepada anda untuk memilih produk yang sesuai dengan anda agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;toko kami menyediakan berbagai merk alat kecantikan dari yang nilainya murah sampai yang mahal disesuaikan dengan selera dan kemampuan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;produk kami mulai dari sabun mandi, parfum, make up set berbagai merk, peralatan  pendukung  lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2331383381852275380-4741149749671554581?l=cindiragroup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cindiragroup.blogspot.com/feeds/4741149749671554581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/tata-rias-wajah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/4741149749671554581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2331383381852275380/posts/default/4741149749671554581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cindiragroup.blogspot.com/2009/01/tata-rias-wajah.html' title='tata rias wajah'/><author><name>sukadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02547740501082865278</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_SBhi5JeOLPc/SbPYwyrvYKI/AAAAAAAAAA0/rMxlV1IoKEQ/S220/Image(406).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
